Foto: Shutterstock

Hiking atau mendaki gunung adalah salah satu aktivitas favorit masyarakat Korea Selatan untuk mengisi liburan dan waktu senggang. Pada akhir pekan, antrean bisa terjadi mulai dari parkiran hingga jalur pendakian. 

Kalau di Indonesia yang hobi naik gunung adalah anak-anak muda hingga dewasa muda, di negeri ginseng hiking justru lebih banyak dilakukan ibu-ibu dan bapak-bapak berusia di atas 50 tahun. 

Tak usah heran kalau saat mendaki gunung di Korea, Anda jarang bertemu dengan pendaki muda. Kalaupun ada rombongan remaja, kemungkinan mereka sedang melakukan study tour sekolah. Ibu-ibu dan bapak-bapak pendaki ini memiliki ciri khas, mengenakan jaket, tas, topi, dan sepatu berwarna-warni. Biasanya juga membawa trekking pole.

Jangan remehkan mereka. Langkah mereka mantap-mantap. Yang mengagumkan adalah semangatnya. Meski beberapa pendaki senior terlihat seperti sulit melangkah dengan bantuan trekking pole karena terlihat sulit melangkah, tapi mereka terus berjalan dan mendaki. Walau tak secepat yang lain, tapi mereka tak tampak menyerah.

Jika Anda suka aktivitas di alam, coba hiking di beberapa gunung terkenal di Korea Selatan berikut ini, masing-masing memiliki pesona tersendiri:  
 
Foto: Nuri Fajriati

1/ Seoraksan

San berarti gunung. Dan gunung Seorak yang terletak di kota Sokcho, sekitar dua setengah jam menggunakan kendaraan dari Seoul ini, salah satu gunung yang terkenal banget sebagai destinasi wisata. Terutama saat musim gugur. Akses menuju pintu masuk gunung Seorak sangat mudah dicapai menggunakan bis umum. Untuk masuk kawasan gunung Seorak Anda harus membayar 3500 won.

Ada beberapa jalur pendakian di sini. Untuk mencapai puncak tertingginya, Daecheongbong, perlu waktu sekitar 11 - 12 jam satu arah sehingga harus menginap di lokasi yang ditentukan. Mendaki setelah matahari terbenam hingga matahari terbit dilarang. Kalau sekadar hiking ceria, ambil jalur menuju puncak Ulsanbawi yang bisa ditempuh sekitar dua jam. 



2/ Naejangsan

Gunung yang berada di pinggiran kota Jeonju ini termasuk gunung favorit. Saat akhir pekan, menuju parkirannya yang sangat luas saja sudah antre. Dari tempat parkir menuju pintu masuk jalur pendakian Anda harus berjalan melewati taman yang luas, lalu setelah membayar tiket masuk 3000 won Anda akan disambut kuil, baru kemudian bisa menentukan akan mengambil jalur pendakian yang diinginkan. 

Untuk menuju puncak  Sinseonbong yang tertinggi (763 mdpl) diperlukan waktu tempuh sekitar tiga jam. Dalam perjalanan turun, Anda bisa beristirahat sambil memakan bekal seperti kebiasaan masyarakat Korea. Tak hanya indah di musim gugur, Naejangsan juga menyuguhkan pemandangan cherry blossom di musim semi.
 
 




3/ Bukhansan

Terletak di pinggiran kota Seoul, gunung yang tiap tahun dikunjungi sekitar lima juta orang ini merupakan gunung yang paling banyak dikunjungi per meter persegi di dunia. Saat cuaca cerah, Anda bisa memandang gedung-gedung pencakar langit kota Seoul dari Bukhansan. Untuk menuju pintu masuk, Anda bisa menggunakan bis umum dari tengah kota Seoul.

Ada dua pintu masuk - keluar yang terkenal yaitu Bukhansanseong dan Jeongneung. Untuk mencapai puncak tertingginya, 836,5 meter di atas permukaan laut, Baegundae Anda harus menempuh jarak 3,4 km dari pusat informasi Bukhansanseong. Puncak yang berupa batu granit besar, sangat menantang. Tenang, ada pagar besi yang bisa membantu dan menjaga keamanan pendaki.

Bukhansan tak akan membuat warga Seoul bosan, karena memiliki banyak pilihan jalur yang menawarkan pengalaman berbeda-beda. 



4/ Hallasan

 Gunung tertinggi di Korea Selatan ini  (1950 meter di atas permukaan laut) berada di tengah pulau Jeju di Selatan Korea. Ada enam jalur hiking, namun yang paling populer adalah jalur Gwaneumsa dan Seongpanak. Dua jalur ini mengantarkan Anda menuju puncak, sementara yang lain tidak.

Gwaneumsa memiliki panjang 8,7 km, sementara Seongpanak 9,6 km. Meski lebih panjang, Seongpanak lebih ramai karena cenderung lebih landai. Ada batas waktu untuk mencapai titik tertentu. Jika Anda lewat dari waktu yang ditentukan, Anda tidak boleh melanjutkan perjalanan ke puncak dan harus turun. Ini karena gunung tidak boleh didaki setelah matahari terbenam. 

Anda tertarik untuk mencoba? Walau jalur pendakian tertata apik dan relatif nyaman, jangan lupa siapkan fisik, ya. (f)

Nuri Fajriati

Baca Juga: