
Foto: Instagram
Perhelatan Ke-67
Pemilihan Miss Universe tidak disangkal sebagai beauty pageant paling populr di planet bumi ini. Tahun 2018 ini, Miss Philippines Catriona Gray meraih mahkota sebagai Miss Universe 2018.
Wanita cantik berusia 24 tahun ini menyisihkan 93 kontestan yang mewakili negara masing-maisng termasuk kontestan asal Indonesia, Sonia Fergina Citra. Sebagai runner-up adalah Tamaryn Green dari Afrika Selatan dan urutan ketiga adalah Sthefany Gutierres dari Venezuela. SementaraSonia Fergina Citra terhenti di babak 20 besar.
Diselenggarakan di Bangkok, pemilihan Miss Universe 2018 ini adalah penyelenggaraan ke-67 kali. Karena pertama kali diselenggarakan adalah tahun 1952.
Meski begitu, istilah Miss Universe pertama kali digunakan pada tahun 1926 oleh the International Pageant of Pulchritude. Kata ‘pulchritude’ artinya beauty. Namun, pemilihan ini berhenti pada tahun 1935 karena dunia tengah mengalami resesi ekonomi (the great depression) dan dimulainya Perang Dunia II.
Miss Universe yang eksis saat ini pertama kali diselenggarakan oleh Pacific Knitting Mills, produsen Catalina Swimwear, pada tahun 1952. Mereka sebelumnya juga menajdi sponsosr pemilihan Miss America. Namun, ketika Yolanda Betbeze, Miss America 1951, menolak memublikasikan foto mengenakan swimwear, Pacific Knitting Mills memutuskan untuk menyelenggarakan ajang Miss Universe sendiri.
Wanita cantik berusia 24 tahun ini menyisihkan 93 kontestan yang mewakili negara masing-maisng termasuk kontestan asal Indonesia, Sonia Fergina Citra. Sebagai runner-up adalah Tamaryn Green dari Afrika Selatan dan urutan ketiga adalah Sthefany Gutierres dari Venezuela. SementaraSonia Fergina Citra terhenti di babak 20 besar.
Diselenggarakan di Bangkok, pemilihan Miss Universe 2018 ini adalah penyelenggaraan ke-67 kali. Karena pertama kali diselenggarakan adalah tahun 1952.
Meski begitu, istilah Miss Universe pertama kali digunakan pada tahun 1926 oleh the International Pageant of Pulchritude. Kata ‘pulchritude’ artinya beauty. Namun, pemilihan ini berhenti pada tahun 1935 karena dunia tengah mengalami resesi ekonomi (the great depression) dan dimulainya Perang Dunia II.
Miss Universe yang eksis saat ini pertama kali diselenggarakan oleh Pacific Knitting Mills, produsen Catalina Swimwear, pada tahun 1952. Mereka sebelumnya juga menajdi sponsosr pemilihan Miss America. Namun, ketika Yolanda Betbeze, Miss America 1951, menolak memublikasikan foto mengenakan swimwear, Pacific Knitting Mills memutuskan untuk menyelenggarakan ajang Miss Universe sendiri.

Diambilalih Donald Trump & Kontroversinya
Pada tahun 1996, Donald Trump membeli perusahaan operasional Miss Universe, Inc dan mengubahnya menjadi Miss Universe Organization pada tahun 1998. Trump juga memindahkan kantor pusat dari Los Angeles ke kota New York.
NBC memenangkan hak penyiaran Miss Universe pada tahun 2003 dan menghentikan kerjasama ini pada tahun 2014 sebagai respons terhadap komentar Trump soal imigran Meksiko saat Trump mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat.
Trump lalu membeli 50 persen saham yang dimiliki NBC di Miss Universe Organization yang membuat Trump menjadi pemilik tunggal. Namun, tiga hari kemudian, Trump menjual semua sahamnya kepada WME/IMG.
NBC memenangkan hak penyiaran Miss Universe pada tahun 2003 dan menghentikan kerjasama ini pada tahun 2014 sebagai respons terhadap komentar Trump soal imigran Meksiko saat Trump mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat.
