Foto: Shutterstock


Aturan PSBB dan jaga jarak membuat kegiatan semua orang kembali tersentralisasi di rumah. Kerja dari rumah, belajar dari rumah, bahkan liburan juga di rumah saja. Tidak dipungkiri, pandemi telah membuat keluarga kembali menjadi tempat utama, pusat segala kegiatan.
 
Ini adalah tantangan baru, terutama untuk para wanita yang harus menjalankan tugas sebagai ibu, bekerja, ditambah satu lagi jadi guru. Selain itu, ibu juga harus lebih cermat menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dan kebersihan rumah agar terhindar dari penularan virus Covid-19.
 
Perubahan yang terjadi memerlukan adaptasi. Di sinilah ibu memiliki fungsi yang sangat penting dan strategis untuk ‘membawa’ anak-anak dan seluruh anggota keluarga mampu melewati masa-masa sulit ini.
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan peran aktif wanita terutama ibu dalam konteks keluarga dan rumah tangga, merupakan kunci pertahanan kesehatan keluarga dari keterpaparan COVID-19. Perlu diingat, kluster keluarga menjadi sumber penularan paling krusial saat ini.
 
Pentingnya peran ibu dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, membuat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengkampanyekan  #IngatPesanIbu. Sebagai sosok yang sangat dihormati dalam keluarga, perkataan ibu dianggap paling manjur dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. “Semua orang pasti dilahirkan dari seorang ibu maka itu kami tempelkan pesan itu dari ibu agar ingatkan anak-anaknya. Orang tua pun asalnya juga dari ibu,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
 
Pesan ibu ini berupa nasihat untuk melaksanakan protokol kesehatan #3M yang terdiri dari; memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Ibu yang mengajarkan dan selalu mengingatkan protokol kesehatan, secara tidak langsung juga menjadi pahlawan dalam memutus rantai penularan COVID-19.

Baca selanjutnya: Mengajak Anak Membiasakan Diri Melakukan protokol Kesehatan
 
 
 

Foto: Shutterstock


Mengajak Anak Membiasakan Diri Melakukan protokol Kesehatan
 
Mengubah kebiasaan dengan cepat bukanlah hal yang mudah. Masih ingat di awal pandemi? TIba-tiba semua orang harus menggunakan masker, tidak boleh keluar rumah, dan tidak boleh saling berdekatan. Bagi orang dewasa, alasan  mengapa kebiasaan baru ini harus dilakukan dapat dimengerti. Tapi, untuk membuat anak-anak mengerti dan melaksanakannya adalah persoalan yang berbeda.
 
Bagi para ibu yang memiliki anak, khususnya yang masih kecil, menjelaskan keadaan yang terjadi saat ini kepada buah hati adalah tantangan tersendiri. Beberapa waktu lalu dalam Instagram Live Femina bekerjasama dengan Satgas Penanganan Covid -19, artis dan presenter Kamidia Radisti, ibu dari Kaira (10), Raika (7), dan Biru (5) berbagi pengalamannya dalam menjelaskan kepada anak mengenai Covid-19 dan mengajak mereka untuk mengikuti protokol kesehatan saat ini.
 
Di awal, Disti berpikir bahwa akan susah menjelaskan kepada anak-anak akan kebiasaan baru ini. Namun, nyatanya tidak demikian. Tentu anak-anak akan bertanya mengapa harus pakai masker, sering-sering cuci tangan, dan kenapa tidak pergi ke sekolah serta di rumah saja. Menjawab semua pertanyaan itu, sebisa mungkin Disti menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti oleh anak-anaknya mengapa semua ini harus dilakukan.
 
Soal mencuci tangan, tidak ada kendala bagi Disti untuk mengajak anak-anak melakukan kebiasaan ini. Sebab, sebelum pandemi ada, cuci tangan sudah menjadi kebiasaan di dalam keluarga kecilnya. Disti mengaku harus sering mengingatkan untuk menjaga jarak saat bertemu orang lain. Begitupun soal memakai masker, “Masih harus diingatkan untuk tidak menaruhnya sembarangan,” aku Disti.
 
“Pernah suatu hari, kami berlima berkendara dengan mobil keliling Jakarta. Hanya di dalam mobil saja. Anak-anak melihat sendiri bagaimana sepinya Jakarta. Orang-orang tidak keluar rumah,” ujar Miss Indonesia 2007 ini. Ini salah satu cara Disti menunjukkan bahwa tidak mereka saja yang melakukan kebiasan baru. Semua orang pun melakukannya.
 
Sebelum menjelaskan tentang COVID-19 dan protokol kesehatan yang dilakukan sekarang ini, penting untuk para ibu membekali dirinya sendiri dengan informasi yang benar mengenai COVID-19. Sebab, tidak sedikit asumsi-asumsi keliru mengenai virus ini.
 
Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli mengatakan bahwa sebenarnya tidak sulit untuk mengajak anak- anak. “Sebenarnya anak-anak itu paling fleksibel dalam mengikuti perubahan. Namun, terkadang justru orang tuanya yang agak kaku,” terang Verauli. Ia juga mengatakan bahwa anak-anak banyak belajar dari meniru, oleh sebab itu jadilah orang tua yang bisa dijadikan contoh oleh mereka dengan melakukan protokol kesehatan baru ini.
 
Hal ini sejalan dengan pendapat Disti yang menurutnya lebih mudah mengajarkan anak-anak yang masih bergantung pada orang tua dari pada orang dewasa yang sudah memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri. (f)