
Ratu Cersei, salah satu wanita tercantik dan bisa melakukan segala cara untuk meraih kekuasaaan.
Foto: gameofthrones.com
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Plennary Meeting, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018 menjadi sorotan karena menggunakan analogi film seri Game of Thrones.
Namun, akhir-akhir ini, hubungan antar-negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”.
Demikian analogi presiden. Selanjutnya, Jokowi menyampaikan.
Dalam serial“Game of Thrones”, sejumlah houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali “the Iron Throne”. “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar-para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan, dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain.
Namun, yang mereka lupa, tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang Evil Winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran.
Kontan saja, publik terkesima dengan analogi itu. Seperti biasa, ada yang pro dan memuji kelihaian tim penyusun pidato dalam pemilihan analogi sesuai konteks, namun ada juga yang mengeritik. Terlepas dari pro kontra itu, Game of Thrones pun kembali diperbincangkan.
Bagaimana pun film seri ini sangat fenomenal. Diadaptasi dari novel karya George RR Martin, hingga kini, fans sedang penasaran dan tidak sabar menunggu musim kedelapan, yang menjanjikan pertarungan puncak kaum manusia di Westeros dengan makluk magic, Evil Winter.
Anda belum menjadi GTO-er (sebutan untuk fans Game of Thrones (GTO)? Jangan khawatir, berikut ini 5 hal penting bagi pemula.
Namun, akhir-akhir ini, hubungan antar-negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”.
Demikian analogi presiden. Selanjutnya, Jokowi menyampaikan.
Dalam serial“Game of Thrones”, sejumlah houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali “the Iron Throne”. “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar-para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan, dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain.
Namun, yang mereka lupa, tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang Evil Winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran.
Kontan saja, publik terkesima dengan analogi itu. Seperti biasa, ada yang pro dan memuji kelihaian tim penyusun pidato dalam pemilihan analogi sesuai konteks, namun ada juga yang mengeritik. Terlepas dari pro kontra itu, Game of Thrones pun kembali diperbincangkan.
Bagaimana pun film seri ini sangat fenomenal. Diadaptasi dari novel karya George RR Martin, hingga kini, fans sedang penasaran dan tidak sabar menunggu musim kedelapan, yang menjanjikan pertarungan puncak kaum manusia di Westeros dengan makluk magic, Evil Winter.
Anda belum menjadi GTO-er (sebutan untuk fans Game of Thrones (GTO)? Jangan khawatir, berikut ini 5 hal penting bagi pemula.

Kehidupan keras dan penuh intrik dalam kisah rekaan penulis George RR Martin.
Foto: gameofthrones.com
Bagaimana ‘dunia’ dalam Game of Thrones, bayangkan kehidupan di zaman abad pertengahan,atau zaman-zaman Raja Arthur ketika persenjataan masih primitive dalam bentuk pedang, kapak, lembing, panah dan lain-lain. Orang-orang berkuda, dan para bangsawan berkuasa: para Lord, Lady, juga Raja dan Ratu.
Ada 4 benua dalam kisah Game of Thrones, namun cerita berjalin di dua benua di antaranya, yaitu Westeros dan Essos. Namun, sebagian besar, setting tempatnya berada di Westeros, tempat kerjaan bernama Seven Kingdoms berada.
Ketika cerita dimulai, Westeros sedang dilanda musim panas berkepanjangan, dan musim dingin terakhir sudah lama terjadinya. Maka, istilah Winter is Coming seperti slogan Klan Stark, klan yang berkuasa di Westeros bagian Utara, dan merupakan protagonist dalam kisah ini, akan selalu disebut-sebut di sekujur jalan cerita.
Ada 4 benua dalam kisah Game of Thrones, namun cerita berjalin di dua benua di antaranya, yaitu Westeros dan Essos. Namun, sebagian besar, setting tempatnya berada di Westeros, tempat kerjaan bernama Seven Kingdoms berada.
