
Sarubobo dari Takayama, secara tradisional diberikan untuk anak perempuan.
Foto: Yos
Berkunjung ke kuil-kuil di Jepang, bila mampir ke toko souvenirnya, maka Anda akan menemukan lucky charm bernama omamori. Orang Jepang tampaknya memang menyukai lucky charm. Karena selain omamori, ada berbagai jimat yang dipercaya membawa keberuntungan maupun proteksi. Bahkan, di setiap wilayah ada yang memiliki lucky charm yang menjadi ciri khasnya.
Berikut ini lucky charm yang popular di Jepang:

Daruma, Foto: Pixabay
Berikut ini lucky charm yang popular di Jepang:

Daruma, Foto: Pixabay
Daruma
Boneka tradisional Jepang ini terinspirasi dari sosok Bodhidharma, pendiri Zen, sebuah aliran dalam Buddhism. Boneka ini secara tradisional berwarna merah berbentuk bagian kepala laki-laki berjengot dengan alis tebal. Meski terlihat galak, Daruma dipercaya sebagai good luck charm, sehingga menjadi gift yang popular.
Anda bisa memperoleh Daruma di berbagai kuil Budha, juga dijual di toko-toko souvenir, bahkan juga di pasar-pasar. Harganya bervariasi, namun rata-rata 500 Yen. Di Kanazawa, daerah yang terkenal sebagai penghasil emas, daruma yang dijual banyak yang berwarna gold sebagai simbol kemakmuran.

Membuat Sarubobo di Takayama
Foto: Yos
Sarubobo
Di daerah Hida Takayama, boneka sarubobo biasanya dibuat oleh nenek untuk diberikan kepada cucu perempuannya. Dengan harapan, sang cucu akan mendapatkan keberuntungan.
Meski secara tradisional sarubobo berwarna merah, namun belakangan jimat ini dibuat sangat beragam, baik ukuran maupun warna, sehingga sarubobo bisa juga diberikan kepada pria. Setiap warna kemudian juga memiliki harapan tersendiri. Merah untuk kehidupan rumah tangga dan keluarga, emas untuk sukses keuangan, kuning untuk keuangan dan beruntung saat gambling, pink untuk cinta, hijau untuk perdamaian dan lain-lain.
Atas undangan Chubu District Transport Bureau, femina membuat sarubobo di toko pernak-pernik Hidagichi Sarubobo Shop milik Hasegawa-san yang terletak di Takayama Street, jalan utama di Kota Takayama, ibukota Provinsi Gifu. Cukup ribet, sih, ternyata, untung Hasegawa-san sangat sabar saat mengajari. Tapi melihat hasilnya, rasanya senang karena bisa memilih warna dan tulisan yang kita inginkan.
Kaaru (hijau, kiri), dibawa agar selamat dalam perjalanan.
Foto: Yos
Kodok yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan banyak dikenal di berbagai negara dan kepercayaan. Di negara empat musim, kodok biasanya muncul di awal musim semi, ketika suhu mulai menghangat. Karena itu, binatang ini dianggap sebagai simbol kehidupan yang baru.
Seperti halnya di Cina, orang Jepang juga memaknai kaeru (kodok) sebagai lambang pembawa keberuntungan, sesuai dnegan arti kata kaeru yaitu 'kembali'. Binatang amphibi ini menyimbolkan orang-orang yang kembali ke tanah kelahirannya, karena itu orang yang sedang traveling sering membawa lucky charm berbentuk kaeru ini di dalam tas atau menggantungnnya di tas. Harapannya, orang tersebut bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Omamori di Kuil Kanegasaki, Fukui.
Foto: Yos
Boneka tradisional Jepang ini terinspirasi dari sosok Bodhidharma, pendiri Zen, sebuah aliran dalam Buddhism. Boneka ini secara tradisional berwarna merah berbentuk bagian kepala laki-laki berjengot dengan alis tebal. Meski terlihat galak, Daruma dipercaya sebagai good luck charm, sehingga menjadi gift yang popular.
Anda bisa memperoleh Daruma di berbagai kuil Budha, juga dijual di toko-toko souvenir, bahkan juga di pasar-pasar. Harganya bervariasi, namun rata-rata 500 Yen. Di Kanazawa, daerah yang terkenal sebagai penghasil emas, daruma yang dijual banyak yang berwarna gold sebagai simbol kemakmuran.

