Foto: Unsplash


Anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena COVID-19. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, seperti dikutip dari kompas.com, tren kasus positif pada anak di bawah usia 18 tahun meningkat. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Masyarakat juga diminta mengurangi mobilitas untuk mencegah kenaikan kasus ke depannya. 

Berdasarkan data DKI Jakarta, dari penambahan 5.582 kasus harian COVID-19 di Jakarta per 20 Juni 2021, terdapat 879 diantaranya kasus anak-anak. Rinciannya adalah 655 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 224 kasus adalah anak usia 0-5 tahun. Sisanya, 4.461 kasus adalah usia 19 - 59 tahun, dan 442 kasus adalah usia 60 tahun ke atas. 

Secara Nasional, angka kasus COVID-19 pada anak tidak bisa dianggap enteng. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, proporsi kasus COVID-19 pada anak secara nasional saat ini adalah 12,5 persen.

"Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak," kata dr Aman dalam konferensi pers, Jumat (18/6/2021), seperti dikutip dari health.detik.com. 

"Kedua, data IDAI case fatality rate-nya itu adalah 3-5 persen. Jadi ini kita kematian yang paling banyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3-5 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut dr Aman menegaskan bahwa 50 persen dari seluruh kasus kematian COVID-19 pada anak adalah kelompok balita. Oleh karena itu, penting para orang tua untuk menjaga anaknya agar tidak terpapar COVID-19. "Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita," tegasnya.

Melihat perkembangan kasus pada anak ini, IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun dilaksanakan secara daring. Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, jika mereka abai, yang menjadi korbannya adalah anak-anak.

"Jadilah orangtua saat pandemi, dampingi anak-anak kita, penuhi hak anak untuk hidup dan untuk sehat fisik dan mental demi masa depan yang lebih baik, kita hidup untuk apa? Jaga anak kita, jaga anak kita," kata dr. Aman, seperti dikutip dari Kompas.com.


Baca Juga: Gejala COVID-19 pada Anak 

 


Foto: Freepik


Perhatikan, Gejala COVID-19 pada Anak 

Lantas apa saja gejala COVID-19 pada anak? Dikutip dari alodokter.com, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek, demam, radang tenggorokan atau tenggorokan kering, batuk-batuk, hingga sesak nafas. 

Selain itu, gejala yang terjadi pada orang dewasa seperti kehilangan indra penciuman, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot juga bisa dialami anak. Anak juga bisa mengalami gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah, diare, sakit perut dan hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun, seperti dikutip dari health.detik.com. 

Sejumlah gejala ini dapat diperparah apabila anak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa kondisi pada anak yang patut diwaspadai apabila terinfeksi virus Corona, di antaranya sebagai berikut.

  • Asma atau penyakit paru kronis
  • Diabetes
  • Kondisi genetik, neurologis, atau metabolik
  • Penyakit sel sabit
  • Penyakit jantung sejak lahir
  • Gangguan sistem imun
  • Anak-anak dengan berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak bagian tubuh
  • Obesitas.

Pejabat WHO sekaligus pakar penyakit menular Maria Van Kerkhove menyebutkan bahwa pada anak yang terinfeksi virus corona mungkin tidak membangun gejala COVID-19 sebanyak orang dewasa. "Terutama pada anak-anak yang masih sangat kecil, (gejala) mereka cenderung lebih ringan, yang berarti gejala mereka tidak sebanyak orang dewasa," ungkap Maria dalam sebuah episode Science 5 di laman resmi WHO. Ia juga mengungkap masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendalami dampak virus varian baru seperti yang muncul di Inggris, pada anak-anak.

Yang perlu diwaspadai orang tua adalah di usia anak-anak, terutama balita mereka belum bisa banyak mengungkapkan gejala sakit yang sedang dirasakan. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui gejala COVID-19 apa saja yang bisa terjadi pada anak.

Selain itu, orang tua juga jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi sekaligus menerapkannya pada anak dengan cara: 

  1. Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar di alir mengalir dan menggunakan sabun. Terapkan aturan cuci tangan 20 detik dan pastikan anak membasuh seluruh tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela Jari dan ujung kuku. 
  2. Biasakan anak menggunakan masker. Pilihlah masker yang ukurannya pas untuk anak dan ajarkan ia cara memakai masker yang benar dan ingatkan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.
  3. Berikan anak makanan bergizi. Asupan nutrisi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Selain itu, pastikan makanan yang diberikan pada anak telah dimasak hingga matang.
  4. Ajak anak untuk rutin berolahraga. Berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tapi juga memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Ajak anak rutin berolahraga 30 menit sehari. Lakukan di lingkungan rumah agar tetap aman. 
  5. Ajarkan anak perilaku sehat seperti menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Hingga saat ini belum ada vaksin COVID-19 yang tersedia untuk anak di bawah usia 18 tahun. Menjadi tanggung jawab orang tua untuk melindungi anak dengan tetap menjalankan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), serta mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Tahan-tahan diri dulu jika ingin mengajak anak berwisata atau kumpul-kumpul, pikirkan dampaknya untuk anak-anak kita. (f) 


Baca Juga: 
Satgas Ajak Masyarakat Lebih Kompak Lakukan Langkah Pencegahan Penyebaran COVID-19
Cegah Kasus COVID-19, Pemerintah Revisi Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021
Jangan Ragu Datang, Ini Lokasi Vaksinasi COVID-19 di Jakarta untuk Usia 18 Tahun ke Atas