Trump lalu membeli 50 persen saham yang dimiliki NBC di Miss Universe Organization yang membuat Trump menjadi pemilik tunggal. Namun, tiga hari kemudian, Trump menjual semua sahamnya kepada WME/IMG.

DIC Crown, yang menjadi mahkota periode 2014-2016.
Foto: Instagram
Cerita Tentang Tiara, Kesalahan Steve Harvey & Kontestan Transgender Pertama
Hingga saat ini, Amerika menjadi negara pemenang terbanyak di Miss Universe, yaitu 8 kali. Peringkat kedua adalah Venezuela, 7 kali, dan Puerto Rico dengan 5 gelar disusul oleh Filipina dan Swedia sama-sama dengan 3 gelar.
Venezuela adalah satu-satunya negara yang memenangi gelar secara back-to-back, yaitu Stefanía Fernández meneruskan mahkota Miss Universe 2009 dari tangan Dayana Mendoza pada tahun 2008.
Mahkota yang menjadi impian banyak wanita muda di dunia ini hingga saat ini sudah berganti sebanyak 9 kali selama 67 tahun usianya. Mahkota pertama adalah mahkota milik Kekaisaran Rusia, yaitu Romanov Imperial Nuptial Crown pada tahun 1952.
Kemudian berganti Romanov Diadem/Metal Bronze Crown (1953), The Star of the Universe (1954-1960), Rhinestone Crown/Coventry Crown (1961-2001), Mikimoto Crown (2002-2007, 2017- sampai kini), CAO Crown (2008), Nexus Crown (2009-2013)), dan pada 2014-2016 adalah DIC Crown yang dikenakan Pauline Vega, Pia Wurztbach dan Iris Mitanaere.
Sementara, Miss Universe 2017, Demi-Leigh Neh-Peters dan Catriona Gray kembali mengenakan Mikimoto Crown.
Pada pemilihan tahun 2015, host Miss Universe Steve Harvey melakukan kesalahan fatal, yaitu salah membaca pemenang gara-gara cue card yang salah. Mahkota sudah dipasang ke kepala Miss Columbia Ariadna Gutierrez sehingga kemudian dikoreksi bahwa pemenangnya adalah Miss Philippines Pia Alonso Wurtzbach.
Pada ajang di Bangkok tahun 2018 ini sejarah lain juga tercetak: untuk pertama kali ikut bertanding seorang transgender. Dialah Angela Ponce (27) yang mewakili Spanyol. Angela terpilih sebagai wakil Negeri Matador ini setelah mengalahkan 22 kontestan di negaranya.
Venezuela adalah satu-satunya negara yang memenangi gelar secara back-to-back, yaitu Stefanía Fernández meneruskan mahkota Miss Universe 2009 dari tangan Dayana Mendoza pada tahun 2008.
Mahkota yang menjadi impian banyak wanita muda di dunia ini hingga saat ini sudah berganti sebanyak 9 kali selama 67 tahun usianya. Mahkota pertama adalah mahkota milik Kekaisaran Rusia, yaitu Romanov Imperial Nuptial Crown pada tahun 1952.
Kemudian berganti Romanov Diadem/Metal Bronze Crown (1953), The Star of the Universe (1954-1960), Rhinestone Crown/Coventry Crown (1961-2001), Mikimoto Crown (2002-2007, 2017- sampai kini), CAO Crown (2008), Nexus Crown (2009-2013)), dan pada 2014-2016 adalah DIC Crown yang dikenakan Pauline Vega, Pia Wurztbach dan Iris Mitanaere.
Sementara, Miss Universe 2017, Demi-Leigh Neh-Peters dan Catriona Gray kembali mengenakan Mikimoto Crown.
Pada pemilihan tahun 2015, host Miss Universe Steve Harvey melakukan kesalahan fatal, yaitu salah membaca pemenang gara-gara cue card yang salah. Mahkota sudah dipasang ke kepala Miss Columbia Ariadna Gutierrez sehingga kemudian dikoreksi bahwa pemenangnya adalah Miss Philippines Pia Alonso Wurtzbach.