Ketika cerita dimulai, Westeros sedang dilanda musim panas berkepanjangan, dan musim dingin terakhir sudah lama terjadinya. Maka, istilah Winter is Coming seperti slogan Klan Stark, klan yang berkuasa di Westeros bagian Utara, dan merupakan protagonist dalam kisah ini, akan selalu disebut-sebut di sekujur jalan cerita.

Para anggota Garda Malam di Kastil Hitam
Foto:gameofthrones.com
The Wall atau Tembok Besar adalah lokasi penting di sepanjang musim film seri ini. Tembok Besar ini dibangun sejak 8000 tahun sebelum kisah ini dimulai, ketika terjadi musim dingin panjang berjuluk “The Long Night”. Tembok Besar dibangun mengunakan sihir untuk menjadi pembatas agar White Walkers tidak bisa kembali lagi ke dunia manusia.
Tembok Besar berupa bangunan sepanjang 482.803 kilometer dan setinggi 213 meter. Di sepanjang Tembok Besar, terdapat 19 kastil, dan sebagian besar di antaranya kosong dan runtuh saat cerita dimulai. Di tengah-tengah Tembok Besar, berdiri Kastil Hitam, yang menjadi pusat, dan tempat tinggal utama para Garda Malam, yang menjaga perbatasan utara.
Tembok Besar berupa bangunan sepanjang 482.803 kilometer dan setinggi 213 meter. Di sepanjang Tembok Besar, terdapat 19 kastil, dan sebagian besar di antaranya kosong dan runtuh saat cerita dimulai. Di tengah-tengah Tembok Besar, berdiri Kastil Hitam, yang menjadi pusat, dan tempat tinggal utama para Garda Malam, yang menjaga perbatasan utara.

Sansa Stark (tengah) dan Ned Stark (kanan), klan protagonis yang berkuasa di Utara.
Foto: gameofthrones.com
Winterfell dan Klan Stark
Di dunia game of Thrones, di Kerajaan Westeros, ada klan-klan besar yang berkuasa, saling bersekutu, bersaing, mengkhianati satu sama lain, berperang, demi meraih kekuasaan. Setidaknya ada 5 klan besar, yaitu House Stark, House Barratheon, House Lannister, House Tully, HouseTyrell dan House Targaryen. Protagonis di GTO adalah Klan Stark yang berkuasa di Utara.
The North, dulunya adalah satu dari 7 Kerajaan yang eksis di Westeros. Utara diperintah oleh Lords dari Winterfell, yaitu klan Stark. Klan ini menggunakan lambing dire wolf, dengan semboyan Winter is Coming. Dire wolf adalah serigala raksasa, yang langka dan hanya hidup di kawasan Utara.
Saat cerita dimulai, Winterfell dipimpin oleh Lord Eddard (Ned) Stark, yang menikah dengan Catelyn, dari klan Tully. Pernikahan mereka dikarunia 5 anak, Robb, Sansa, Arya, Brandon (Bran) dan Rickon. Ned memiliki anak haram, Jon Snow, yang menjadi kerikil dalam hubungannya dengan Catelyn, meski pada masa itu memiliki anak haram adalah hal biasa. Persoalannya, Ned tidak pernah mau membuka jati diri ibu kandung Jon.
Anak haram tidak bisa memakai nama belakang klan ayahnya, namun menggunakan nama generic dari kawasan kekuasaan mereka. Snow dipakai untuk nama belakang anak haram di kawasan utara.
Intrik dimulai ketika Ned, yang adalah sahabat karib dan sudah dianggap layaknya saudara oleh Raja Robert Baratheon, Raja yang berkuasa di tahta Besi di King’s Landing, diminta Raja Robert untuk menjadi tangan kanannya di ibukota. Setelah raja Robert meninggal dunia, Ned mendapati konspirasi gelap yang didalangi istri raja, Ratu Cersei yang berasal dari klan Lannister. Termasuk dugaan inses antara Cersei dengan saudara kembarnya, Jamie Lannister, yang menghasilkan tiga anak Joffrey Baratheon, Myrcella Baratheon dan Tomen Baratheon.
