Foto: Dok. Dries Van Noten
Bermula dari sebuah pertemuan kecil pada bulan Maret lalu di Champs Elysees, Dries Van Noten untuk presentasi musim semi 2020 ini menggandeng seorang maestro adi busana, Christian Lacroix. Berbeda dengan Van Noten yang masih rutin melakukan presentasi, Christian Lacroix telah berhenti melakukan presentasi lini adi busana atas namanya 10 tahun silam, dan terakhir tercatat melakukan presentasi adi busana adalah untuk rumah mode Elsa Schiaparelli pada tahun 2013.
Meski masih menerima pemesanan pribadi gaun made-to-order, aksesori, desain interior, dan mendesain kostum pertunjukkan opera, Lacroix dapat dikatakan telah lama tidak tampak karyanya pada panggung pekan mode dunia, hingga 25 September 2019 lalu Dries Van Noten meminta bantuan sang maestro untuk menyempurnakan koleksi busana wanita siap pakai miliknya, bertempat di Opera Bastille, Paris.
Berasal dari dua kutub mode yang berbeda, Lacroix dikenal dengan permainan extravagant volume, warna penuh keceriaan, permainan ruffles, desain yang berani dan dramatis juga puitis. Sebaliknya, Van Noten dikenal dengan karya-karya busana siap pakainya yang mengedepankan aksen print, bordir, tabrak material dan motif, serta desain minimalis yang sederhana, sehingga koleksi kali ini menjadi peleburan dua kutub yang menciptakan sinergi baru.
Koleksi kolaborasi ini menjadi sebuah koleksi keseimbangan. Koleksi busana siap pakai bernafaskan haute couture, kebebasan mendesain dan komersialitas. Permainan material desain dan fungsional sehari-hari, juga antara padu padan potongan minimalis dan siluet bervolume penuh drama. Sebuah koleksi pencarian keseimbangan antara realita dengan imajinasi.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
Foto: Dok. Dries Van Noten
Ini bukanlah koleksi tribute ataupun persembahan untuk Christian Lacroix dari Dries Van Noten, koleksi ini merupakan koleksi kolaborasi, implementasi ide dan penyempurnaan desain dengan memaksimalkan karakter dan gaya kedua desainer.
Tampak material penuh warna dalam tabrak corak yang berani, seluruhnya dituang dalam desain penuh keceriaan yang dapat dipereteli menjadi tampilan sehari-hari penuh fungsi. Aksen khas Lacroix seperti kembungan pada lengan, ruffles, permainan pita dan aksen bulu, serta tailoring presisi membalut sosok wanita masa kini yang tangguh dan percaya diri khas Van Noten menghiasi presentasi malam tersebut.
Tak ada perayaan 10 Tahun tutupnya rumah mode Christian Lacroix yang lebih cocok daripada presentasi kemunculan koleksi kolaborasi, instingnya sebagai seorang maestro disesuaikan dengan keahlian Dries Van Noten dalam menjadi desainer terdepan yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Sebuah koleksi keseimbangan dalam dunia busana siap pakai, tepat di pembuluh utama jantung mode dunia, Paris Fashion Week. (f)
Baca Juga
Langkah Jenjang Devita Ravani, Model Indonesia yang Menjajal Milan Fashion Week
Boho Queen, Selebrasi Karya Ghea Panggabean di Ranah Industri Mode Indonesia
Satu Dekade Upaya Hian Tjen Mengejar Kesempurnaan Adibusana