
Dok: Femina
Pilkada 2018 tanggal 27 Juni 2018 tinggal beberapa hari lagi. Hajatan demokrasi ini akan digelar di 171 daerah secara serentak. Walaupun jumlah pemilih pria dan wanita dari data KPU cukup berimbang, harus diakui keterwakilan wanita dalam bidang politik cenderung masih minim. Hal tersebut terlihat dari jumlah wanita yang menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada yang jumlahnya terbilang sedikit.
Berdasarkan data dari website infopemilu.kpu.go.id dari 1.134 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, hanya ada 100 wanita terdiri dari: 2 calon gubernur dan 5 calon wakil gubernur, 31 calon bupati dan 27 calon wakil bupati, 16 calon walikota dan 19 calon wakil walikota. Meski begitu, angka keterlibatan wanita ini meningkat dari Pilkada 2017 (7,17 persen) dan Pilkada 2015 (7,47 persen).
Sebelum peseta demokrasi berlangsung mari berkenalan dengan tujuh srikandi calon gubernur dan wakil gubernur yang ikut bertarung dalam Pilkada Serentak 2018.
Baca selanjutnya: 1/ Khofifah Indar Parawansa, Calon Gubernur Jawa Timur

Dok: Instagram @khofifah.ip
1/ Khofifah Indar Parawansa, Calon Gubernur Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa resmi mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Hal tersebut ia lakukan setelah dirinya resmi bertarung di ajang Pilkada Serentak 2018 sebagai calon gubernur Jawa Timur. Khofifah maju dengan pasangannya, Emil Dardak, yang menjabat sebagai Bupati Trenggalek sekaligus suami dari aktris Arumi Bachsin.
Di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001), Khofifah pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ibu empat anak ini juga aktif sebagai Ketua Umum Muslimat, organisasi pemberdayaan wanita di bawah naungan Nahdhatul Ulama (NU). Wanita asal Surabaya yang lahir pada 19 Mei 1965 itu cukup vokal di Sidang Umum MPR Tahun 1998. Ia juga mengkritisi Pemilu 1997 yang penuh kecurangan.
Baca selanjutnya: 2/ dr. Karolin Margret Natasa, Calon Gubernur Kalimantan Barat

Dok: Instagram @dr.karolin_margret_natasa
2/ dr. Karolin Margret Natasa, Calon Gubernur Kalimantan Barat
Wanita yang beralih profesi dari dokter menjadi politikus ini merupakan Bupati Landak periode 2017-2022. Maju di pilkada Gubernur Kalimantan Barat, wanita yang baru berusia 35 tahun ini menggandeng Suryadman Gidot. Karolin adalah putri pertama dari pasangan dr. Cornelis, mantan gubernur Kalimantan Barat (2008-2013) dan Frederika yang berprofesi sebagai guru. Pengalamannya mengikuti perjalanan politik sang ayah membuat ia tertarik untuk terjun di bidang yang sama. Sejak masa kuliah, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan keorganisasian, salah satunya menjabat sebagai Sekertaris Jenderal Pemuda Katolik di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Pada usia 24 tahun, Karolin mulai mengikuti jejak sang ayah untuk masuk ke dunia politik dengan menjadi juru kampanye Pemilihan Umum Bupati Landak. Tahun 2008, ia menjadi juru kampanye sang ayah pada pemilihan Gubernur Kalimantan Barat. Pada usia 27 tahun, ia terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan daerah pilihan Kalimantan Barat dan kembali terpilih menjadi anggota DPR untuk periode 2014-2019.
Baca selanjutnya: 3/ Puti Guntur Soekarno, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur

Dok: Instagram @puti_soekarno
3/ Puti Guntur Soekarno, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur
Sosok Puti Guntur Soekarno mencuri perhatian di Pilkada Jawa Timur. Cucu Presiden RI pertama ini diusung koalisi PDIP, PKB, PKS, dan Gerindra untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai wakil calon Gubernur Jawa Timur. Puti adalah anak pertama dari Guntur Soekarnoputra. Seperti keluarga Soekarno lainnya, Puti juga ikut bermain di politik sejak terpilih menjadi anggota DPR selama dua periode yaitu 2009 – 2014 dan 2014 – 2019. Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan ini terjun ke politik karena ia merasa memiliki kesiapan dan juga dukungan dari keluarga.
Baca selanjutnya: 4/ Ida Fauziyah, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah

Dok: Instagram @idafauziyahnu
4/ Ida Fauziyah, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah
Pada pilkada Jawa Tengah, Ida akan mendamping calon gubernur, Sudirman Said. Ketua Fraksi PKB DPR ini masuk dalam politik sejak usia 29 tahun, saat didaulat memimpin sidang paripurna DPR RI masa bakti 1999-2004. Dengan perjalanannya yang cukup panjang di parlemen (tiga periode: 1999 – 2004, 2004-2009, 2009-2014), saat ini Ida menjadi salah satu politisi wanita yang cukup senior dan disegani. Baginya dunia parlemen membutuhkan keahlian, ketelitian, sekaligus kesabaran. Karena menyatukan pandangan dari berbagai pihak jelas bukan hal mudah. Ia pun cukup yakin dengan pengalamannya ia bisa berjalan mulus mendampingi Sudirman Said, sebagai calon gubernur Jawa Tengah.
Baca selanjutnya: 5/ Chusnunia Chalim, Calon Wakil Gubernur Lampung

Dok: Instagram @chusnuniach
5/ Chusnunia Chalim, Calon Wakil Gubernur Lampung
Bupati wanita pertama di Lampung Timur itu maju di jalur independen. Ia menjadi wakil dari calon gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Sejak kuliah, wanita yang akrab disapa Nunik ini Sudah tertarik dengan dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Eksternal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Tengah pada Pileg 2004. Ia lalu bergabung menjadi kader PKB Jawa Tengah.
Keseriusan Nunik di jalur politik membuat langkahnya terbilang mulus. Setelah diangkat sebagai staf DPP PKB Jakarta periode 2005 - 2008, ia kemudian terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2009 - 2014. Periode berikutnya ia kembali terpilih dan menjadi anggota DPR Komisi IX. Meski mengaku sempat ingin menyerah dengan dunia politik, toh ia kembali melajukan langkahnya dengan ikut dalam pemilihan bupati di kampung halamannya, Lampung Timur. Hal ini ia lakukan karena ingin memberikan makna lebih untuk daerahnya. Ia berharap dengan program yang ia kerjakan akan semakin banyak warga sekitarnya yang terbantu.
Baca selanjutnya: 6/ Emilia Nomleni, Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dok: Instagram @relawanrakyat.marinusemi
6/ Emilia Nomleni, Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)
Emilia atau akrab disapa Mama Emi bukan sosok baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Sosoknya yang sederhana dikenal sebagai wanita yang ramah dan ringan tangan dalam membantu masyarakat NTB. Pada pemilu kali ini, ia berpasangan dengan calon gubernur, Marianus Sae. Sehari-hari, Mama Emi tinggal di rumah peninggalan orang tuanya bersama saudara-saudaranya dan beberapa anak asuh. Rumah ini juga menjadi persinggahan banyak orang, mulai dari politikus, masyarakat sekitar hingga para relawan. Dalam dunia politik, ia sudah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD NTT.
Baca selanjutnya:7/ Hj. Sitti Rohmi Djailah, Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dok: Instagram @sittirohmidjalilah
7/ Hj. Sitti Rohmi Djailah, Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)
Dalam pilkada Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi berpasangan dengan Zulkieflimansyah. Rohmi adalah rektor Universitas Hamzanwadi dan juga kakak dari gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi. Sebagai wanita yang berkarya di bidang pendidikan, selama ini concern Rohmi memang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan di NTB. Hal ini pula yang menjadi lasan terkuatnya maju di pilkada NTB.
Berbagai program kerja telah disiapkan pasangan ini, salahs atunya adaalh meningkatkan kualitas SDM dengan cara membenahi Pendidikan di NTB. Mereka juga menjanjikan untuk memberikan kepastian pendidikan untuk anak-anak dari kota hingga desa. (f)
Baca Juga:
Pertimbangkan 4 Hal Penting Ini Sebelum Anda Memilih di Pilkada!