“When you play the Game of Thrones, you win or you die.” Begitu kata Ratu Cersei kepda Ned saat ia dikonfrontasi bahwa Joffrey adalah bukan anak Raja Robert. Konflik keduanya berujung pemenggalan kepala Ned, dengan tuduhan pengkhianatan terhadap Tahta Besi. Pemenggalan Ned juga menandai dimulainya babak baru: peperangan antar klan.
The North, dulunya adalah satu dari 7 Kerajaan yang eksis di Westeros. Utara diperintah oleh Lords dari Winterfell, yaitu klan Stark. Klan ini menggunakan lambing dire wolf, dengan semboyan Winter is Coming. Dire wolf adalah serigala raksasa, yang langka dan hanya hidup di kawasan Utara.
Saat cerita dimulai, Winterfell dipimpin oleh Lord Eddard (Ned) Stark, yang menikah dengan Catelyn, dari klan Tully. Pernikahan mereka dikarunia 5 anak, Robb, Sansa, Arya, Brandon (Bran) dan Rickon. Ned memiliki anak haram, Jon Snow, yang menjadi kerikil dalam hubungannya dengan Catelyn, meski pada masa itu memiliki anak haram adalah hal biasa. Persoalannya, Ned tidak pernah mau membuka jati diri ibu kandung Jon.
Anak haram tidak bisa memakai nama belakang klan ayahnya, namun menggunakan nama generic dari kawasan kekuasaan mereka. Snow dipakai untuk nama belakang anak haram di kawasan utara.
Intrik dimulai ketika Ned, yang adalah sahabat karib dan sudah dianggap layaknya saudara oleh Raja Robert Baratheon, Raja yang berkuasa di tahta Besi di King’s Landing, diminta Raja Robert untuk menjadi tangan kanannya di ibukota. Setelah raja Robert meninggal dunia, Ned mendapati konspirasi gelap yang didalangi istri raja, Ratu Cersei yang berasal dari klan Lannister. Termasuk dugaan inses antara Cersei dengan saudara kembarnya, Jamie Lannister, yang menghasilkan tiga anak Joffrey Baratheon, Myrcella Baratheon dan Tomen Baratheon.
“When you play the Game of Thrones, you win or you die.” Begitu kata Ratu Cersei kepda Ned saat ia dikonfrontasi bahwa Joffrey adalah bukan anak Raja Robert. Konflik keduanya berujung pemenggalan kepala Ned, dengan tuduhan pengkhianatan terhadap Tahta Besi. Pemenggalan Ned juga menandai dimulainya babak baru: peperangan antar klan.

Daenarys Targaryen, ibu pada naga.
Foto: gameofthrones.com
House Targaryen sebetulnya bukan asli dari Westeros. Targaryen yang merupakan penguasa naga datang dari Valyria, kota kuno yang berlokasi di sebuah teluk di Essos. Bencana alam yang dijuluki the Doom of Valyria, menghancurkan Valyria. Orang-orang klan penguasa naga, Klan Targaryen, pergi ke Westeros dan berhasil menguasai kawasan bernama Dragonstone.
Setelah 100 tahun dari kehancuran Valyria, Klan Targaryen yang dipimpin Aegon I Targaryen memutuskan untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Seven Kingdoms untuk disatukan emnjadi hanya satu kerjaan. Dengan mengandalkan tiga naga yang selamat, Aegon berhasil menyatukan Westeros dan menjadi Raja secara turun menurun hingga 300 tahun sebelum akhirnya dijungkalkan dari tahta oleh pemberontakan Robert Baratheon yang didampingi Ned Stark.
Setelah 100 tahun dari kehancuran Valyria, Klan Targaryen yang dipimpin Aegon I Targaryen memutuskan untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Seven Kingdoms untuk disatukan emnjadi hanya satu kerjaan. Dengan mengandalkan tiga naga yang selamat, Aegon berhasil menyatukan Westeros dan menjadi Raja secara turun menurun hingga 300 tahun sebelum akhirnya dijungkalkan dari tahta oleh pemberontakan Robert Baratheon yang didampingi Ned Stark.

