Foto: 123RF

Sebelum media sosial berkembang seperti saat ini, surat pembaca adalah sarana yang cukup efektif untuk menuliskan komplain. Tidak sedikit perusahaan yang melakukan monitor surat pembaca di berbagai surat kabar untuk tetap menjaga kredibilitas perusahaan. Kini zaman telah berubah.

Berkembangnya media sosial membuat orang-orang beralih untuk komplain secara online. Akibatnya bisa lebih viral dari surat pembaca karena komplain di media sosial bisa dengan mudah dibagikan oleh siapa saja. Berikut ini contoh komplain yang sempat menjadi viral.

1/ Sophia Latjuba - Aktris
Melalui akun Instagram-nya, @sophia_ latjuba88, Sophia Latjuba posting foto toilet di terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, pada Agustus 2016. Selain mengeluhkan joroknya lantai toilet yang becek, ia juga mengeluhkan toilet yang tidak bisa di-flush.

Sophia menambahkan tentang becek di luar dan di dalam terminal. Tak lupa, ia menyarankan, jika terminal 3 belum siap beroperasi, sebaiknya jangan dibuka dulu. Foto Instagram Sophia lengkap dengan caption itu langsung ditanggapi oleh pihak Angkasa Pura melalui akun Instagram @angkasapura2. Angkasa Pura meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan berjanji akan melakukan perbaikan.

Meski begitu, followers Sophia tetap ikut komplain sesuai pengalaman masing-masing. Komentar di posting-an ini bervariasi, dari yang positif hingga nyinyir. Ada yang mengkritik Sophia, agar ia memaklumi bahwa dalam pembangunan sebuah fasilitas umum, ketidaknyamanan seperti itu adalah hal yang wajar.

Kita Bisa Belajar Apa?
Menimpali kritik seseorang, berbagi komplain yang sama boleh saja. Jaga sopan santun dan tidak memaki.

Selanjutnya: Irfan Hakim - MC
 
 

2/ Irfan Hakim - MC
Irfan pernah posting kekesalannya di Instagram Stories tentang karyawan sebuah hotel yang tidak membersihkan kamarnya. Bukannya didukung followers, Irfan malah dituduh homoseksual karena ketahuan satu kamar dengan seorang pria. Komplain ini viral bukan karena komplain Irfan kepada pihak hotel, tetapi beralih fokus kepada tamu yang ada di kamar Irfan.

Pihak hotel telah melakukan klarifikasi bahwa Irfan memencet tombol service refused (SR) yang artinya tamu menolak kamarnya dibersihkan. Itu berarti Irfan tidak boleh komplain karena itu adalah keinginannya sendiri. Setelah pihak hotel menghubungi Irfan soal hal ini, Irfan pun menyampaikan permintaan maaf di Instagram Stories-nya kepada manajemen hotel tersebut.

Meski pihak hotel sudah menerima permintaan maaf Irfan Hakim, followers Irfan masih saja mengkritik Irfan dan tidak percaya bahwa Irfan tidak sengaja memencet tombol SR.

Kita Bisa Belajar Apa?
Sebelum komplain di media sosial, cek dulu apakah kesalahan memang ada di pihak hotel atau karena kesalahan sendiri.

Selanjutnya: Mahfud MD - Politikus
 
 

3/ Mahfud MD - Politikus

Politikus ini pernah komplain di Twitter melalui akun pribadinya, @mohmahfudmd, kepada perusahaan jasa kurir karena undangan untuknya terlambat sampai. Undangan yang dikirim Rektor Unair tanggal 22 Februari 2017 itu ternyata baru diterima Mahfud tanggal 28 Februari.

Padahal, acara yang harus ia hadiri berlangsung tanggal 27 Februari. Ditambah lagi, Rektor Unair menggunakan pilihan express, yang seharusnya lebih cepat sampai dibanding pengiriman biasa.

Guru Besar Fakultas Hukum UII Yogyakarta ini langsung menulis komplain dan mention akun Twitter perusahaan kurir tersebut. Tak disangka, ternyata followers Mahfud justru ikut bersuara dan mengiyakan apa yang Mahfud sampaikan. Kebanyakan dari mereka jadi ikut-ikutan komplain, meski pengalaman mereka sudah lama terjadi.

Berbagai macam aduan langsung membanjiri time line akun Mahfud dan jasa kurir tersebut, bahkan ada juga yang menggunakan kata-kata kasar. Akhirnya admin akun Twitter jasa kurir tersebut meminta maaf dan memproses pengaduan Mahfud, termasuk meminta maaf kepada followers Mahfud yang pernah mengalami hal serupa.

Kita Bisa Belajar Apa?
Jika punya banyak followers kita harus memilah hal-hal yang ditulis di media sosial sebab bisa berdampak luas.

Selanjutnya: Vanessa Angel - Aktris
 
 

4/ Vanessa Angel - Aktris
Vanessa membagikan beberapa video di Instagram Stories miliknya tentang sebuah maskapai penerbangan yang membatalkan keberangkatan pukul dua pagi. Sebelumnya, penerbangan Vanessa delay selama dua jam.

Ia menyayangkan pihak maskapai yang tidak membatalkan sejak awal agar dirinya bisa mencari penerbangan lain. Vanessa harus segera sampai di kota tujuan karena ada pekerjaan pada pukul 8 pagi esok harinya.

Posting-an Vanessa menuai banyak komentar. Ada yang simpati karena pernah merasakan hal sama, ada juga yang nyinyir dan menyebut Vanessa lebay. Apalagi, dengan fakta bahwa maskapai tersebut menyediakan pilihan penerbangan dengan maskapai lain atau menunggu penerbangan pagi hari, jika memilih menggunakan maskapai yang sama.

Apa yang ditulis Vanessa ini juga memancing wartawan untuk menghubungi communication
manager maskapai yang dimaksud. Berdasarkan penjelasan pihak maskapai, terjadi gangguan teknis pada pesawat yang tidak memungkinkan pesawat terbang malam itu.

Ditambah lagi, ada notice to airman (notem) yang berisi imbauan agar lalu lintas udara dikosongkan karena Presiden RI Joko Widodo akan melewati jalur tersebut. Berita ini menyebar di berbagai media online, tetapi Vanessa sulit dihubungi untuk memberikan tanggapan terhadap penjelasan pihak maskapai.

Kita Bisa Belajar Apa?
Selama pihak maskapai bertanggung jawab, sebaiknya masalah dibicarakan secara baik-baik dan tidak di-post di media sosial.

Selanjutnya: Lyra Virna - Aktris
 
 

5/ Lyra Virna - Aktris
Aktris Lyra Virna dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pemilik Ada Tour and Travel, Lasti Annisa, dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tuduhan tersebut dilontarkan akibat tulisan yang diunggah Lyra ke media sosial Instagram miliknya, @lyravirna.

Dalam tulisannya, Lyra mengeluh soal pengembalian uang pembatalan ibadah haji oleh Ada Tour and Travel. Dalam unggahannya, Lyra mencantumkan foto berbagai bukti transaksi yang dibayarkan kepada Ada Tours and Travel. Ia juga mengatakan sudah menunggu setahun lebih pengembalian pembayaran haji tahun 2015 untuk berangkat tahun 2016.

Akibat posting-an di Instagram-nya itu, Lyra menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, status Lyra berubah menjadi saksi. Menurut pengacara Lyra, Razman Arief Nasution, Lyra menjadi saksi sampai ditemukan dua alat bukti yang kuat.

Pihak Lyra juga balik melaporkan Lasti soal penipuan dan penggelapan ke Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Lyra mengatakan, hampir Rp153 juta uangnya yang belum dikembalikan pihak Ada Tours and Travel sehingga unggahannya di Instagram adalah hal yang wajar dan bukan fitnah atau pencemaran nama baik.

Kita Bisa
Belajar Apa?

Menagih hak malah dilaporkan? Lapor balik saja!

Selanjutnya:  Agnes Monica - Penyanyi
 
 

6/ Agnes Monica - Penyanyi
Sepulang dari Amerika Serikat, Agnes menegur pihak Bandara Soekarno-Hatta karena tiga koper miliknya dibongkar secara paksa pada 6 November 2012. Agnes menuangkan kekesalannya lewat akun Twitter @agnezmo.

Ia memutuskan untuk menulis di akun Twitter karena merasa kejadian seperti ini sudah sering dialami banyak orang dan ia perlu bicara agar pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa memperbaiki layanan mereka. Agnes bahkan menyinggung-nyinggung soal revolusi mental.

Kicauan Agnes ini sempat viral. Bukan hanya followers-nya yang jutaan itu yang ikut geram, teman-teman sesama selebritas juga ikut menanggapi dan mendukung Agnes.

Meski Agnes melayangkan protes kepada pihak bandara, akhirnya cuitan Agnes ini ditanggapi oleh pihak maskapai penerbangan. Maskapai tersebut menghubungi Agnes via Twitter dan meminta Agnes mengirimkan detail peristiwa melalui e-mail.

Setelah menerima tanggapan, Agnes tidak menulis lagi tentang perkembangan kasus yang telanjur viral ini.

Kita Bisa Belajar Apa?
Meski media sosial bisa menarik perhatian orang tapi komplain tetap perlu pakai jalur yang formal. (f)

Baca juga:
Hati-Hati, Niatnya Berbagi Informasi Malah Tersandung Curhat di Kanal Online
Komplain di Media Sosial Mudah Menyebar, Ini Dampak Positif dan Negatifnya
Komplain di Media Sosial Juga Berperan Sebagai Pengawas Pelaku Usaha
5 Hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Komplain di Media Sosial Agar Tak Tersandung Hukum