
Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
Hingga hari ini (28/8) Indonesia berada di peringkat empat setelah Cina, Jepang, dan Korea, dengan total peroleh 64 medali terdiri dari 22 emas, 15 perak, dan 27 perunggu. Tahun ini pun srikandi olahraga Indonesia mampu unjuk gigi dengan menyumbang medali. Yuk berkenalan lebih dekat dengan sepuluh atlet wanita yang berhasil menambah perolehan emas Indonesia dari enam cabang olahraga berbeda.

Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
1/ Defia Rosmaniar (23)
Atlet taekwondo putri asal kota Bogor ini berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi Indonesia dalam ajang Asian Games 2018. Wanita yang akrab disapa Defi ini meraih medali emas setelah memenangi nomor poomsae individu putri di Plenary Hall Jakarta Convention Centre, Minggu (19/8).
Dalam mempersiapkan penampilannya di Asian Games kali ini, Defi telah mengikuti pemusatan latihan di Korea Selatan sejak Maret hingga Agustus 2018. Hasilnya tidak sia-sia, Defi berhasil mengalahkan Marjan Salashouri dari Iran dengan perbedaan skor yang mencolok. Defi meraih poin 8.760, sedangkan Salashouri hanya mendapat poin 8.360.
Perkenalan Defi pada seni beladiri taekwondo dimulai sejak tahun 2007, saat ia masih duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia serius menekuni cabang olahraga dan berhasil mengukir berbagai prestasi. Dilansir dari pbti.info, setidaknya ada 29 daftar prestasi yang telah diukir oleh atlet berusia 23 tahun ini. Selain medali perunggu nomor Women's Team Poomsae di SEA Games 2013, ia juga pernah berhasil meraih juara di Poomsae Taekwondo World Hanmadang (2016) dan 1st Bankimon Open Korea (2016).
Berikutnya: 2/ Lindswell Kwok (26)

Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
2/ Lindswell Kwok (26)
Dari lapangan wushu, Lindswell Kwok menunjukkan kematangan dan dedikasinya dengan mempersembahkan medali emas kedua bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2018. Lindswell berhasil mengoleksi poin total 19.50 dan berhak memperoleh medali emas dengan skor yang nyaris sempurna. Ia mengalahkan atlet wushu dari Hong Kong, Uen Ying Juanita Mok, yang memperoleh total poin 19.42. Medali emas ini juga menjadi yang pertama bagi Lindswell di ajang Asian Games.
Lindswell mulai serius berlatih wushu sejak tahun 1999. Ketika itu sang kakak, Iwan, yang memperkenalkan olahraga ini. Ia pun makin jatuh cinta pada olahraga ini setelah melihat aksi bintang laga favoritnya, Jet Li, yang juga atlet wushu. Meski begitu, usai gelaran Asian Games ini, atlet asal Medan ini berencana mengundurkan diri. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Asian Games 2018. Target saya tentu saja emas. Tapi, saya juga ada keinginan untuk mengakhiri karier saya ini saat prestasi saya maish di puncak,” kata atlet yang berlatih dengan pelatih asal Cina, Zhang Yue Ning ini.
Berikutnya: 3/Tiara Andini Prastika (22)

Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
3/Tiara Andini Prastika (22)
Medali emas ketiga Indonesia dipersembahkan oleh Tiara Andini Prastika dari lintasan Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat. Atlet downhill putri ini berhasil mencatat waktu terbaik 2 menit 33,056 detik. Terpaut sembilan detik dari peraih perak, Vipavee Deekaballes, asal Thailand.
Tita, panggilan akrabnya, sudah jatuh cinta pada olahraga ekstrim ini sejak usia belia. Ia mengawali karir profesional di dunia sepeda downhill sejak usia 16 tahun. Tahun lalu, ia tercatat berada di peringkat 14 kejuaraan dunia downhill di Australia. Ia juga masuk dalam peringkat ke-16 Union Cycliste International.
Dengan keberhasilannya mendapat medali emas di cabang downhill putri, Tita menjadi atlet wanita pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas di cabang olahraga yang terbilang ekstrim ini.
Berikutnya: 4/ Aries Susanti Rahayu (23)
Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
4/ Aries Susanti Rahayu (23)
Ketika berlomba merebut medali emas di cabang olahraga panjat tebing Asian Games 2018, Aries Susanti Rahayu mengalahkan atlet Indonesia lainnya, Puji Lestari. Di atas kertas, Aries menduduki peringkat 5 dunia, sedangkan Puji berada di peringkat 13 dunia.
Beberapa bulans ebelum Asian Games, nama Aries sempat mencuat setelah video keberhasilannya saat mengalahkan atlet Rusia, Elene Timofeeva di ajang IFSC World Cup 2018 di China, viral di media sosial. Langkah cepatnya memanjat dinding, membuat pemilik tinggi 167 cm dan berat badan 57 kg ini mendapat julukan ‘Spiderwoman’.
Seperti dilansir Tribunnews.com, wanita yang akrab disapa Ayu ini mulai mengenal olahraga panjat tebing sejak masih di bangku SMA. “Guru olahraga saya di SMP yang memperkenalkan saya pada wall climbing. Saya juga sering menonton olahraga ini di televisi, terlihat menantang. Dan sejak saat itu, saya tidak pernah meninggalkan olahraga ini,” katanya, kepada bbc.com.
Untuk mencapai target medali emas Asian Games, ia berlatih keras bersama pelatihnya Caly Setiawan dan Hendra Basri. Tentu sebuah kebanggaan tersendiri bagi wanita yang kuliah di jurusan bisnis manajemen Universitas Muhamaddiyah Semarang ini untuk mempersembahkan emas pertama di cabang olahraga panjat tebing. Cabang olahraga yang baru tahun ini berlaga di Asian Games.
Berikutnya: 5/ Puspa Arumsari (25)

Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
5/ Puspa Arumsari (25)
Kabar gembira datang dari pencak silat. Cabang olahraga ini termasuk yang paling banyak menyumbang emas untuk Indonesia, sebanyak delapan medali emas. Salah satu emas disumbang oleh Puspa Arumsari, dari nomor seni tunggal putri di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8).
Dara, nama panggilannya, berhasil meraih poin tertinggi 467 mengungguli atlet Singapura, Nurzuhairah Muhammad Yazid (445), dan atlet Filipina, Cherry May Regalado (444). Medali emas Asian Games 2018 memang sudah menjadi mimpi Dara sejak 3 tahun lalu. Ia pun menargetkan point yang cukup tinggi 468. "Saya pribadi memang menargetkan meraih 468 poin. Namun, dengan 467 poin, saya juga sudah cukup puas," kata wanita yang mulai belajar pencalk silat sejak usia 11 tahun ini.
Seperti halnya panjat tebing, pencak silat baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games ke 18 ini. Sebagai atlet pencak silat, Dara pun mengaku senang dan bangga bisa memperkenalkan Indonesia lewat pencak silat. Ia berharap cabang olahraga ini juga bisa masuk ke tingkat internasional, seperti olimpiade. "Saya sangat berharap bisa tampil di olimpiade. Harapan saat ini bisa menampilkan Pencak Silat di Tokyo 2020 nanti walau hanya ekshibisi," ujar pemilik hobi olahraga dan jalan-jalan ini.
Berikutnya: 6/ Aldila Sutjiadi (23)

