Belum lagi aturan-aturan khusus lain yang mungkin tidak berlaku di bandara lainnya. Sebab, umumnya aturan dibuat berdasarkan kebijakan dari pemerintahan di suatu negara, bukan oleh otoritas bandara. Mariani Tjan, VP Operation Dwidayatour, mengatakan, sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, lakukan riset terlebih dahulu tentang aturan-aturan di bandara yang dituju.

1/ Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab
LARANGAN UNTUK TAS BERBENTUK BULAT
Di kalangan para traveler, Dubai International Airport (DXB), Uni Emirat Arab, dikenal sebagai tujuan transit hampir semua maskapai dunia. Bandara ini telah menerapkan peraturan baru untuk bagasi penumpang. Tas ataupun bagasi yang bentuknya tidak teratur atau kebesaran, akan ditolak saat chek in di bandara. Peraturan baru itu berlaku mulai 8 Maret 2017.
Tas berbentuk bulat sangat dilarang karena bisa tersangkut di sistem bagasi, sehingga menunda pengiriman bagasi dan membuat penumpang lainnya makin lama menunggu. Penumpang harus memastikan bahwa setidaknya salah satu bagian bagasi berbentuk datar.
Pengelola bandara mengimbau agar penumpang menggunakan tas dengan salah satu permukaannya datar, tidak mengikatkan tali plastik di sekitaran bagasi. Bagasi juga tidak lebih besar dari panjang 90 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 70 cm. Namun, jika sudah telanjur, penumpang masih bisa mengemas ulang barang bawaannya di bandara, dengan layanan berbayar yang disediakan.
Bandara Internasional Dubai merupakan salah satu bandara dengan layanan bagasi tersibuk di dunia. Sebagai bandara penghubung berbagai penerbangan antarbenua, bandara ini memiliki 15.000 unit wadah pengecekan sinar x-ray dan 21.000 unit truk pengangkut bagasi.

2/ Bandara Internasional Schiphol, Belanda
PEMINDAI SELURUH TUBUH DAN PEMBATASAN BARANG ANTIK
Bandara Internasional Amsterdam Schiphol tidak hanya merupakan pintu masuk ke negara Belanda, tapi juga salah satu pintu masuk utama ke Benua Eropa. Pada tahun 2013, Bandara Internasional Amsterdam Schiphol tercatat menempati urutan kelima bandara dengan lalu lintas penumpang terbanyak di Eropa. Terletak di kawasan Haarlemmermeer, 15 kilometer dari Amsterdam, Schiphol tercatat sebagai bandara terbaik Eropa Barat, menurut SKYTRAX, pada tahun 2014.
Bandara ini memiliki sistem keamanan yang tinggi, tapi tidak mengurangi rasa nyaman calon penumpang. Salah satu teknologi yang digunakan bandara ini, alat pemindai seluruh badan, yang cepat dan sangat mudah digunakan. Cukup dengan berdiri di tempat yang ditentukan, angkat tangan, hanya dalam waktu 2 detik tindakan pemindai selesai.
Pemindai ini menggunakan teknologi gelombang milimeter untuk memeriksa apakah ada objek yang tidak biasa pada tubuh. Namun, privasi calon penumpang sangat dilindungi. Gelombang yang dihasilkan oleh mesin tidak berbahaya bagi kesehatan, dan dapat digunakan oleh wanita hamil atau mereka yang menggunakan alat pacu jantung.
Tidak ada paksaan untuk melewati pemindai ini. Jika Anda tidak ingin melewatinya, beri tahu petugas keamanan agar Anda diperiksa secara manual.
Bandara ini juga memiliki aturan lain khusus untuk barang-barang antik atau seni. Semua barang yang masuk atau melewati bandara ini harus mengantongi izin dari otoritas tertentu. Untuk itu, pertimbangkan bila Anda ingin membeli atau membawa benda antik atau karya seni ke Belanda, bila melalui bandara ini. Negara Belanda adalah salah satu negara yang konsisten melindungi warisan budaya.

3/ Bandara Internasional John F. Kennedy, Amerika Serikat
PEMERIKSAAN BAGASI DAN KESEHATAN
Sebagai upaya untuk mengantisipasi keamanan, khususnya terhadap terorisme, Transportation Security Administration (TSA), Administrasi Keamanan Transportasi, memberlakukan aturan untuk memeriksa bagasi. Salah satunya, TSA menganjurkan tiap penumpang yang meninggalkan atau terhubung ke penerbangan selanjutnya di bandara-bandara Amerika Serikat untuk tidak mengunci bagasi.
Hal ini dilakukan karena apabila terdapat barang atau objek mencurigakan di bagasi, maka bagasi akan dibuka untuk pemeriksaan lanjutan. Bila terkunci, petugas akan membuka paksa.
Kamera film sebaiknya jangan diletakkan di dalam bagasi karena peralatan pemeriksaan keamanan canggih yang digunakan dapat merusak film. Anda harus membawanya ke dalam kabin dalam tas jinjing.
Pemeriksaan kondisi medis juga diterapkan di bandara yang memulai penerbangan komersial sejak Juli 1948 ini. Semua penumpang diminta untuk menjalani pemeriksaan di pos pemeriksaan. Bila Anda atau salah satu dari rombongan memiliki kondisi medis khusus, segera melapor kepada petugas TSA untuk berkonsultasi dengan menunjukkan dokumen kondisi medis.
Di bandara ini sepatu juga diperiksa, sehingga kadang-kadang perlu dilepas. Tujuan untuk memastikan tidak ada penyelupan barang-barang atau obat-obat terlarang.
Untuk orang yang memiliki cacat dan kondisi medis khusus, tidak diharuskan melepas sepatu. Namun, bukan berarti bebas dari pemeriksaan, karena sepatu akan tetap menjalani pemeriksaan visual atau fisik, serta pelacak uji deteksi jejak alas kaki, dengan si pemakainya bisa tetap dalam kondisi duduk selama pemeriksaan berlangsung.

