
foto: Yos, JNTO
Tiba di Fukui, Provinsi yang terletak di Kawasan Hokuriku, kawasan di Pulau Honshu yang menghadap Laut Jepang, mata saya tertumbuk pada tulisan di flyer pariwisata: Fukui, the happiest prefecture in Japan. Aha..tentu saja rasa ingin tahu saya terusik?
Ini adalah hasil survei mengenai tingkat kebahagiaan yang dilakukan Universitas Hosei. Variabel yang dipakai adalah gaya hidup, lingkungan kerja, keamanan dan kesehatan sosial penduduknya. Dan, Fukui, yang sebetulnya ekonominya mayoritas didukung ekonomi pedesaan, ternyata menempati urutan pertama.
Berada di Fukui di musim dingin, saya merasakan petang begitu cepat datang. Kotanya tenang, dan di sepanjang perjalanan lintas kota –baik dnegan bus maupun kereta- saya menyaksikan persawahan yang hijau. Apa saja yang bisa dilakukan di Fukui, berikut ini di antaranya:
Maruoka Castle
Foto: Yos
Berbagai wilayah di Jepang memiliki benteng, namun Maruoka adalah benteng yang unik karena tidak ditinggali. Bila di daerah lain benteng juga menjadi tempat tinggal penguasa setempat, namun benteng ini hanya digunakan untuk mengamati datangnya musuh.
Untuk sampai ke tingkat tertinggi, hanya ada tangga kayu yang derajat kemiringannya nyaris tegak lurus sehingga saya perlu bantuan tali untuk bisa naik, maupun turun.
Agak pe-er sih, tapi percayalah, ketika sudah di pucuk benteng, kita hanya akan mampu menahan nafas, melihat keindahan pemandangan sekaligus membayangkan di masa lampau ketika para samurai dan prajurit memantau kedatangan musuh dengan hati berdebar.
Awara Yunomachi

Foto: JNTO
Berendam air panas (onsen) tentu sangat menyenangkan untuk melawan suhu dingin dan melepaskan penat. Awara Onsen yang terletak di kota Awara bisa menjadi tempat tujuan.
Pada suatu sore yang dingin, saya berkunjung di Awara Yunomachi, kompleks untuk melakukan onsen. Pilih saja derajat panas air yang Anda inginkan. Kalau saya, sih, cukup suam-suam kuku saja untuk melemaskan kaki yang pegal.
Yasuda Kamaboko Factory
Foto: Yos
Hasil olahan laut menjadi kekayaan Fukui, dan salah satunya dihasilkan oleh perusahaan milik keluarga Yasuda. Saya belajar membuat kamaboko, semacam fish cake dan mi dari adonan ikan di perusahan ini dipandu oleh pemilik, bapak Yasuda yang merupakan generasi ketiga.
Hasil-hasil makanan olahan seafood perusahaan ini sudah dipasarkan di berbagai wilayah Jepang.
Nihonkai Sakanamachi

Foto: JNTO
Inilah pasar ikan dan hasil laut Jepang. Di sini kita bisa mendapatkan apapun hasil laut yang segar. Dari kepiting musim dingin (Echizen crab), ikan, udang, salmon asap, kecap ikan, rumput laut, kombu dan masih banyak lagi.
Di pasar ikan yang tidak berbau amis itu, kita juga bisa belanja sayur-sayuran dan buah segar. Lapar? Tak perlu khawatir, karena banyak kios seafood matang dan sushi. (f)
Baca juga:
Bertamu Ke Rumah Samurai di Kanazawa, Jepang
Menikmati Guyuran Salju di Shirakawago
Di pasar ikan yang tidak berbau amis itu, kita juga bisa belanja sayur-sayuran dan buah segar. Lapar? Tak perlu khawatir, karena banyak kios seafood matang dan sushi. (f)
Baca juga:
Bertamu Ke Rumah Samurai di Kanazawa, Jepang
Menikmati Guyuran Salju di Shirakawago