Foto: Pixabay


Hingga Selasa (6/10), data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 merilis angka positif COVID-19 di Indonesia sudah menembus angka 300.000, tepatnya 307.120 orang dengan pasien sembuh mencapai 232.593 orang dan meninggal 11.253 orang. 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo pun meminta agar seluruh lapisan masyarakat memahami dan sadar bahwa manusia menjadi perantara utama menularnya virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

“COVID-19 ini yang menyebarkan bukan seperti flu burung atau flu babi. Flu babi dan flu burung ditularkan oleh hewan, COVID-19 ini ditularkan oleh manusia,” jelas Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 dan Penyerahan Bantuan bersama Pemerintah Provinsi Aceh, di Aceh, Sabtu (26/9).

Lebih lanjut Doni menjelaskan, terjadinya penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan itu justru berasal dari orang-orang terdekat yang berada di lingkup sekitar. Dengan kata lain, orang-orang terdekat ini saling mengancam apabila tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, famili atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati,” jelas Doni.

Hasil data Satgas Penanganan COVID-19 semakin menegaskan fakta penyebaran COVID-19 terjadi dari orang terdekat. Sebanyak tujuh persen penderita COVID-19 di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. 

“Tujuh persen responder yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah,” jelas Doni. Dari data tersebut, seakan tidak ada lagi tempat yang aman, terutama bagi wilayah yang berada pada zona pandemi.

Baca Selanjutnya: Putus Rantai Penyebaran dengan Perilaku Disiplin 3M

 

 

 


Foto: Pixabay


Putus Rantai Penyebaran dengan Perilaku Disiplin 3M

Pemberlakukan PSBB di wilayah epicentrum COVID-19 menekan mobilisasi masyarakat. Masyarakat pun diimbau agar tetap #dirumahsaja. Namun hal tersebut menjadi tidak efektif ketika salah satu anggota keluarga tidak patuh menjaga protokol kesehatan dan tidak hati-hati.

Jadi sebenarnya tidak ada lagi tempat yang aman ketika kondisi kita sekarang ini masih ada pandemi. Ancaman pandemi COVID-19 tidak akan berakhir dan manusia akan terus menjadi perantara.

“COVID-19 berbahaya, tetapi manusia yang menjadi carrier atau membawa virus COVID-19 itu jauh lebih berbahaya. OTG (orang tanpa gejala) ini adalah silent killer, ini adalah pembunuh potensial. Kalau mereka masih berada di luar, mereka sendiri tidak sadar, dia pergi kemana-mana, kemudian ketemu dengan keluarganya, saudaranya, orang yang dicintainya dan secara tidak langsung menulari. Ini yang berbahaya,” pungkas Doni.

Karena itu, kepatuhan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat perlu dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah kita sendiri. Karena, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 adalah menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif dan tidak sendiri. 

"Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan. Asalkan konsisten dan kolektif melakukan perubahan perilaku menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan dilakukan secara sungguh-sungguh,” jelasnya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (1/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 


Baca Selanjutnya: Lakukan dengan Tepat! 

 


Foto: Pixabay

Lakukan dengan Tepat! 
Sudah menerapkan kebiasaan baru #3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan akan memberikan hasil yang maksimal jika dilakukan dengan benar. Ibu dalam hal ini menjadi agen perubahan yang penting di dalam rumah untuk membangun kebiasaan anggota keluarga dan dilakukan dengan prosedur yang benar. 

#PakaiMasker menjadi salah satu cara ampuh untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Tetap jangan asal menggunakan masker. Gunakan masker dengan tingkat filtrasi yang baik, seperti masker kain 3 lapis seperti saran WHO. Tidak hanya itu, mengenakan masker juga harus tepat yaitu menutup seluruh area hidung, mulut, dan dagu. 

Jika ada anggota keluarga yang menderita gejala batuk dan flu, kenakan masker dan sebisa mungkin menjauh dari anggota keluarga lainnya. Lakukan isolasi mandiri. 

Dan jika Anda masih harus bekerja di luar rumah atau beraktivitas di luar rumah, pastikan setelah kembali ke rumah Anda terlebih dahulu membersihkan diri, sebelum bertemu anggota keluarga lain. Ganti pakaian yang Anda kenakan dari luar dan mandi dengan menggunakan sabun.

Ketika berada di luar rumah, ingatlah selalu untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan jaga jarak, hindari kerumunan. Kenakan selaku masker, walaupun Anda berada di dalam ruangan kantor yang Anda anggap bersih. Karena kita tidak pernah tahu apa yang dibawa oleh orang di sekitar kita. Ingatlah ada keluarga tercinta yang menunggu Anda di rumah. Jangan sampai Anda membawa virus hanya karena keinginan untuk kumpul-kumpul dan mengobrol bersama teman. 

Yang juga tak kalah penting, rajin membersihkan rumah dengan disinfektan agar rumah bebas dari segala jenis kuman dan bakteri. Dr (DMB) dr Norman Zainal, SpOt​ dalam talkshow bertema "Pencegahan COVID-19: Beda Masyarakat, Beda Startegi?” di Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta mengatakan masyarakat perlu membuat zonasi di rumahnya masing-masing agar steril. Misalnya, di halaman depan itu zona merah tempat menyimpan sepatu, sandal. Ruang tamu itu zona kuning, dan kamar tidur zona hijau. 

"Zona hijau dan kuning itu harus dipertahankan dan dibersihkan menggunakan cairan sehingga bisa mengusir kuman," ujarnya. Anda bisa menyiapkan keran atau ember mencuci tangan di depan rumah guna mempermudah. Salam sehat! (f)



Baca Juga: 
Masih Bandel Tidak Pakai Masker di Tempat Umum? Siap-Siap dengan Sanksi Ini
Kenapa Harus Cuci Tangan Dengan Sabun?
Nutrisi Lengkap Lawan COVID-19