
Foto: Yos, JNTO.go.jp
Provinsi Ishikawa yang terletak di kawasan Hokuriku, yaitu kawasan bagian barat Pulau Honshu yang menghadap Laut Jepang ternyata menyimpan begitu banyak sejarah Jepang.
Berbagai budaya Jepang –yang hingga kini banyak dikagumi orang- berkembang dan ‘dibentuk’ di sini. Dari mulai budaya minum teh yang kemudian melahirkan seni pembuatan kudapan manis khas yang bernama wagashi, seni membuat lembaran emas di Kanazawa, hingga ‘tradisi’ menyantap kepiting jantan musim dingin.
Berikut ini hal-hal menarik yang tidak boleh terlewatkan bila kita berkunjung ke Ishikawa:
Higashi Chaya: Minum Bersama Geisha

Foto: JNTO
Sejarah Jepang mencatat peran penting geisha, wanita yang menjadi entertainer bagi kalangan feodal, termasuk samurai kelas atas. Mereka bekerja di rumah-rumah minum yang di Kanazawa bisa kita dapati di kawasan Higashi Chaya.
Di sini ada satu jalan yang kanan-kirinya masih berdiri rumah minum sejak zaman Edo. Dua chaya (tea house) terbuka untuk umum, yaitu Shima dan Kaikaro. Sebagai kawasan turis, kita akan mendapati banyak restoran, rumah minum dan toko-toko makanan dan suvenir.
Omicho Market
Foto: Yos
Kekayaan seafood membuat nama Jepang menjulang di dunia kuliner. Di pasar Omicho yang terletak di Kanazawa merupakan pasar ikan dan hasil laut yang sudah eksis sejak zaman Edo. Di pasar ikan yang sama sekali tidak berbau amis ini, kita bisa mendapatkan aneka makanan laut, dari yang segar hingga resto dan lapak yang menjual makanan matang seperti ikan bakar, sushi, maupun tempura.
Yang istimewa, karena saya datang ketika musim dingin, maka banyak penjual kepiting Echizen, yaitu kepiting musim dingin yang hanya ada pada bulan November-Maret setiap tahunnya.
Membuat Wagashi di Kanazawa

Foto: JNTO
Bila Anda pencinta kuliner Jepang, Anda akan kenal kudapan manis khas negeri matahari terbit ini yang berbentuk sangat nyeni. Inilah wagashi, kue-kue berbentuk mungil sebagai peneman upacara minum teh. Kanazawa adalah daerah penghasil wagashi terbesar di Jepang, dan orang Kanazawa juga pengonsumsi wagashi terbesar juga di Jepang.
Agar pengalaman kian lengkap, kita juga bisa belajar membentuk wagashi di Ishikawa Prefectural Product Center, yaitu bangunan toko 3 lantai yang terletak di kawasan Kenrokumachi ini menyediakan aneka makanan khas Jepang –manis maupun asin- termasuk berbagai macam suvenir. Seru!
21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa

Foto: JNTO
Es Krim Berlapis Emas

Foto: Yos
Nama Kanazawa berasal dari sungai yang mengandung emas, sehingga emas seperti menjadi simbol kota ini. Di Higashi Chaya, kita bahkan bisa makan emas –dalam arti yang sebenarnya- di toko Hakuichi.
Selembar tipis emas itu dilapiskan ke es krim cone rasa vanila. Rasanya...hmm...tentu saja es krim vanilanya sangat dominan, namun perasaan menjadi horang kayah karena makan emas itu menjadi pengalaman yang tak terlupa...
Taman Kenrokuen, Kanazawa

Foto: JNTO
Di tengah kota Kanazawa, ada taman yang indah -khas taman Jepang dengan pepohonan, bebatuan, kolam dnegan jembatan batu, lentera batu, ikan koi - bernama Kenrokuen. Taman seluas 11 hektar ini bisa menjadi miniatur alam Jepang yang berganti wajah setiap musim berganti: bunga sakura di musim semi, daun-daun kemerahan di musim gugur, dan ketika musim dingin akan diselimuti salju.
Di malam hari pun, lampu-lampu yang diletakkan secara artistik di pepohonan juga memberikan pemandangan yang cantik. Taman yang dibangun sejak masa Edo oleh keluarga Maeda -klan penguasa setempat- kini menjadi tempat favorit untuk berfoto dan selfie. (f)
Baca juga:
Bertamu Ke Rumah Samurai di Kanazawa, Jepang
Menukar Ranting Sakura di Kuil Cinta Kanegasaki di Fukui, Jepang
Simak juga:
Yang istimewa, karena saya datang ketika musim dingin, maka banyak penjual kepiting Echizen, yaitu kepiting musim dingin yang hanya ada pada bulan November-Maret setiap tahunnya.
Membuat Wagashi di Kanazawa

Foto: JNTO
Bila Anda pencinta kuliner Jepang, Anda akan kenal kudapan manis khas negeri matahari terbit ini yang berbentuk sangat nyeni. Inilah wagashi, kue-kue berbentuk mungil sebagai peneman upacara minum teh. Kanazawa adalah daerah penghasil wagashi terbesar di Jepang, dan orang Kanazawa juga pengonsumsi wagashi terbesar juga di Jepang.
Agar pengalaman kian lengkap, kita juga bisa belajar membentuk wagashi di Ishikawa Prefectural Product Center, yaitu bangunan toko 3 lantai yang terletak di kawasan Kenrokumachi ini menyediakan aneka makanan khas Jepang –manis maupun asin- termasuk berbagai macam suvenir. Seru!
21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa

Foto: JNTO
Bagi penyuka seni, di Kanazawa kita bisa mengunjungi museum yang menyimpan instalasi seni yang memikat. Setiap koleksi menempati kamar yang dibuat gelap, dengan sistem pencahayaan yang terukur sehingga instalasi bisa dinikmati dengan sempurna.
Ada beberapa yang mencekam, seperti penggambaran orang yang gantung diri, boneka sebesar manusia yang tidur dengan boneka-boneka marionette (stringed puppet) di atasnya, dan satu yang tidak boleh dilewatkan: kolam renang ‘bawah tanah’.
Ada beberapa yang mencekam, seperti penggambaran orang yang gantung diri, boneka sebesar manusia yang tidur dengan boneka-boneka marionette (stringed puppet) di atasnya, dan satu yang tidak boleh dilewatkan: kolam renang ‘bawah tanah’.
Es Krim Berlapis Emas

Foto: Yos
Selembar tipis emas itu dilapiskan ke es krim cone rasa vanila. Rasanya...hmm...tentu saja es krim vanilanya sangat dominan, namun perasaan menjadi horang kayah karena makan emas itu menjadi pengalaman yang tak terlupa...
Taman Kenrokuen, Kanazawa

Foto: JNTO
Di malam hari pun, lampu-lampu yang diletakkan secara artistik di pepohonan juga memberikan pemandangan yang cantik. Taman yang dibangun sejak masa Edo oleh keluarga Maeda -klan penguasa setempat- kini menjadi tempat favorit untuk berfoto dan selfie. (f)
Baca juga:
Bertamu Ke Rumah Samurai di Kanazawa, Jepang
Menukar Ranting Sakura di Kuil Cinta Kanegasaki di Fukui, Jepang
Simak juga: