Foto: Pixabay


Situasi penyebaran virus COVID-19 di Indonesia saat ini masih terus berkembang, dengan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat. Pemerintah Indonesia lewat Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid 19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta mengungkap jumlah kasus orang yang positif virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia bertambah 65 kasus baru sehingga total hingga Senin (23/3) ada sebanyak 579 kasus. Sementara yang meninggal menjadi 49 orang dan sembuh menjadi 30 orang.

Yuri merincikan, ada 65 kasus baru itu di antaranya di Bali tiga orang, Banten sembilan orang, DKI Jakarta 44 orang, Jambi satu orang, Kalimantan Timur dua orang, Kepulauan Riau dan Maluku Utara masing-masing satu orang, serta empat orang masih dalam verifikasi di lapangan.

Pemerintah Indonesia saat ini secara terus menerus melakukan berbagai upaya pencegahan dan mitigasi, salah satunya dengan menyiapkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh negara untuk mengendalikan laju penyebaran virus tersebut dan penyediaan sebanyak 10.000 alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

Namun, dalam memerangi COVID-19, pemerintah tidak dapat jalan sendiri, perlu dukungan dari masyarakat luas juga korporasi. Beberapa platform digital memulai kolaborasi untuk membantu pemerintah menangani pandemi ini. 

Whatsapp misalnya, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan hotline terkait COVID-19. Layanan hotline lewat Whatsapp ini gratis dan dirancang untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat seputar COVID-19. Sebagai sumber informasi, layanan ini juga akan memberikan rekomendasi dan tips sederhana kepada petugas kesehatan agar senantiasa aman dan terlindungi dari penyebaran COVID-19. 

Hotline COVID-19 didesain dalam WhatsApp Business API, bekerja sama dengan DAMCorp, yang membantu organisasi dalam menjalin komunikasi dengan pelanggan mereka. WhatsApp Business API saat ini merupakan sistem tercanggih bagi bisnis menengah dan besar dalam menjalin komunikasi dengan pelanggan mereka. 

Baru-baru ini, WhatsApp juga berkolaborasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), dan meluncurkan Pusat Informasi COVID-19 WhatsApp yang menyediakan panduan sederhana bagi para petugas kesehatan, tenaga pengajar, tokoh masyarakat, organisasi nirlaba, jajaran pemerintah, serta pelaku bisnis yang senantiasa mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi. Situs ini juga menawarkan tips dan konten umum bagi pengguna di seluruh dunia demi mengurangi penyebaran rumor dan membuka akses terhadap informasi kesehatan yang akurat. 

Chief Operating Officer WhatsApp, Matt Idema, mengungkapkan dalam kondisi penuh kewaspadaan seperti ini, banyak orang yang mengandalkan WhatsApp untuk tetap terhubung dan memberikan dukungan kepada teman, keluarga, dan orang-orang sekitar mereka. 

Selain Whatsapp, Waze, aplikasi navigasi berbasis komunitas, telah menambahkan titik-titik pusat pemeriksaan medis dan rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia pada petanya. Pengguna Waze dapat memasukkan kata kunci seperti “COVID”, “covid”, “coronavirus”, “corona virus”, dan “rumah sakit corona” untuk menemukan lokasi-lokasi pusat pemeriksaan terdekat.

“Jika pengguna kami mengalami gejala demam, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan sesak napas, mereka sangat disarankan untuk melakukan prosedur pemeriksaan di rumah sakit terdekat, yang dapat mereka temukan lokasinya di Waze,” kata Marlin R. SiahaanCountry Manager Waze Indonesia.

Menurut Marlin, Waze berkomitmen untuk membantu para pengemudi agar tetap aman selama COVID-19 masih mewabah, dengan memberikan informasi akurat dan up-to-date mengenai lokasi penutupan jalan, perawatan, dan pemeriksaan kesehatan terkait.


Baca Selanjutnya: Edukasi COVID-19 Lewat Telemedicine

 

Foto: Pixabay


Edukasi COVID-19 Lewat Telemedicine

Berdasar data World Health Organization, sekitar 80% pasien COVID-19 di dunia hanya mengalami 2 gejala ringan, dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Untuk itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang tepat tentang virus corona baru ini, salah satunya edukasi lewat platform kesehatan agar bisa emnjangkau lebih banyak orang. 

Gojek bekerjasama dengan Halodoc dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghadirkan inovasi lewat Layanan Telemedicine “Check COVID-19”, shuffle card di aplikasi Gojek yang akan mengarahkan pengguna ke layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc. 

Lewat Check COVID-19 di aplikasi Halodoc, pengguna dapat berkonsultasi mengenai gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan “self-assessment” atau pemeriksaaan sendiri terkait COVID-19. Apabila ada dugaan menderita COVID-19, dokter dari Halodoc akan melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah agar penyebaran penyakit bisa diminimalisir. Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. 

“Dengan adanya pemeriksaan awal ini, kami percaya kami bisa membantu meringankan beban pelayanan di rumah sakit, mempercepat deteksi COVID-19 dan menghindari orang harus keluar rumah untuk tes sehingga pandemi COVID-19 bisa segera berlalu,” kata Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek Group. 

Sedangkan Jonathan Sudarta, CEO Halodoc mengatakan Sistem pemeriksaan awal Halodoc akan membantu menyaring masyarakat dengan risiko COVID-19 rendah, medium hingga tinggi. Saat ini, Halodoc membebasbiayakan layanan konsultasi dokter umum khusus COVID-19. Layanan konsultasi online ini didukung oleh lebih dari 20.000 dokter berlisensi dan berpengalaman di dalam ekosistem Halodoc. 

Serupa, Alodokter, perusahaan pengembang teknologi solusi kesehatan di Indonesia, meluncurkan sebuah layanan digital yang mampu melakukan pengujian mandiri risiko tertular virus Corona. 

Layanan ini dapat diakses secara gratis bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, guna mendukung Program KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dari Kementerian Kesehatan dalam menghadapi COVID 19. Layanan digital ini diklaim mampu melakukan interaksi cepat dalam menjawab pertanyaan seputar virus Corona, sehingga memberikan kemudahan penyampaian informasi yang akurat dalam pengujian mandiri risiko tertular virus Corona.

Lantas bagaimana tanggapan masyarakat pada layanan edukasi COVID-19 lewat telemedicine? Suci Arumsari, Co-Founder dan Director Alodokter mengatakan bahwa sejak aktif minggu lalu, layanan digital Alodokter ini sudah diakses lebih dari 900,000 masyarakat Indonesia. 

Bersama kita bisa mengatasi masalah pandemi COVID-19. Together, we do it! (f)


Baca Juga: 
Waspada, Gejala Ini Biasanya Dirasakan Pasien COVID-19 Berusia Muda
Tes Cepat COVID-19 Sudah Dilakukan, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Beberapa Obat Untuk COVID-19 Diuji Coba, Salah Satunya Obat Antimalaria