Rhaegar dan Lyanna, pemicu pecahnya pemberontakan Robert Baratheon.
Foto:gameofthrones.com
Pemberontakan Robert Baratheon
Bertahtanya Robert Baratheon di Iron Throne sebetulnya berawal dari wanita, yaitu Lyanna Stark. Liana, adik Ned, adalah tunangan Robert. Robert sangat mencintai Lyanna yang digambarkan memiliki kecantikan yang luar biasa.
Sementara, Raja yang berkuasa di Tahta Besi saat itu adalah King Aeyrs II Targaryen. Dia dijuluki Raja Gila karena sangat kejam dan paranoid. Ia gemar membunuh tanpa alasan yang jelas, dengan senajata andalan: membakar orang-orang yang ingin dibunuhnya.
Pada masa itu, Lord dari House Lannister yang berkuasa di Casterly Rock adalah Tywin Lannister. Ia sangat loyal pada Raja Aerys dan menjadi Tangan Kanan Raja. Lannister meruapakan klan terkaya di Westeros dan memiliki cadangan emas yang banyak di daerah kekuasaannya. Karena takut akan kekuatan Tywin Lannister, maka Raja Aerys menunjukkan Jamie Lannister, anak laki-laki sulung Tywin, untuk menjadi salah satu pasukan Penjaga Raja.
Anggota Penjaga Raja disumpah untuk tidak boleh menikah, dan tidak diwariskan kepada siapapun. Dan penugasan ini bersifat seumur hidup. Dengan demikian, kemungkinan Tywin untuk memberontak akan kecil, karena ia pasti tidak akan menginginkan anak laki-laki kesayangannya mati. Hal inilah yang membuat Tywin berhenti sebagai Tangan Kanan Raja dan memilih untuk kembali ke kastilnya.
The Mad King memiliki tiga anak. Rhaegar (putra sulung dan pewaris sah tahta), Viserys dan Daenerys. Rhaegar menikah dengan Elia Martell dari Dorne, salah satu kerajaaan di Westeros yang terakhir takluk dan bergabung dalam Seven Kingdoms. Kehidupan Rhaegar dan Elia yang memiliki beberapa anak goncang ketika pada suatu turnamen ketangkasan perang, Rhaegar melihat Lyanna.
Rhaegar yang memenangi turnamen memberikan rangkaian bunga mawar biru kepada Lyanna dan menyebut Lyanna sebagai Ratu Cinta dan Ratu Kecantikan, ya..di depan istrinya!
Rhaegar kemudian menculik Lyanna. Hal ini membuat marah klan Stark, sehingga membuat Brandon (anak tertua dari tiga bersaudara: Brandon-Ned-Lyanna) pergi ke King’s Landing untuk meminta keadilan kepada Raja Earys. Sayangnya, Raja Gila justru menahan Brandon Stark, dan ketika ayah Brandon, Rickard Stark datang untuk melepaskan Brandon, mereka malah dibakar oleh Raja Gila.
Kejadian ini yang kemudian membuat Robert, sang tunangan Lyanna dan Ned Stark mengangkat senjata untuk melawan Raja Gila. Meski pada masa itu mereka masih sama-sama remaja. Setelah berkali-kali pertempuran, Robert berhasil membunuh Rhaegar dengan senjata godamnya di pertempuran di Sungai Trident. Nasib Lyanna pun tragis, yaitu meninggal oleh penyebab yang misterius.
Sementara itu, istri raja Gila melahirkan anak ketiganya, Daenerys. Setelah pemberontakan Robert berhasil, Daenerys dan Viserys dilarikan ke Essos oleh salah satu pengikut Klan Targaryen yang loyal.
Ketika pemberontakan di ambang kemenangan, Tywin Lannister bergabung dengan pemberontakan Robert dan Jamie Lannister sendiri yang membantai Raja Gila yang berencana akan membumihanguskan King’s Landing.
