
Foto: Unsplash
Bergandengan tangan untuk melakukan penggalangan dana untuk mengatasi masa-masa sulit di tengah pandemi COVID-19 dilakukan oleh kreator konten, @rachelvennya yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mengumpulkan donasi guna menyediakan alat pelindung diri bagi para petugas kesehatan Indonesia melalui layanan Kitabisa.com.
Sedangkan aktris Enzy Storia melalui akun Instagram @enzystoria dan kreator konten Dion Mulya (@dionmulya) mengumumkan bahwa mereka akan membantu meringankan beban 20 keluarga yang kepala keluarganya telah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau sudah positif COVID-19. Para keluarga tersebut dapat menghubungi Enzy maupun Dion melalui Instagram Direct.
Sejumlah tokoh lain juga telah menginisiasi ragam bantuan sebagai bentuk perhatian mereka terhadap masalah yang tengah melanda dunia. Anne Avantie, Adib Hidayat, dan Agus Sari adalah beberapa di antaranya. Bersama kita bisa bisa melewati masa sulit ini dengan lebih baik.
Baca selanjutnya: 1/ Anne Avatie, Produksi Hazmat untuk Rumah Sakit

Foto: Dok. Yayasan Anne Avantie
1/ Anne Avatie, Produksi Hazmat untuk Rumah Sakit
Memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap dunia kesehatan, perancang busana Anne Avantie tergerak untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa hazmat atau pakaian dekontaminasi bagi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.
“Kami mencari sendiri bahan baku pembuatannya, kami potong, dan jahit sendiri, dengan standar keamanan yang sesuai dengan tuntutan Dinas Kesehatan,” ujar Anne. Menurutnya, setelah disalurkan, rumah sakit (RS) hanya tinggal menyemprot APD tersebut dengan disinfektan.
Namun, agar tepat sasaran dan mencegah jual beli, Anne meminta RS yang membutuhkan hazmat untuk mengajukan surat permohonan melalui anneavantie@yahoo.com. RS manapun boleh mengajukan permohonan bantuan ini, namun Anne mengutamakan RS yang banyak menangani pasien COVID-19.
Anne enggan menyebut berapa banyak APD yang diproduksi di bawah naungan Yayasan Anne Avantie tersebut. “Saya tak mau salah kaprah seolah kami bisa sediakan sebanyak mungkin, karena kami pun miliki keterbatasan mesin jahit,” ujarnya. Ia justru berharap ada pengusaha garmen lain yang ikut terdorong lakukan hal serupa untuk menolong para tenaga medis. “Mereka pasti bisa membuat APD juga,” tutur Anne.
Telah banyak RS yang ajukan permohonan bantuan APD kepada Anne. Pada pekan depan Anne menargetkan telah mampu salurkan APD yang diproduksinya ke 20 RS di Semarang, Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Bekasi.
Baca selanjutnya: 2/ Adib Hidayat, Galang Dana Lewat Kitabisa.com
“Kami mencari sendiri bahan baku pembuatannya, kami potong, dan jahit sendiri, dengan standar keamanan yang sesuai dengan tuntutan Dinas Kesehatan,” ujar Anne. Menurutnya, setelah disalurkan, rumah sakit (RS) hanya tinggal menyemprot APD tersebut dengan disinfektan.
Namun, agar tepat sasaran dan mencegah jual beli, Anne meminta RS yang membutuhkan hazmat untuk mengajukan surat permohonan melalui anneavantie@yahoo.com. RS manapun boleh mengajukan permohonan bantuan ini, namun Anne mengutamakan RS yang banyak menangani pasien COVID-19.
Anne enggan menyebut berapa banyak APD yang diproduksi di bawah naungan Yayasan Anne Avantie tersebut. “Saya tak mau salah kaprah seolah kami bisa sediakan sebanyak mungkin, karena kami pun miliki keterbatasan mesin jahit,” ujarnya. Ia justru berharap ada pengusaha garmen lain yang ikut terdorong lakukan hal serupa untuk menolong para tenaga medis. “Mereka pasti bisa membuat APD juga,” tutur Anne.
Telah banyak RS yang ajukan permohonan bantuan APD kepada Anne. Pada pekan depan Anne menargetkan telah mampu salurkan APD yang diproduksinya ke 20 RS di Semarang, Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Bekasi.
Baca selanjutnya: 2/ Adib Hidayat, Galang Dana Lewat Kitabisa.com

