Foto: Pexels


Menjelang akhir tahun, orang bersiap-siap untuk liburan, berkumpul dengan keluarga, teman, dan bepergian untuk bersama orang yang mereka cintai. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, akhir tahun juga menjadi musimnya pernikahan. Namun di tengah pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai, bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita tetap aman dari penularan COVID-19 di musim liburan ini? 

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Ilmuwan dari organisasi kesehatan dunia (WHO), Dr Soumya Swaminathan, seperti dikutip dari laman who.int menjelaskan bahwa dalam kondisi pandemi ini setiap orang harus memiliki kesadaran bagaimana virus COVID-19 bisa menyebar dari orang ke orang. 

Ketika seseorang terinfeksi dan ia batuk atau berbicara atau bahkan terengah-engah, selalu ada tetesan kecil yang keluar dari mulut dengan ukuran berbeda. Dan di dalam tetesan tersebut terkandung partikel virus yang dapat menyebar. 

Dengan mengetahui proses penyebaran virus COVID-19, menurut Dr Soumya Swaminathan, selanjutnya orang perlu memahami langkah terbaik apa yang harus dilakukan. Pertama adalah pentingnya menjaga jarak secara fisik dari orang, setidaknya satu meter jika memungkinkan. Akan lebih baik lagi jika bisa lebih dari itu. 

Kedua, memakai masker, sehingga ketika droplet keluar saat berbicara, percikannya akan terhalang oleh masker, tidak bertebaran ke udara. Ketiga sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau bisa juga menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol. 

Selain itu, tempat tertutup dan tidak berventilasi, memiliki risiko penyebaran yang tinggi. Jika berada di dalam ruangan dengan banyak orang, pastikan pintu dan jendela tetap terbuka. Sedapat mungkin lakukan aktivitas di luar ruangan. Jika kita mengikuti langkah-langkah ini, maka kita dapat mengurangi atau membatasi jumlah penularan virus ini. 

Saat musim liburan, ketika kita cenderung berkumpul dalam kelompok yang lebih besar, menghabiskan waktu bersama dengan teman dan keluarga besar, perlu disadari bahwa hal itu meningkatkan risiko penyebaran virus. Sehingga kita perlu memperhatikan hal-hal tersebut dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. 


Baca selanjutnya: Lindungi Anggota Keluarga dengan Risiko Tinggi

 


Foto: Pixabay


Lindungi Anggota Keluarga dengan Risiko Tinggi

Lantas bagaimana dengan keluarga yang memiliki risiko tinggi terpapar virus COVID-19. Bagaimana kita bisa menjaga mereka tetap aman? Menurut Dr Soumya Swaminathan orang yang berisiko mengalami komplikasi dan menjadi sangat sakit akibat COVID-19 ini adalah mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. 

Siapa saja mereka? Orang tua, yang seiring bertambahnya usia, sistem kekebalannya menjadi kurang mampu melawan infeksi. Orang-orang yang memiliki penyakit dasar seperti tekanan darah tinggi atau diabetes atau penyakit jantung atau penyakit paru-paru kronis. Orang-orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit seperti kanker, yang melemahkan sistem kekebalan. Orang dengan obesitas juga merupakan faktor risiko, termasuk pada usia muda. 

Dr Soumya Swaminathan kembali mengingatkan ketika kita ingin berkumpul dan melakukan perayaan, kita perlu memikirkan siapa di keluarga yang paling berisiko. Siapa yang perlu kita lindungi dan mengurangi risiko mereka? 

Dalam kondisi seperti ini, hal terbaik adalah membatasi kegiatan berkumpul hanya pada anggota rumah tangga yang secara teratur tinggal bersama. Minimalkan pertemuan dengan keluarga besar dalam jumlah yang banyak, karena itu selalu meningkatkan risiko infeksi. 

Mengadakan pertemuan luar ruangan akan lebih aman daripada mengadakan pertemuan di dalam ruangan. Namun kita juga perlu mengingat jarak fisik, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Dan, jika ada yang tidak sehat - menunjukkan gejala batuk atau demam - sebaiknya tidak menghadiri pertemuan keluarga.

Lantas amankah melakukan perjalanan akhir tahun? Sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan akhir tahun, Dr Soumya Swaminathan menyarankan untuk kita bertanya pada diri sendiri: apakah saya benar-benar perlu bepergian? Apakah itu suatu keharusan? Dan jika ya, maka risiko tersebut harus diminimalkan. 

Perlu disadari bahwa tidak ada perjalanan yang bebas risiko, jadi kita harus melakukan banyak hal untuk meminimalkan risiko tersebut. Seperti usahakan untuk menjaga jarak saat berada di dalam transportasi umum seperti pesawat, kereta, atau bus. Jika memungkinkan, biarkan jendela kendaraan yang Anda naiki tetap terbuka sehingga mendapatkan banyak ventilasi. 

Tetap pakai masker setiap saat. Pastikan membawa disinfektan untuk membersihkan tangan atau sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Tidak kalah penting, Tunda dulu rencana bepergian atau liburan ketika Anda merasa kkrang sehat, menderita demam atau batuk. 

Saat tiba di tempat tujuan di mana Anda akan bertemu orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena infeksi, agar benar-benar aman, lebih baik lakukan karantina diri selama 14 hari sebelum Anda benar-benar mulai bergaul dengan keluarga yang lebih besar. Terutama. jika ada orang yang rentan dalam kelompok itu. (f)


Baca Juga: 
Jelang Libur Nataru, Satgas Penanganan Covid-19 Keluarkan Surat Edaran Perketat Mobilitas
Kenali Risiko Mobilitas Agar Terhindar Covid-19
10 Ide Kegiatan Liburan Akhir Tahun di Rumah