
Foto: AP/Bebeto Matthews
Desainer tas ternama yang meninggal bunuh diri karena depresi pada Selasa (5/6) waktu New York, Kate Spade, mulai membuat tas tangan wanita pada tahun 1993. Dengan bakat desain dan modal profesional sebagai senior fashion editor dan Accecories Editor di majalah Mademoiselle, wanita asal Kansas ini membangun bisnis tasnya hingga bernilai jutaan dolar AS bersama sang suami, Andy Spade.
Tahun 1997, Kate meluncurkan label pria yang didesain oleh suaminya, Andy dengan nama Jack Spade. Brand ini telah mengubah kesan messenger bag yang membosankan menjadi benda fashion wajib punya bagi para pria. Produk lainnya juga muncul dari jurnal hingga album foto berbahan kulit.
Menurut catatan Forbes, hingga tahun 1998, pendapatan bisnis Kate Spade telah mencapai 27 juta dolar AS. Namun, perlahan bisnisnya mengalami kebangkrutan dan ia terlilit utang.
Hingga pada Mei 2017, Coach membeli brand Kate Spade senilai 2,4 miliar dolar AS sebagai bukti desainnya masih dicari penggemarnya di seluruh dunia. Sayangnya, Kate tidak bisa menikmati hasil akuisisi ini karena ia telah melepas sisa saham miliknya ke Neiman Marcus pada tahun 2006.
Perjalanan bisnis Kate dimulai dari koleksi tas ibunya. Simak juga 5 hal menarik tentang Kate Spade di laman selanjutnya.
1/ Sumber inspirasi Kate adalah koleksi tas sang ibunda. Koleksi ini tersimpan rapi di rumah mereka di Kansas City, Missouri. “Ibu saya memiliki clutch aneka warna, dari oranye, pink, cokelat, sampai tas dengan kancing mutiara,” kata Kate dalam sebuah wawancara dengan Time.
Saat ia mulai mengoleksi tas, ia mengaku tidak bisa menemukan tas seseru koleksi ibunya. Jadi, ia mulai membuat tas sesuai keinginannya.
2/ Kate membuat tas tangan pertamanya dari sisa kain yang ia beli dari pabrik karung kentang yang menurutnya ‘ia temukan’ di laman Yellow Pages. Jangan bingung membayangkan seperti apa rupa tas itu. Sudah pasti jauh sekali dari koleksi tas Kate Spade berbahan satin, nilon, dan kulit yang kita lihat sekarang.

On Pointe Swan Handle Bag, Fall 2016
Foto: Dok. Kate Spade New York
Koleksi Kate seperti tas berbentuk angsa, pisang, truk taco menunjukkan Kate suka bermain-main dengan bentuk yang tidak biasa. Ia menyebutnya sebagai pernyataan gaya yang “lebih personal, dan tidak terlalu serius,” kepada Boston Globe pada tahun 1999.

Foto: Dok. Kate Spade New York
4/ Tas hitam nilon klasik yang ikonik dan menampilkan namanya ternyata menyimpan cerita unik. Semalam sebelum trade show pertamanya, Kate sempat tidak bisa memutuskan di mana akan menempatkan label ikonik bertuliskan ‘Kate Spade New York’, apakah di depan atau di dalam tas.
Ia bahkan sempat mencoba-coba memindahkannya di berbagai posisi. Dan hasil akhirnya, ada di luar tas dan menjadi ciri khas koleksinya.

Foto: Dok. Frances Valentine
5/ Kate dan suaminya, Andy Spade memiliki perusahaan baru, Frances Valentine yang dinamai seperti nama putri mereka, Frances. Nyaris satu dekade setelah meninggalkan label Kate Spade yang membesarkan namanya di dunia fashion, Kate mengubah namanya menjadi Kate Valentine.
Brand Frances Valentine diluncurkan pada awal tahun 2016, dan sekaligus menjadi momen resmi Kate mengubah namanya. Ia pertama kali menampilkan koleksi tas dan sepatu dari brand Frances Valentine di New York Fashion Week 2017. (f)
Baca juga:
Belajar Dari Kasus Kate Spade Bunuh Diri, Stigma Pada Gangguan Kesehatan Jiwa Harus Dipupus
