Foto: PexelsJika naik kendaraan pribadi jadi pilihan transportasi mudik Anda lebaran kali ini, jangan lupa untuk selalu menjaga keamanan selama di perjalanan.
Soal pentingnya sabuk pengaman sudah sangat sering Anda dengar, bukan? Jangan hanya memakainya karena takut ditilang, kenakan sabuk pengaman saat Anda naik mobil. Walau perjalanan mudik panjang dan melelahkan, jangan pernah malas memakai sabuk pengaman selama di perjalanan. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi, dan sabuk pengaman bisa menyelamatkan jiwa jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Tapi... itu jika Anda memakai sabuk pengaman secara tepat. Sekadar memakai sabuk pengaman saja belum tentu membuat Anda lebih aman. Perhatikan prinsip berikut:
1/ Pastikan sabuk pengamanan horisontal berada tepat dan rata di bawah perut, bukan di atas perut.
2/ Kenakan sabuk pengaman serapat mungkin dengan tubuh, terutama pada bagian atas.
3/ Atur ketinggian sabuk pengaman serendah mungkin dengan menekan tombol adjuster. Jika ada anak-anak dengan tinggi di bawah 150cm, baiknya gunakan bantal pengganjal atau car seat tambahan.

Foto: Pexels
Khusus bagi yang duduk di belakang kemudi, mengendarai mobil selama berjam-jam saat mudik merupakan tantangan tersendiri. Untuk melindungi keselamatan keluarga dan diri selama di perjalanan, pastikan driving position atau posisi duduk Anda selama menyetir tepat.
Posisi duduk pengendara memegang peranan penting dalam keselamatan berkendara. Meski sudah berpengalaman menyetir mobil ratusan kilometer Anda baiknya tak menyepelekan ini. Yuk, ingat kembali prinsipnya:
1/ Posisi Anda tidak boleh terlalu jauh. Ini berlaku untuk jarak antara tangan dengan roda kemudi, maupun jarak antara kaki dengan pedal-pedal.
2/ Atur posisi tempat duduk terlebih dahulu dengan memaju-mundurkan kursi. Patokannya, kaki Anda tidak boleh terlalu lurus, maupun terlalu menekuk.
3/ Setel sandaran punggung agar tidak terlalu tidur, tetapi juga tidak terlalu tegak. Cari yang paling nyaman. Untuk mengetahuinya, letakkan kedua tangan pada setir di posisi jam 12. Genggam setir, apakah terasa nyaman di punggung?
4/ Atur posisi headrest pada bangku. Headrest di bangku mobil sesungguhnya bukan berarti sandaran kepala, melainkan singkatan dari head restraining atau penahan kepala. Fungsi utamanya bukan untuk bersandar santai, tapi menahan kepala pada saat terjadi benturan sehingga leher tidak mendadak terempas ke belakang dan berisiko menyebabkan patah leher.
Selalu utamakan keselamatan, ya. (f)
Baca Juga:
Aman Berkendara Di Jalur Mudik Yang Sarat Truk dan Bus
Mudik Bersama Balita, Persiapkan 4 Hal ini Agar Nyaman di Perjalanan
5 Tip Sehat Mudik Saat Hamil
Posisi duduk pengendara memegang peranan penting dalam keselamatan berkendara. Meski sudah berpengalaman menyetir mobil ratusan kilometer Anda baiknya tak menyepelekan ini. Yuk, ingat kembali prinsipnya:
1/ Posisi Anda tidak boleh terlalu jauh. Ini berlaku untuk jarak antara tangan dengan roda kemudi, maupun jarak antara kaki dengan pedal-pedal.
2/ Atur posisi tempat duduk terlebih dahulu dengan memaju-mundurkan kursi. Patokannya, kaki Anda tidak boleh terlalu lurus, maupun terlalu menekuk.
3/ Setel sandaran punggung agar tidak terlalu tidur, tetapi juga tidak terlalu tegak. Cari yang paling nyaman. Untuk mengetahuinya, letakkan kedua tangan pada setir di posisi jam 12. Genggam setir, apakah terasa nyaman di punggung?
4/ Atur posisi headrest pada bangku. Headrest di bangku mobil sesungguhnya bukan berarti sandaran kepala, melainkan singkatan dari head restraining atau penahan kepala. Fungsi utamanya bukan untuk bersandar santai, tapi menahan kepala pada saat terjadi benturan sehingga leher tidak mendadak terempas ke belakang dan berisiko menyebabkan patah leher.
Selalu utamakan keselamatan, ya. (f)
Baca Juga:
Aman Berkendara Di Jalur Mudik Yang Sarat Truk dan Bus
Mudik Bersama Balita, Persiapkan 4 Hal ini Agar Nyaman di Perjalanan
5 Tip Sehat Mudik Saat Hamil