Foto: instagram @adibhidayat
2/ Adib Hidayat, Galang Dana Lewat Kitabisa.com
Mengetahui banyak tenaga medis yang keluhkan terbatasnya alat pelindung diri (APD) di tengah wabah COVID-19, pengamat musik Adib Hidayat terdorong untuk lakukan penggalangan dana bagi garda terdepan yang melawan virus corona. “Di media sosial, Para dokter mengeluhkan bahwa mereka kekurangan alat pelindung diri, masker, baju hazmat, dan lainnya,” terangnya
Berusaha meringankan masalah ini, Adib mengajak tiga rekan dokter untuk menggalang dana. Mereka adalah dr. Ferdiriva Hamzah, dr. Twindy Rarasati, dan dr. Twinda Rarasati. Kampanye Bergerak Bersama Cegah Korona yang dilakukan bersama kitabisa.com ini sudah dimulai sejak sepekan lalu.
Hingga kini dana sekitar 1,7 milyar telah terkumpul dari penggalangan dana tersebut. Awalnya Adib berniat hanya mengumpulkan sumbangan dana, namun kini masyarakat bisa menyumbang dalam bentuk benda apapun yang dibutuhkan tenaga medis.
“Ada juga yang mulai menawarkan saya bantuan masker, bahkan kopi. Jadi kirimkan saja, nanti kami salurkan,” tutur Adib. Menurut data yang terkumpul pada 24 Maret, sudah ada 15.500 masker yang telah disalurkan ke 25 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Untuk berpartisipasi dalam penggalangan bantuan ini Anda dapat membuka situs kitabisa.com/cegahcorona.
Baca selanjutnya: 3/ Agus Sari, Galang Dana Bantu Ojek Daring

Foto: instagram @agussari
3/ Agus Sari, Galang Dana Bantu Ojek Daring
Agus Sari, CEO Landscape Indonesia, punya cara yang berbeda untuk berbagi di masa-masa sulit COVID-19. Ia merasa selama ini ojek daring adalah sosok yang berjasa di masa work from home (WFH). Para pengemudi ojek daring ini mengantar logistik kebutuhan harian masyarakat yang diam di rumah. “Mereka tak bisa ikut WFH karena mereka sangat dibutuhkan sebagai supply chain. Karena itu, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan mereka harus dijaga,” kata Agus.
Agus pun mengggalang dana melalui kitabisa.com. Setelah seminggu berjalan, telah terkumpul sekitar 180 juta rupiah dari 1.400 donatur. “Ada yang menyumbang 2000 atau 5000 rupiah. Memang kecil, tapi itu membuat saya terenyuh. Walaupun sedikit, mereka masih punya kesadaran dan keinginan untuk menyumbang. Menurut saya itu luar biasa,” jelas Agus.
Untuk menyalurkan donasi tersebut, Agus telah berkoordinasi dengan sejumlah komunitas ojek daring. Kegiatan ini masih fokus di wilayah Jabodetabek karena tingginya prevalensi dan risiko penularan. Namun, bila dana mencukupi akan disalurkan ke daerah lain yang juga kritis.
Jika ingin turut berdonasi, Anda bisa melihat caranya di kitabisa.com/bantuojoldaninformal. (f)
BACA JUGA:
3 Dokter Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Virus Corona, Pemerintah Distribusikan Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis
Wabah Virus Corona (Covid-19) Pengaruhi Ekonomi, Ini Saran Pakar Marketing
Beberapa Obat Untuk COVID-19 Diuji Coba, Salah Satunya Obat Antimalaria