4/ Bandara Internasional Changi, Singapura
PENGENALAN WAJAH OTOMATIS
Bandara Internasional Changi merupakan bandara tersibuk keenam di dunia dalam hal trafik internasional. Bandara ini menghubungkan 380 kota di seluruh dunia dengan lebih dari 100 maskapai. Melayani sekitar 7.000 penerbangan tiap minggu, atau sekitar satu penerbangan tiap 90 detik, dan telah melayani 58,7 juta penumpang selama tahun 2016.
Bandara Changi tahun ini membuka Terminal 4, terminal terbaru dari 3 bandara yang sudah ada sebelumnya. Di Terminal 4 ini akan dihadirkan teknologi Fast and Seamless Travel (FAST) untuk pengenalan wajah (facial recognition software), dari awal hingga akhir, untuk penumpang yang akan bepergian.
Dengan penggunaan FAST, penumpang dapat menikmati kebebasan dalam melakukan check-in sesuai kemauan, tanpa harus menunggu loket dibuka. FAST juga akan meningkatkan produktivitas karena dalam jangka panjang dapat menghemat tenaga kerja sekitar 20%, ketika operasional telah stabil.
Proses dengan menggunakan FAST, diawali dengan melewati dan registrasi di kios check-in otomatis, disusul dengan automated bag drop, automated immigration gate (hanya berlaku untuk warga negara Singapura), dan terakhir melewati pintu keberangkatan otomatis.
Di tiap pintu yang dilewati, pengenalan wajah cukup dilakukan dengan menempelkan paspor, kemudian mencocokkannya secara otomatis dengan wajah penumpang.

5/ Bandara Internasional Hong Kong
PISAHKAN BATERAI LITHIUM DARI PERANGKAT UTAMA
Penumpang yang hendak melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Hong Kong diharapkan mengikuti pedoman bagasi yang ditetapkan oleh komite operator penerbangan. Ada pun aturan ukuran barang yang boleh dibawa dalam kabin pesawat adalah tidak boleh melebihi 56 cm x 36 cm x 23 cm.
Anda dapat memeriksa apakah ukuran barang Anda sudah tepat dengan menggunakan alat ukur yang ada di sekitar check-in dan di pintu masuk ruang imigrasi di Terminal 1 dan Terminal 2. Bila melebihi ukuran yang telah ditentukan, maka barang Anda wajib ada di bagasi.
Selain itu, baterai lithium untuk perangkat elektronik portabel harus dipisah dan dilindungi dengan plastik khusus. Tujuannya, untuk mencegah terjadi arus pendek. Bagi yang transit, pastikan Anda sudah mencapai ruang tunggu penerbangan selanjutnya, 30 menit sebelum waktu keberangkatan. Spray merica atau pistol kejut untuk melindungi diri masih diperbolehkan melewati bandara ini, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

6/ Narita Airport, Tokyo, Jepang
PEMERIKSAAN TAMBAHAN DI RUANG TUNGGU
Bandara yang terletak di Narita, sekitar 60 km dari Tokyo, ini memfasilitasi sebagian besar penerbangan internasional dari dan ke Jepang. Untuk itu, bandara ini menerapkan aturan tingkat tinggi baik untuk yang datang maupun berangkat. Berdasarkan instruksi Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism, Jepang, keamanan bandara ditingkatkan dan pemeriksaan keamanan khusus ditambah, termasuk petugas akan memeriksa sepatu.
Ketika akan berangkat, beberapa maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan keamanan tambahan sebelum menaiki pesawat terbang. Pemeriksaan ini dilakukan secara independen oleh perusahaan penerbangan berdasarkan peraturan di negara tujuan.
Untuk kedatangan, ada aturan tentang sayuran dan buah yang dibawa ke Jepang. Aturan ini mulai berlaku sejak 24 November 2016 lalu. Beragam jenis sayur dan buah wajib mendapat sertifikasi dari pihak karantina asal. Aturan ini memang tidak berlaku pada penerbangan dari Indonesia, tapi pada penerbangan dari Amerika Serikat, Kanada, Prancis, dan Jerman. (f)