Foto: Pixabay
 
 
Keluarga penyanyi religi, Opick baru saja dilanda duka karena kepergian istri keduanya, Wulan Mayasari pada Minggu malam (18/8).
 
Dua bulan lalu, Wulan harus menjalani kuretase karena bayinya meninggal di dalam kandungan saat telah berusia 8 bulan. Setelah itu, kondisi kesehatannya terus memburuk.
 
Sebetulnya apa penyebab kematian janin dalam kandungan atau IUFD (Intra uterine foetal death) seperti yang terjadi pada Wulan?
 
Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, dari ibu maupun kelainan di janin. Sayangnya, kelainan pada janin sering diabaikan dan tidak diperiksa.  Banyak kelainan bawaan pada janin yang sulit diketahui saat kehamilan.  Salah satu penyebab IUFD adalah adanya infeksi di saluran kemih. 
 
Dalam insiden janin meninggal menjelang persalinan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut dr. Kanadi Sumapraja, SpOG seperti yang dilansir dari Ayahbunda.co.id, penyebab kematian janin jelang persalinan dapat dilihat dari 3 hal: sisi janin, ibu, dan sistem penunjang kehidupan janin di rahim (plasenta dan tali pusat).
 
Perlu juga dicermati apakah akibat dari proses yang sudah berlangsung lama (kronik) atau baru saja terjadi (akut)? Jika kronik, biasanya terlihat dari perkembangan janin yang tidak normal.
 
Yang perlu dicek juga, apakah ibu memiliki kelainan medis yang mempengaruhi janin, seperti diabetes, hipertensi, penyakit kelainan darah, dan lainnya. Ibu dengan riwayat kehamilan buruk atau kematian bayi berturut-turut (Recurrent Pregnancy Loss) juga berisiko. Sebelumnya, Wulan juga diketahui memiliki riwayat diabetes. 

Selanjutnya: Insiden Janin Meninggal Akibat Terlilit Tali Pusat

Baca juga:
Ibu Hamil, Waspadai Hipertensi Paru-Paru!

2 Risiko Kehamilan di Usia 40 Tahun

Simak juga berbagai ulasan menarik seputar kehamilan dan kesehatan ibu di Ayahbunda.co.id
 
 

  
Namun ibu hamil bisa mendeteksi dengan selalu memastikan apakah janin melakukan gerakan, gerakannya lamban atau tidak bergerak sama sekali, terutama di trimester 3. Selain itu juga bisa dideteksi lewat pemeriksaan USG.
 
Dari sisi janin, apakah ada kelainan bawaan fatal, misal kelainan kromosom atau genetikan? Amati penampilan janin, apakah ada kelainan bawaan, di kepala atau perut?
 
Dari sisi seperti plasenta, apakah ada kelainan pada penampakan tali pusat dan plasenta sehingga menganggu suplai bahan makanan dari ibu ke janin? 
 
Dalam insiden janin meninggal akibat terlilit tali pusat, menurut Dr. Arie A Polim, SpOG, hal tersebut terjadi karena bayi bergerak bebas di dalam rahim dan tali pusat yang panjangnya sekitar 55 cm itu melilit lehernya. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke janin jadi berkurang, bahkan bisa berhenti total yang mengakibatkan kematian janin. Tidak ada pencegahannya.
 
Jika ingin mengetahui penyebab pasti kematian janin, lakukan eksplorasi memadai agar kehamilan selanjutnya ditanggulangi dengan baik. (f)


Simak juga berbagai ulasan menarik seputar kehamilan dan kesehatan ibu di Ayahbunda.co.id


Baca juga:

Hampir Meninggal Saat Melahirkan Anak Pertama, Serena Williams Menyerukan Pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak

Lakukan 3 Hal Ini untuk Mempersiapkan Kehamilan yang Sehat