
Fitriani, Foto : badmintonindonesia.org
Gelaran All England Super Series Premier tahun 2018 yang berlangsung sejak tanggal 14 – 18 Maret 2018 telah selesai dengan memberi satu medali bagi Indonesia. Perhelatan bulu tangkis yang usianya sudah lebih dari satu abad ini diikuti lebih dari 24 negara, termasuk negara raksasa bulu tangkis, seperti Tiongkok, Jepang, Indonesia, Korea, Denmark, Thailand, dan India.
Indonesia mengirimkan empat belas wakilnya, terdiri dari tiga tunggal putra, satu tunggal putri, tiga ganda campuran, empat ganda putra dan tiga ganda putri. Tahun lalu, Indonesia berhasil merebut satu gelar juara dari ganda putra Kevin/Marcus. Sudah sekitar empat puluh gelar diraih oleh Indonesia dalam All England sejak awal turnamen ini dipertandingkan. Dan gelar terbanyak dipegang oleh Rudy Hartono dengan menjadi juara All England dari sektor tunggal putra sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Jika Anda tidak sempat menonton, berikut rangkuman 5 fakta menarik All England 2018:
1/ Momen Come back Fitriani
Perlu ketenangan dan mental yang kuat untuk bisa menang dalam suatu pertandingan. Apalagi jika sempat tertinggal jauh. Itu juga yang dialami oleh Fitriani, pemain tunggal putri Indonesia. Setelah sempat kalah 16-21 pada set 1, Fitriani kembali tertinggal jauh 1-11 pada set 2. Namun ia berhasil bangkit dan merebut set ke 2, 21-18, saat melawan pemain tunggal putri asal Malaysia, Soniia Cheah.
Fitriani lolos ke babak 16 besar setelah menang rubber set atas Soniia, 21-9. Walaupun pada akhirnya harus menyerah dari pemain tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara, 21-15 dan 21-8. Fitriani memang belum bisa menunjukkan prestasi terbaik, tapi keuletan pemain yang kini berada di peringkat 36 dunia ini, dalam mengejar ketertinggalan patut diacungi jempol.
2/ Kejutan dari Taiwan
Tampil sebagai pasangan ganda putra nonunggulan, ganda asal Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng, berhasil menaklukkan dua Juara Dunia di babak awal gelaran All England 2018. Di babak 32 besar, mereka berhasil mengalahkan ganda putra Juara Dunia 2017 asal Tiongkok, Liu Cheng/Zhang Nan dengan straight set, 22-20 dan 22-20.
Pada babak 16 besar, mereka juga menyingkirkan ganda putra Juara Dunia 2013 & 2015, andalan Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dua set langsung, 21-16 dan 21-11.

Hafiz/Gloria Foto : badmintonindonesia.org
3/ Sudden Death Pasangan Hafiz/Gloria
Menang mudah pada babak 32 besar melawan pasangan ganda campuran asal Rusia, perjalanan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di gelaran All England 2018, harus terhenti ditangan juniornya, Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja dengan rubber set, 18-21, 21-15 dan 30-29.
Pada set 3, kemenangan Hafiz / Gloria harus diputuskan dengan sistem sudden death karena perolehan skor sama, 29-29. Sampai dengan babak 16 besar, partai ini adalah partai pertama yang memberlakukan sistem sudden death.
4/ Pertemuan ke-40
Pertemuan dua tunggal putra andalan Tiongkok dan Malaysia di ajang All England 2018, akan menjadi pertemuan mereka yang ke-40. Lin Dan (Tiongkok), pemegang enam gelar All England (2004, 2006, 2007, 2009, 2012 & 2016) dan Lee Chong Wei (Malaysia), pemegang empat gelar All England (2010, 2011, 2014 dan 2017) bertemu di babak perempat final dan dimenangkan Lin Dan yang akhirnya menjadi runner-up. Dengan begitu statistik pertemuan mereka adalah 12 : 28, dengan keunggulan dipegang Lin Dan.

Ratchanok Intanon, Foto : Twitter @YonexAllEngland
5/ Ratchanok Intanon Tumbang
Stadium March Arena Birmingham, Inggris ternyata menjadi mimpi buruk bagi beberapa juara dunia bulu tangkis, salah satu di antaranya adalah Juara Dunia Tunggal Putri 2013 yang juga menduduki rangking empat dunia asal Thailand, Ratchanok Intanon. Ratchanok harus langsung mengubur mimpinya untuk menjadi Juara All England setelah kalah dari pemain tunggal putri asal Kanada, Michelle Li dengan rubber set 21-15, 14-21 dan 19-21.
Bennita Luisa
Baca Juga:
10 Fakta Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Baik di Lapangan Bulu Tangkis Maupun Kehidupan Pribadi
Gregoria Mariska Tunjung, Pebulu Tangkis Putri Indonesia yang Diandalkan Jadi Penerus Susy Susanti
3 Pemain Bulu Tangkis Putri Muda Ini Kini Menjadi Andalan Indonesia