
Foto: Dok. Freepik
Tahun sudah berganti, namun pandemi masih belum usai. Femina mengulas hasil jajak pendapat online pada Desember lalu yang diikuti 297 responden tentang perilaku bermasker sehari-hari. Ini dia hasilnya.
Belum 100% Taat
Masker jenis apa yang paling diandalkan saat ini? Lebih dari setengah jumlah responden (55%) memilih masker N-95 dan masker medis. Pilihan yang tepat karena hingga saat ini kedua masker tersebut masih dianggap memiliki kemampuan paling tinggi sebagai perlindungan terhadap droplet yang mengandung virus COVID-19. Disusul dengan masker kain sebanyak 34%. Masker kain banyak disukai karena bisa dipakai ulang setelah dicuci bersih. Mengenakan masker medis ataupun masker kain sesuai standar WHO dapat dikatakan aman asal dikenakan dengan benar.
Bila Anda memilih masker medis, jangan lupa untuk memotong atau menggunting tali pengaitnya masker sebelum dibuang. Hal ini untuk mencegah kemungkinan masker bekas itu dijual lagi. Lebih jauh lagi bisa mengurangi resiko terjeratnya biota laut bila ternyata masker berakhir sebagai sampah di lautan. Hanya 61% responden yang melakukannya hal ini, sementara 34% langsung membuangnya tanpa memotong tali pengait.
Masih ada 3% responden yang memilih menggunakan masker berbahan scuba yang sebenarnya telah dilarang penggunaannya oleh pemerintah pada September 2020 lalu. Masker scuba yang elastis memungkinkan efek aerosol dari droplets menembus pori-pori masker. Sebanyak 1% responden yang memilih hanya menggunakan face shield saja saat keluar rumah, dan 2% memilih tidak mengenakan masker dan face shield saat keluar rumah.
Benarkah Cara Mencucinya?
Dengan semakin banyaknya penggunaan masker kain, maka kita perlu tahu cara yang benar mencucinya sehingga masker benar-benar sudah bersih saat dikenakan kembali. Cara terampuh adalah merendamnya dalam air sabun panas, segera setelah kembali ke rumah. Hal ini telah dilakukan 39% dari responden. Mayoritas responden sebanyak 49% memilih merendamnya dalam air sabun sebelum dikucek dan dibilas. Kedua cara ini cukup baik karena adanya faktor air panas dan sabun yang bisa menghilangkan semua kotoran dan kemungkinan virus yang menempel.
Namun masih ada 1% dari responden mengaku hanya mencuci tanpa sabun di bawah air mengalir. Sementara 2% merasa menyemprotkan disinfektan pada masker setelah dipakai sudah menjadi langkah yang cukup aman. Serumit apapun masker premium Anda mencucinya dengan seksama adalah keharusan untuk melindungi diri Anda sendiri. Kalau takut rusak, cucilah di penatu.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.


Foto: Dok. Freepik
Sabar-Sabar Kalau Kurang Nyaman Saat Menggunakan Masker
Melalui survei ini Femina ingin tahu lebih lanjut alasan ataupun kendala mengapa seseorang tidak taat bermasker. Mayoritas responden (34%) mengaku kerap membuka masker ataupun merasa terbebani akibat ukuran yang kurang pas (terlalu longgar atau terlalu sempit). Sementara 22% responden mengaku tali pengait terasa sakit di telinga.
Memang, keluhan ini nyata, dan kita semua mengalaminya. Banyak desainer mencoba memberikan alternatif sebagai solusi. Misalnya tersedianya tali masker yang bisa dipanjangkan, ataupun masker dengan tali ikatan di belakang kepala dan masker one hoop yang kerap dikenakan para pengguna hijab. Kini sudah tersedia beragam ukuran (S,M,L) dan ukuran masker untuk anak-anak.
30% responden mengaku rasa sesak, susah bernafas menjadi kendala yang sangat mengganggu saat harus bermasker. Ada beberapa kemungkinan jika Anda mengalami hal ini. Salah satunya adalah bahan masker yang Anda gunakan. Untuk pengguna masker kain pilih bahan masker 3 lapis dari katun. menggunakan yang kaku dengan banyak bordir dan payet.
Namun yang perlu diingat sudah sewajarnya bila masker mengurangi sedikit kebebasan bernapas. Itu tandanya virus tertahan dan tidak terhirup oleh Anda. Sesak akibat infeksi COVID-19 akan jauh lebih menyesakkan.
Ada sebanyak 3% responden berpendapat mengenakan masker itu tidak modis. Nah, ini mudah sih solusinya. Sering –sering membaca ulasan di Femina tentang kreativitas desainer juga bermacam gaya yang ditampilkan selama #FeminaMaskerChallenge. Semua bisa jadi ide.
Pada saat harus makan dan melepas masker, dimanakah masker diletakkan? Mayoritas responden yaitu sebanyak 35% mengaku menyimpannya dalam wadah plastik tertutup yang steril. Hal ini adalah cara terbaik. Sebanyak 22% responden menyimpannya dalam kantong tas atau baju, 6% menaruhnya di atas meja yang dialasi tisu basah anti septik, dan 9% menaruh masker di atas meja yang telah disemprot disinfektan. Yang cukup mencengangkan, 25% responden memilih menggantungkan masker di area dagu ataupun leher mereka saat makan. Hal yang sangat tidak dianjurkan dan sangat tidak sehat! (f)
