Pertemuan Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee/WHC) UNESCO di Baku, Azerbaijan yang berlangsung pada tgl 30 Juni - 10 Juli 2019, menetapkan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai situs warisan dunia.

Dengan demikian, hingga saat ini, Indonesia telah memiliki total 9 Warisan Dunia. Lima pada kategori Warisan Budaya, yaitu Kompleks Candi Borobudur (1991), Kompleks Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana (2012), dan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (2019). Sementara pada kategori Warisan Alam terdapat empat warisan, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), dan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004). 

Tertarik untuk mengunjungi Sawahlunto yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang atau sekitar 115 km dari bandara Minangkabau ini? Berikut wisata yang menarik untuk dikunjungi :
 
Foto: whc.unesco.org/ dok. Dinas Kebudayaan Peninggalan
Sejarah dan Permuseuman Sawahlunto
 
1/ Museum tambang batubara, lubang mbah suro, dan gudang ransum

Terpilihnya tambang batubara ombilin sawahlunto tentu terkait dengan aktivitas penambangan batu bara pada akhir abad ke 19, oleh Belanda. Perencanaan dan sistem terintegrasi sejak batu bara ditambang dari lorong-lorong bawah tanah, diproses, disalurkan menggunakan kereta, hingga dikirim menggunakan kapal dari pelabuhan Teluk Bayur (dulu disebut Emmahaven), dianggap memberi kontribusi bagi dunia.

PT Bukit Asam Tbk yang kini mengambil alih pengelolaan, menjadikan lubang tambang batubara bawah tanah menjadi lokasi pendidikan serta wisata. Wisatawan bisa mengunjungi Museum Tambang Batu Bara Ombilin dan mengetahui sejarah perusahaan, peralatan yang digunakan untuk menambang batubara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu, serta mempelajari proses pertambangan batubara. 

Ada juga Museum Goedang Ransoem, yang dulunya digunakan sebagai dapur umum dan tempat merawat orang sakit. Jika Anda cukup bernyali, Anda bisa menjelajahi lubang mbah suro yang dulunya digunakan sebagai jalur menambang batubara. Agar komplet, menginaplah di hotel Ombilin Heritage yang dibangun pada 1918. Dari tempat peristirahatan tenaga ahli tambang, ia sempat berubah fungsi menjadi asrama tentara sebelum berfungsi menjadi hotel hingga kini. 

Foto: whc.unesco.org/ dok. Dinas Kebudayaan Peninggalan
Sejarah dan Permuseuman Sawahlunto

2/ Museum kereta api

Stasiun kereta api yang dulu digunakan untuk mengangkut batubara kini diubah fungsinya menjadi museum kereta api. Wisatawan bisa melihat gerbong-gerbong antik yang dulu dioperasikan menggunakan tenaga uap. Salah satu kereta antik yang terkenal di sini adalah lokomotif uap E1060 atau disebut mak itam karena warnanya yang hitam. Lokomotif antik ini sebetulnya masih bisa dijalankan, namun sangat mahal, sehingga sangat jarang kesempatan menyaksikannya berjalan.
 
Foto: shutterstock

3/ Danau biru

Berada di di luar pusat kota, tambang batubara dilakukan di area terbuka dan banyak meninggalkan ceruk-ceruk besar di mana-mana. Seperti di Bangka Belitung yang bekas tambang timahnya kini terkenal di era Instagram karena lubang-lubang yang terisi air dan berwarna biru cerah, di Sawahlunto pun mengalami fenomena yang sama. Lubang bekas tambang batubara yang entah sejak kapan mulai terisi air, kini berubah wujud menjadi danau biru yang tenang dan cantik. Karena warnanya itulah, masyaraat setempat menamakannya danau biru.
 
 

 
Foto: shutterstock

4/ Tenun songket Silungkang

Sudah cukup dengan tambang batubara, saatnya Anda belanja tenung songket Silungkang. Hasil karya para wanita hebat di daerah Silungkang, Sawalunto ini dibuat menggunakan alat tenun tradisional. Mengutip dari Infosumbar, tenun di Silungkang biasanya jenis songket yang motif hiasnya tidak memenuhi seluruh bidang kain dan cenderung sederhana sehingga lebih cepat selesai dan mudah dikombinasikan dengan berbagai busana. Motifnya terinpirasi dari kekayaan alam sekitar seperti rabuang pucuak, motif burung, sirangkak, Balah katupek, dan lain-lain.

5/ Puncak guguak nan gadang dan puncak polan

Dari ketinggian puncak guguak nan gadang dan puncak polan, wisatawan bisa mencoba paragliding dan menyaksikan pemandangan kota Sawahlunto yang dikelilingi bukit dan sawah hijau dari atas. Indah. (f)

Baca Juga:

5 Museum Tentang Makanan Ini Tak Hanya Menarik Pecinta Kuliner
Jalan-jalan di Eropa Seperti Tom Holland di Spider-Man : Far From Home
Terlalu Lama Berkunjung Hingga Sandal Jepit Bisa Bikin Anda Didenda di Tempat Wisata Ini