Singkatnya, Robert menjadi Raja dan menikahi anak perempuan Tywin Lannister, Cersei yang juga digambarkan sebagai wanita sengat cantik namun juga kejam. Setelah pemberontakan usia, Ned pulang ke Winterfell untuk menjadi Lord Winterfell dengan membawa bayi Jon, yang dia akui sebagai anak haramnya. (f)
Sementara, Raja yang berkuasa di Tahta Besi saat itu adalah King Aeyrs II Targaryen. Dia dijuluki Raja Gila karena sangat kejam dan paranoid. Ia gemar membunuh tanpa alasan yang jelas, dengan senajata andalan: membakar orang-orang yang ingin dibunuhnya.
Pada masa itu, Lord dari House Lannister yang berkuasa di Casterly Rock adalah Tywin Lannister. Ia sangat loyal pada Raja Aerys dan menjadi Tangan Kanan Raja. Lannister meruapakan klan terkaya di Westeros dan memiliki cadangan emas yang banyak di daerah kekuasaannya. Karena takut akan kekuatan Tywin Lannister, maka Raja Aerys menunjukkan Jamie Lannister, anak laki-laki sulung Tywin, untuk menjadi salah satu pasukan Penjaga Raja.
Anggota Penjaga Raja disumpah untuk tidak boleh menikah, dan tidak diwariskan kepada siapapun. Dan penugasan ini bersifat seumur hidup. Dengan demikian, kemungkinan Tywin untuk memberontak akan kecil, karena ia pasti tidak akan menginginkan anak laki-laki kesayangannya mati. Hal inilah yang membuat Tywin berhenti sebagai Tangan Kanan Raja dan memilih untuk kembali ke kastilnya.
The Mad King memiliki tiga anak. Rhaegar (putra sulung dan pewaris sah tahta), Viserys dan Daenerys. Rhaegar menikah dengan Elia Martell dari Dorne, salah satu kerajaaan di Westeros yang terakhir takluk dan bergabung dalam Seven Kingdoms. Kehidupan Rhaegar dan Elia yang memiliki beberapa anak goncang ketika pada suatu turnamen ketangkasan perang, Rhaegar melihat Lyanna.
Rhaegar yang memenangi turnamen memberikan rangkaian bunga mawar biru kepada Lyanna dan menyebut Lyanna sebagai Ratu Cinta dan Ratu Kecantikan, ya..di depan istrinya!
Rhaegar kemudian menculik Lyanna. Hal ini membuat marah klan Stark, sehingga membuat Brandon (anak tertua dari tiga bersaudara: Brandon-Ned-Lyanna) pergi ke King’s Landing untuk meminta keadilan kepada Raja Earys. Sayangnya, Raja Gila justru menahan Brandon Stark, dan ketika ayah Brandon, Rickard Stark datang untuk melepaskan Brandon, mereka malah dibakar oleh Raja Gila.
Kejadian ini yang kemudian membuat Robert, sang tunangan Lyanna dan Ned Stark mengangkat senjata untuk melawan Raja Gila. Meski pada masa itu mereka masih sama-sama remaja. Setelah berkali-kali pertempuran, Robert berhasil membunuh Rhaegar dengan senjata godamnya di pertempuran di Sungai Trident. Nasib Lyanna pun tragis, yaitu meninggal oleh penyebab yang misterius.
Sementara itu, istri raja Gila melahirkan anak ketiganya, Daenerys. Setelah pemberontakan Robert berhasil, Daenerys dan Viserys dilarikan ke Essos oleh salah satu pengikut Klan Targaryen yang loyal.
Ketika pemberontakan di ambang kemenangan, Tywin Lannister bergabung dengan pemberontakan Robert dan Jamie Lannister sendiri yang membantai Raja Gila yang berencana akan membumihanguskan King’s Landing.
Singkatnya, Robert menjadi Raja dan menikahi anak perempuan Tywin Lannister, Cersei yang juga digambarkan sebagai wanita sengat cantik namun juga kejam. Setelah pemberontakan usia, Ned pulang ke Winterfell untuk menjadi Lord Winterfell dengan membawa bayi Jon, yang dia akui sebagai anak haramnya. (f)