
Wisata kuliner selalu jadi agenda yang menyenangkan, apalagi kalau makanan dan minumannya menjanjikan khasiat tertentu atau memiliki keunikan, seperti berikut ini:

Medan: Khasiat Sehat Chai Pau
Penganan khas Medan satu ini pengaruh dari budaya kuliner Tiongkok yang masuk ke Kota Medan. Dalam bahasa Hok Kien, ‘chai’ berarti sayur, sementara ‘pau’ berarti bungkus. Biasanya, camilan yang ringan ini disantap dengan cocolan sambal merah yang khas.
Kulit chai pau terbuat dari ubi rambat yang diisi dengan tumisan sayur aneka macam, seperti bengkuang, wortel, dan kol. Walau aslinya diisi sayur, beberapa penjual melakukan inovasi dengan mencampur isiannya dengan daging, ayam, atau udang. Proses memasaknya dengan cara dikukus.
Chai pau dapat ditemukan di sejumlah sudut Kota Medan dan pasar tradisional. Salah satu yang direkomendasikan adalah chai pau yang dijual di sekitar pinggiran Jalan Pajak Besi.

Semarang : Jun jamu istimewa
Tanah Jawa memang terkenal dengan jamu-jamuan penuh khasiat terbuat dari rempah-rempah alami. Tak terkecuali Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki minuman sehat terkenal, Jamu Jun. Jangan bayangkan rasanya pahit seperti jamu umumnya, karena jamu ini justru terasa manis dan hangat. Cita rasanya berasal dari 12 macam rempah yang menjadi bahan utamanya. Terdiri atas cengkih, kayu manis, jahe, merica hitam, dan kapulaga, yang biasanya juga dilengkapi penganan bola-bola kecil yang terbuat dari kelapa dan jahe.
Jamu ini tidak hanya bisa ditemui di Semarang, tapi juga di sejumlah daerah lainnya di pesisir pantai utara Jawa Tengah, seperti Jepara, Pati, dan Demak. Nama ‘jun’ diambil dari kata junjang-junjung, yang dalam bahasa Indonesia dimaknai ‘angkat-angkat’.
Konon, jamu ini dimasukkan ke dalam wadah gentong dari tanah liat, dan dijajakan dengan cara diangkat atau digendong dari satu tempat ke tempat lain. Di Demak, jamu ini lebih dikenal dengan sebutan jamu coro atau adon-adon coro.
Minuman ini bisa Anda temukan di beberapa sudut Kota Semarang, seperti di Jalan Wotgandul Timur dan kawasan pecinan. Biasanya, para penjual akan menjajakannya mulai sore hingga tengah malam. Jamu Jun disajikan dalam wadah mangkuk kecil dengan sendok, karena teksturnya yang sedikit lebih kental. Harganya cukup murah, semangkuk hanya Rp5.000.

Malang : Wisata kuliner Jadul di HokLay
Hok Lay adalah salah satu tempat kuliner paling legendaris di Kota Malang. Lokasinya terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan 10. Spesialis lumpia Semarang dan pangsit cwiemie ini sudah berdiri sejak tahun 1946 di daerah Pasar Besar. Suasana jadul peninggalan tempo dulu dapat dilihat dari jendela-jendela besar tua yang masih terlihat kokoh, serta perabot kayu dan dinding yang tampak kusam.
Banyak wisatawan lokal yang memasukkan Hok Lay dalam bucket list traveling mereka ke Malang. Tak hanya ingin tenggelam dalam suasana kuno, tapi juga menikmati ragam penganan, mulai dari cwimie, lumpia, hingga minuman fosco yang hanya bisa ditemui di Hok Lay.
Konon, minuman bernama fosco ini dibawa dari resep Belanda, yang mencampurkan cokelat dan susu full cream murni dan ditempatkan di botol minuman bersoda. Sensasi yang dirasakan adalah manis, segar, dan after taste rasa gurih, sehingga rasa fosco mirip dengan minuman kekinian, salted caramel.

Bukit Tinggi : Hangatnya Bika Talago
Jangan bayangkan bika talago seperti bika ambon. Pasalnya, kue khas Bukittinggi, Sumatera Barat, ini dari bentuknya saja sudah berbeda. Bika talago terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan gula merah, sehingga teksturnya kasar dan sedikit keras.
Penganan ini bisa ditemukan di daerah Koto Baru, dalam perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi. Pembeli juga dapat melihat langsung pembuatan bika menggunakan tungku tradisional. Adonan dituang ke cetakan tembikar, yang dibakar dengan api dari kayu atau arang.
Bika dalam bahasa Minang berarti kue yang dipanggang. Sementara talago diambil dari kata telaga, karena kue ini dulu umumnya dibuat masyarakat sekitar telaga di daerah Koto Baru.
Dari aslinya berwarna putih dengan rasa manis dan aroma kelapa yang khas, kini rasa bika talago bervariasi. Ada bika talago merah, dengan gula merah sehingga rasa manisnya lebih kuat. Nikmati selagi hangat ditemani secangkir kopi. (f)
Penganan ini bisa ditemukan di daerah Koto Baru, dalam perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi. Pembeli juga dapat melihat langsung pembuatan bika menggunakan tungku tradisional. Adonan dituang ke cetakan tembikar, yang dibakar dengan api dari kayu atau arang.
Bika dalam bahasa Minang berarti kue yang dipanggang. Sementara talago diambil dari kata telaga, karena kue ini dulu umumnya dibuat masyarakat sekitar telaga di daerah Koto Baru.
Dari aslinya berwarna putih dengan rasa manis dan aroma kelapa yang khas, kini rasa bika talago bervariasi. Ada bika talago merah, dengan gula merah sehingga rasa manisnya lebih kuat. Nikmati selagi hangat ditemani secangkir kopi. (f)