Foto: Pixabay
 


Pengalaman bertemu dengan hantu atau sekadar mendengar ceritanya dari teman dan menonton film horor, mampu membangkitkan rasa penasaran tentang makhluk yang identik dengan dunia setelah kematian. 

Seperti yang terjadi pada Jérôme Tadié adalah seorang ahli geografi urban asal Prancis.

Lewat penelitian yang ia lakukan, terutama di daerah Tanah Tinggi Jakarta, ia menemukan peran positif hantu bagi masyarakat.

Simak 3 fakta menarik tentang hantu berikut ini.



Foto: NF

1/ Hantu Jadi Cerminan Transisi Waktu, Dahulu dan Sekarang

Kisah hantu-hantu bisa jadi catatan sejarah, yang mencerminkan pembangunan sebuah daerah.

“Perkembangan sebuah kota tidak hanya bisa dilihat dari bangunan-bangunan tapi juga dari yang tidak kasat mata,“ ujar Jérôme dalam seminar di Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta. 

Misalnya, di sebuah rumah besar di sebuah sudut Tanah Tinggi ada legenda hantu wanita. Dari pakaian dan raut wajah hantu yang beredar di masyarakat, kita bisa tahu di daerah itu dulunya adalah daerah pemukiman keturunan Tionghoa, meski kini tidak lagi.

Ketika sebuah tempat berubah fungsi, hantu yang ada di sana dapat menjadi penanda dan membuat orang tak melupakannya. Misal, hantu terowongan Kasablanka dan hantu apartemen di sekitar Kasablanka membuat masyarakat ingat bahwa di jalan itu dulunya ada komplek makam besar.

Keberadaan hantu juga memengaruhi perkembangan suatu tempat. Sebuah bangunan bisa saja tak jadi dibongkar karena banyak hantunya, atau sebaliknya diruntuhkan karena tak ada yang berani tinggal di sana.
 
 


2/ Kehadiran Hantu Terkait dengan Alam dan Perilaku manusia

“Kita sering mendapat cerita keberadaan hantu di sebuah pohon, sungai, danau, dan lain-lain. Alam menjadi tempat tinggal mereka karena itu sedikit banyak memengaruhi perilaku kita terhadap alam,” ujar Jerome yang juga peneliti di Lembaga Riset untuk Pembangunan (IRD) di bawah UMR Migrations et Sociétés (Urmis).

Misal, saat melewati tempat atau pohon yang dianggap berhantu kita jadi lebih berhati-hati dalam bersikap dan bicara. Tertawa tidak keras-keras, tidak bicara sembarangan, bahkan meminta izin untuk sekadar lewat.

Keberadaan hantu di pohon dan tempat tertentu  juga bisa melindungi pohon dan alam itu. Manusia tidak berani mengusik hantu dengan menebangnya.
 
 

3/ Kehadiran Hantu Juga Menggambarkan Kondisi Sosial Politik

Hantu di sebuah mal di Jakarta Timur membuat siapa pun mengingat peristiwa politik dan kerusuhan sosial di Jakarta pada tahun 1998.

Hantu Jembatan Ancol juga akan menggiring ingatan akan penjajahan Belanda di Indonesia, begitu juga hantu-hantu di daerah kota tua tempat pejuang kemerdekaan dipenjara dan dieksekusi.

"Di markas sebuah partai politik di Jakarta kabarnya sering terlihat hantu korban penyerbuan dengan kekerasan di masa lalu, " ujarnya.

Demikianlah, meski tidak bercerita, para hantu itu sebenarnya bisa jadi petunjuk sejarah. (f)

Baca Juga:

Liburan di Korea, Kunjungi Festival Aneka Bunga di Musim Semi
Ingin Berlibur Bersama Hewan Peliharaan? Perhatikan 9 Hal Berikut Ini