
Dok. Pexels
Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak mudik di tengah pandemi corona. Kini pemerintah tengah menggodok skenario pelarangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona dengan akan memberlakukan sanksi bagi mereka yang melanggar. Bahkan program Mudik Gratis 2020 pun dibatalkan guna mendukung langkah pemerintah menangani COVID-19.
Di tengah pandemi corona yang kini telah menyebabkan 114 kematian di antara 1.285 kasus (per 29/3), keputusan yang paling tepat agar tidak menyebarkan virus yang menyerang saluran pernapasan ini adalah dengan tidak pulang kampung.
Ini dia alasan mengapa Anda sebaiknya tidak mudik terlebih dahulu.
1. Risiko Penularan Tinggi
Menurut ulasan World Health Organization (WHO), virus corona memiliki risiko penularan yang tinggi. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dan dapat hidup di sejumlah benda seperti besi, plastik hingga kain mulai dari hanya beberapa jam saja hingga berhari-hari.
Selain itu, kendati WHO telah memaparkan gejala-gejala yang mungkin dialami oleh penderita COVID-19 seperti batuk, bersih, demam hingga sulit bernapas, namun tak semua orang merasakan gejala tersebut. Pada beberapa kasus, pasien positif virus corona justru tak merasakan gejala-gejala tersebut, salah satunya seperti yang dialami oleh Walikota Bogor, Bima Arya.
Mereka yang positif COVID-19 namun tidak merasakan gejalanya, umumnya dialami oleh masyarakat usia muda. Maka, kendatipun tak merasakan gejala sakit apapun, bukan berarti Anda tidak terpapar virus corona.
Maka dari itu, para pemudik yang beranggapan bahwa dirinya baik-baik saja, berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus dari daerah yang telah terpapar COVID-19. Secara tidak sadar mereka akan menularkan virus ini kepada keluarga di kampung.
Tentu Anda tak ingin keluarga tersayang justru terpapar virus ini kan?
(Lanjut ke halaman berikutnya)
BACA JUGA :
Pasien Positif COVID19 Terus Bertambah di Luar Jakarta, Pemerintah Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik
Amankah Menyemprotkan Disinfektan Langsung ke Tubuh?
7 Cara Sederhana Menghentikan Kebiasaan Menyentuh Wajah

Dok. Pexels
2. Kemungkinan Tertular di Transportasi Umum
Jikapun Anda sudah sangat berhati-hati dalam mencegah penularan virus corona, namun akan tetap sangat berisiko tertular COVID-19 apabila pulang kampung dengan menggunakan transportasi umum. Padahal, salah satu cara mencegah penularan adalah dengan melakukan social distancing (jaga jarak sosial) atau physical distancing (jaga jarak fisik).
Hal ini akan sangat sulit dilakukan apabila menggunakan transportasi umum yang padat penumpang. Anda akan tertular dari penumpang lain atau bahkan Anda sendiri yang menularkan kepada orang lain. Dikhawatirkan virus corona ini justru akan terpapar ke kampung keluarga Anda.
3. Minimnya Fasilitas Kesehatan di Daerah
Jika di Jakarta dan kota-kota pendukung lainnya seperti Tangerang, Bekasi, Depok hingga Bogor saja sudah kewalahan menangani peningkatan pasien positif COVID-19, maka akan semakin berat bagi fasilitas kesehatan di daerah apabila ada peningkatan pasien positif virus corona.
Termasuk jika keluarga Anda di kampung terpapar virus corona, akan semakin sulit ditangani oleh tenaga medis di daerah. Hal ini akan meningkatkan risiko kematian pasien positif COVID-19. Tentu hal ini bukan hal yang kita harapkan terjadi pada keluarga di kampung kan?
4. Mengemban Status ODP
Sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Surabaya hingga Bali, akan menyematkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bagi masyarakat luar kota yang memasuki daerah tersebut. Status ini mengharuskan ODP untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, sehingga tidak akan jadi leluasa untuk melakukan berbagai macam aktivitas.
Percuma saja Anda mudik ke kampung halaman, tapi Anda harus menyemat status ODP, wajib melakukan isolasi mandiri hingga tidak leluasa bertemu keluarga. Alih-alih pulang kampung, Anda akan lebih aman di rumah saja dan keluarga di kampung juga lebih nyaman.
5. Memutus Mata Rantai Corona
Pandemi virus corona telah berdampak besar bagi stabilitas ekonomi negara. Termasuk para wirausaha kecil dan menengah yang tak lagi bisa berjualan seperti sedia kala, baik karena toko yang harus tutup hingga omset pesanan yang menurun karena masyarakat lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli kebutuhan pokok.
Dengan tidak mudik, Anda akan membantu memutus mata rantai COVID-19 dan memulihkan kondisi ekonomi negeri kembali normal. Anda yang memiliki usaha pun bisa kembali berjualan seperti sediakala.
Penyebaran virus corona dapat dihentikan jika masyarakat saling bekerja sama, salah satu caranya adalah dengan tidak mudik agar tidak menulari keluarga tersayang di kampung. (f)
BACA JUGA :
Pasien Positif COVID19 Terus Bertambah di Luar Jakarta, Pemerintah Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik
Amankah Menyemprotkan Disinfektan Langsung ke Tubuh?
7 Cara Sederhana Menghentikan Kebiasaan Menyentuh Wajah