Pada ajang di Bangkok tahun 2018 ini sejarah lain juga tercetak: untuk pertama kali ikut bertanding seorang transgender. Dialah Angela Ponce (27) yang mewakili Spanyol. Angela terpilih sebagai wakil Negeri Matador ini setelah mengalahkan 22 kontestan di negaranya.

Foto: Instagram
Mengenal Catriona Gray, Miss Universe 2018
Dalam ajang pemilihan putri-putrian, Catriona Gray adalah seorang veteran. Ia memulai mengikuti ajang pemilihan putri-putrian sejak tahun 1999, dengan mengikuti Little Miss Philippines di Sydney. Pada tahun 2016 ia juga menjadi Miss World Philippines 2016 dan masuk 5 besar kompetisi di Miss World.
Selain aktif menjadi model, Catriona juga berbakat menyanyi dan mencipta lagu. Bergelar master di bidang music theory dari the Berklee College of Music, Boston, ia merilis single pertamanya, "We're in this together" pada November lalu untuk mendukung organisasi Young Focus Philippines.
Salah satu yang membuat pesona Catriona pada malam final adalah gaun merahnya. Gaun kemenangan itu disesain oleh Mak Tumang, yang terinspirasi dari gunung Mayon yang terletak di kota tempat tinggal Catriona, Albay.
“Warna gaun saya ini sangat penting karena dulu mama saya pernah bermimpi saya memenangi Miss Universe dengan mengenakan gaun merah,” ujar Catriona pada konferensi pers setelah kemenangannya.
Selain aktif menjadi model, Catriona juga berbakat menyanyi dan mencipta lagu. Bergelar master di bidang music theory dari the Berklee College of Music, Boston, ia merilis single pertamanya, "We're in this together" pada November lalu untuk mendukung organisasi Young Focus Philippines.
Salah satu yang membuat pesona Catriona pada malam final adalah gaun merahnya. Gaun kemenangan itu disesain oleh Mak Tumang, yang terinspirasi dari gunung Mayon yang terletak di kota tempat tinggal Catriona, Albay.
“Warna gaun saya ini sangat penting karena dulu mama saya pernah bermimpi saya memenangi Miss Universe dengan mengenakan gaun merah,” ujar Catriona pada konferensi pers setelah kemenangannya.

Foto: Instagram
Miss America Meminta Maaf Karena “Bergosip”
Salah satu hal yang memantik pembicaraan pada ajang Miss Universe 2018 adalah saat tersiar video obrolan antara Miss USA Sarah Rose Summer, Miss Australia Francesca Hung dan Miss Columbia Valeria Morales yang membicarakan dua kontenstan lain yang tidak bias berbahasa Inggris, yaitu Miss Vietnam dan Miss Cambodia.
Omongan Summer yang diunggah di akun Instagram Miss Columbia yang diikuti 300.000 followers itu kemudian viral. Summer pun dihujani kritikan, dari dituduh mem-bully, rasis, hingga disebut sebagai bigot. Morales dan Hung juga dihujani kritikan serupa.
Summer akhirnya meminta maaf dan mengatakan tidak bermaksud rasis atau menghina kontestan lain. Menurutnya, justru ucapannya itu adalah bentuk kekagumannya atas keberanian dua kontestan tersebut. “Saya telah mengatakan sesuatu yang saat ini saya dasari bisa dipersepsi sebagai tindakan yang tidak menaruh respek terhadap orang lain, dan saya meminta maaf,” demikian katanya dalam video yang diunggah di Instagramnya. (f)
Omongan Summer yang diunggah di akun Instagram Miss Columbia yang diikuti 300.000 followers itu kemudian viral. Summer pun dihujani kritikan, dari dituduh mem-bully, rasis, hingga disebut sebagai bigot. Morales dan Hung juga dihujani kritikan serupa.
Summer akhirnya meminta maaf dan mengatakan tidak bermaksud rasis atau menghina kontestan lain. Menurutnya, justru ucapannya itu adalah bentuk kekagumannya atas keberanian dua kontestan tersebut. “Saya telah mengatakan sesuatu yang saat ini saya dasari bisa dipersepsi sebagai tindakan yang tidak menaruh respek terhadap orang lain, dan saya meminta maaf,” demikian katanya dalam video yang diunggah di Instagramnya. (f)