Foto : ANTARA FOTO/INASGOC
6/ Aldila Sutjiadi (23)
Cukup lama cabang olahraga yang ditekuni Aldila Sutjiadi ini minim prestasi. Setelah nama besar Yayuk Basuki, rasanya belum ada nama petenis wanita Indonesia lainnya yang menorehkan prestasi gemilang. Namun, penampilan wanita yang akrab disapa Dila bersama pasangannya Christopher Benjamin Rungkat ini membawa angin segar dengan menyumbang emas Asian Games 2018 dari lapangan tenis ganda campuran.
Dila dan Christopher Rungkat berhasil menyumbangkan medali emas ke-10 setelah mengalahkan Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana dari Thailand. Meski tak diunggulkan dari pasangan unggulan negara peserta lainnya, keduanya menunjukkan permainan yang gemilang dis etiap pertandingan.
Usai memenangkan emas, Dila mengaku sangat bahagia dengan pencapaian terbaik dalam kariernya di lapangan tenis. Dalam ajang Sea Games 2015, wanita yang berlatih tenis sejak usia lima tahun ini, juga berhasil mendapat dua medali perunggu.
Tak hanya berprestasi di lapangan, Dila juga termasuk mahasiswa yang cerdas. Ia sempat menempuh pendidikan di University of Kentucky, Amerika Serikat dan berhasil lulus dari Fakultas Matematika di tahun 2016 dengan predikat summa cum laude dengan IPK 3,92.
Berikutnya: 7/ Sarah Tria Monita (23)
Dok: Antara Foto7/ Sarah Tria Monita (23)
Medali emas ke-19 untuk Indonesia di Asian Games 2018 dipersembahkan dari lapangan pencak silat. Kali ini Sarah Tria Monita yang bertarung di nomor tarung kelas C wanita (55-60 kilogram) berhasil meraih emas. Dalam pertandingan yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (27/8), Sarah berhasil menghentikan perlawanan Vongphakdy Nong Oy, asal Laos, dengan skor telak 5-0.
Sarah mulai berlatih pencak silat sejak usia 15 tahun di Surabaya. Sebelum menjadi atlet pencak silat, ia pernah berlatih ju-jit su, namun harus berhenti setelah mengalami cedera. Berbagai prestasi pun ia torehkan, salah satunya meraih emas di World Championships 2016 di Bali.
Atlet yang juga gemar menyanyi ini baru saja menikah dengan sesama atlet pencak silat, Igbal Candra Pratama pada Maret 2018 lalu. Ia pun mengaku langsung sibuk berlatih di Pelatnas setelah menikah, hingga tak bisa menikmati masa-masa bulan madu seperti pengantin baru lainnya. Meski begitu, ia mengaku bahagia, apalagi sang suami juga berhaisl menyumbang emas untuk Indonesia di nomor D (60-65 kg).
Dok: Antara Foto8/ Puji Lestari (28), Rajiah Sallsabillah (19) & Fitriyani (30)
Satu lagi emas yang disumbangkan dari cabang panjat tebing putri. Kali ini tim beregu putri Indonesia 1 yang terdiri dari Puji Lestari, Rajiah Sallsabillah, Fitriyani dan Aries Susanti Rahayu, unggul dari tim Cina di babak final Women’s Speed Relay dengan mencetak angka tercepat 25.45.
Keberhasilan Tim beregu putri ini tak lepas dari kerja keras empat atlet yang tergabung dibawah pelatih Caly Setiawan. Puji Lestari, sebelumnya menjadi pengunci emas untuk Indonesia di nomor kecepatan perorangan putri setelah berhasil masuk final dan berhadapan dengan rekan satu negaranya, Aries. Kalah beberapa detik dari Aries, Puji harus puas dengan medali Perak. Ia pun membayar kekalahan tersebut dengan menyumbang emas untuk nomor beregu.
Sedangkan Rajiah Sallsabillah menjadi atlet termuda dalam tim Indonesia 1, karena baru berusia 19 tahun. Ia pun diharapkan menjadi penerus prestasi panjat tebing Indonesia di masa mendatang. Saat ini, Billah menempati posisi 20 peringkat dunia.
Berbeda dengan Billa, Fitriyani menjadi atlet paling senior dalam tim Indonesia 1. Berbagai prestasi pun pernah ditorehkan atlet asal Sleman ini, salah satunya meraih medali emas speed track di Sea Games 2011. Dalam tim Indonesia 1, posisi Fitriyani sebagai pemanjat keempat (dalam speed relay hanya tiga anggota tim saja yang memanjat). Meski tak tampil, namun ia mendukung ketiga temannya saat beraksi. (f)
8 Atlet Tampan Asian Games 2018, Salah Satunya Jonatan Christie
Menengok Keseruan Pertandingan Voli Putri Antara Indonesia Melawan Hong Kong
Intip Aksi Lindswell Kwok, Atlet Wushu yang Menyumbangkan Emas Asian Games Untuk Indonesia