Road trip 
melewati rute emas, Tokyo - Kyoto, dengan pemandangan Gunung Fuji/ Foto: Shutterstock

Ada banyak cara untuk membuat acara jalan-jalan jadi lebih berkesan daripada sekadar mengumpulkan foto-foto selfie. Penelitian yang dilakukan perusahaan perjalanan Booking.com, terhadap 21.500 wisatawan di 29 negara, mengumpulkan fakta ini: hampir dua pertiga wisatawan lebih menghargai pengalaman daripada harta benda. Mulai dari pengalaman kuliner, menginap di hotel yang unik, kegiatan di outdoor yang spektakular, menonton konser impian, hingga pertandingan olahraga favorit, menjadi alasan kuat untuk jalan-jalan ke tempat yang jauh. Masukkan ini ke bucket list Anda.

1/ Road Trip Elektrik

Menurut situs Lonely Planet, tahun ini akan semakin banyak orang yang bisa menikmati road trip sambil mengendarai mobil elektrik. Memang kalau kita harus memastikan di perjalanan akan melewati charging station kesannya lebih ribet, karena belum tentu selalu tersedia di pom bensin biasa. Tapi kenyataannya, kendaraan elektrik dan fasilitasnya kini tidak hanya populer di Jepang atau AS yang ingin mengurangi polusi, tapi juga di banyak negara lain seperti Uni Emirat Arab atau Australia. Menyewa mobil elektrik bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan saat kita bepergian.
 
 

Pergi ke mana? 
 
Kunjungi 7 emirat di Uni Emirat Arab dan Oman sekaligus tanpa perlu khawatir soal charge mobil. Berkendara elektrik di Barbados juga lebih mudah karena charging station tersedia di seluruh penjuru pulau. Rute Highlands di Skotlandia dan Route 66 di AS juga punya fasilitas mumpuni untuk kendaraan elektrik. Atau, coba road trip secepat kilat di Jepang, negara pelopor kendaraan elektrik, melalui Rute Emas dari Tokyo ke Kyoto melewati Gunung Fuji.
 
 
 


Foto: Shutterstock 

2/ Destinasi Digital
 
Kemudahan teknologi juga menjadi impian wisatawan yang akan bepergian ke suatu destinasi. Menurut Booking.com, sebanyak 34% wisatawan menginginkan seseorang atau sesuatu untuk membuat rekomendasi perjalanan untuk mereka, dan sekitar 41% ingin teknologi atau aplikasi yang bisa membuat rekomendasi perjalanan. Bahkan 52% senang kalau ada inovasi teknologi seperti pemandu wisata digital.
 
Teknologi VR atau virtual reality salah satu yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk pengalaman perjalanan yang maksimal. Apalagi kini, tak hanya mengandalkan foto, berbagai situs wisata telah menampilkan video 360 derajat atau virtual reality untuk mempromosikan destinasinya.
 
Dengan teknologi VR, kita bisa merasakan pengalaman langsung seperti berada di lokasi wisata tersebut tanpa benar-benar berada di sana. Hal ini bisa membantu wisatawan untuk membiasakan diri dengan destinasi sebelum mereka tiba.
 
Teknologi juga dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk menarik 17 juta wisatawan ke Indonesia, lewat program 100 destinasi digital, atau destinasi kreatif yang fotogenik dan bisa viral di media sosial. Program ini membangun beberapa pasar kekinian dan instagramable seperti Pasar Siti Nurbaya di Padang, Pasar Mangrove di Batam, Pasar Baba Boentjit di Palembang, Pasar Tahura di Lampung, Pasar Karetan di Kendal, Pasar Kaki Langit di Yogyakarta, dan lainnya. (f)

Baca Juga:

Selain Pesawat, Traveler Indonesia juga Mencari Tiket Bus dan Kereta via Online

Mengenal Lebih Dalam Suku Kyrgyz di Kyrgyztan

Mari Ke Flores