Membuat Sarubobo di Takayama
Foto: Yos
Sarubobo
Di daerah Hida Takayama, boneka sarubobo biasanya dibuat oleh nenek untuk diberikan kepada cucu perempuannya. Dengan harapan, sang cucu akan mendapatkan keberuntungan.
Meski secara tradisional sarubobo berwarna merah, namun belakangan jimat ini dibuat sangat beragam, baik ukuran maupun warna, sehingga sarubobo bisa juga diberikan kepada pria. Setiap warna kemudian juga memiliki harapan tersendiri. Merah untuk kehidupan rumah tangga dan keluarga, emas untuk sukses keuangan, kuning untuk keuangan dan beruntung saat gambling, pink untuk cinta, hijau untuk perdamaian dan lain-lain.
Atas undangan Chubu District Transport Bureau, femina membuat sarubobo di toko pernak-pernik Hidagichi Sarubobo Shop milik Hasegawa-san yang terletak di Takayama Street, jalan utama di Kota Takayama, ibukota Provinsi Gifu. Cukup ribet, sih, ternyata, untung Hasegawa-san sangat sabar saat mengajari. Tapi melihat hasilnya, rasanya senang karena bisa memilih warna dan tulisan yang kita inginkan.
Kaaru (hijau, kiri), dibawa agar selamat dalam perjalanan.
Foto: Yos
Kodok yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan banyak dikenal di berbagai negara dan kepercayaan. Di negara empat musim, kodok biasanya muncul di awal musim semi, ketika suhu mulai menghangat. Karena itu, binatang ini dianggap sebagai simbol kehidupan yang baru.
Seperti halnya di Cina, orang Jepang juga memaknai kaeru (kodok) sebagai lambang pembawa keberuntungan, sesuai dnegan arti kata kaeru yaitu 'kembali'. Binatang amphibi ini menyimbolkan orang-orang yang kembali ke tanah kelahirannya, karena itu orang yang sedang traveling sering membawa lucky charm berbentuk kaeru ini di dalam tas atau menggantungnnya di tas. Harapannya, orang tersebut bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Omamori di Kuil Kanegasaki, Fukui.
Foto: Yos
Omamori
Berbentuk kantong dari kain warna-warni dan bertuliskan huruf kanji, omamori (terjemahan bebasnya adalah benda kecil yang memiliki kekuatan untuk melindungi). Omamori ini biasanya dilengkapi tali pendek agar bisa disisipkan atau digantung ke dompet, tas, saku baju, atau di dinding rumah.
Orang Jepang percaya, dengan membawa omamori bersama mereka, maka mereka akan mendapatkan berkat yang lebih besar. Karena itu, anak-anak sekolah yang sedang ujian tak lupa membawa omamori di tas mereka.
Harga omamori di tiap shine bisa jadi berbeda, namun femina mendapatkan omamori dengan ukuran cukup besar (3x4 cm) di Kuil Kanegasaki, Fukui, dengan harga 1000 Yen. Omamori warna kuning itu sebagai simbol untuk keberuntungan financial.

Kucing yang melambai
Foto: Pixabay
Berbentuk kantong dari kain warna-warni dan bertuliskan huruf kanji, omamori (terjemahan bebasnya adalah benda kecil yang memiliki kekuatan untuk melindungi). Omamori ini biasanya dilengkapi tali pendek agar bisa disisipkan atau digantung ke dompet, tas, saku baju, atau di dinding rumah.
Orang Jepang percaya, dengan membawa omamori bersama mereka, maka mereka akan mendapatkan berkat yang lebih besar. Karena itu, anak-anak sekolah yang sedang ujian tak lupa membawa omamori di tas mereka.
Harga omamori di tiap shine bisa jadi berbeda, namun femina mendapatkan omamori dengan ukuran cukup besar (3x4 cm) di Kuil Kanegasaki, Fukui, dengan harga 1000 Yen. Omamori warna kuning itu sebagai simbol untuk keberuntungan financial.

Kucing yang melambai
Foto: Pixabay
Kisah tentang kucing warna putih yang melambaikan tangan ini dipercaya berasal dari kisah berabad lalu ketika seorang samurai yang kalah tarung, sendirian dan kelaparan, sedang berjalan di tengah gelap malam yang hujan. Tiba-tiba ia melihat seekor kucing putih yang melambaikan tangan seakan mengajak dna mengarahkan jalan sang samurai hingga ke rumah seorang pendeta yang kemudian merawat sang samurai. Kucing putih dengan tangan melambai pun menjadi lucky charm. Bukan hanya dalam bentuk patung kecil, namun juga dalam bentuk omamori.

Koinobori, ikan koi untuk keberuntungan anak laki-laki
Foto: JNTO

Koinobori, ikan koi untuk keberuntungan anak laki-laki
Foto: JNTO
Ikan Koi
Ikan koi menjadi simbol penting dan sangat dihargai oleh orang Jepang. Bila kita pergi ke taman Jepun atau Japanese garden seperti yang ada di Tenruji Temple yang berada di Arashiyama, Kyoto, kita akan menemukan kolam dengan ikan koi besar-besar yang berenang-renang malas. Ikan koi yang bisa berenang melawan arus, dipercaya sebagai simbol keberanian dan kekuatan akan sebuah keinginan.
Pada festival untuk anak laki-laki –Tano no Sekku- biasanya anak laki-laki dan kaum pria memakai komino bercorak gambar ikan koi. Bendera ikan koi (koinobori) juga dikibarkan di rumah-rumah. Bila kita berkunjung ke Jepang pada akhir April, maka kita akan menemui koinobori yang berkibar-kibar sebagai simbol harapan untuk keberuntungan bagi kaum laki-laki di rumah-rumah tersebut. (f)
Baca juga:
Selain Tokyo, 4 Lokasi Wisata ini Masih Jadi yang Terpopuler sepanjang 2017
3 Lokasi Wisata yang Bisa Anda Kunjungi Saat di Gifu, 'Jantungnya' Jepang
Pesona Tohoku, Jepang
Ikan koi menjadi simbol penting dan sangat dihargai oleh orang Jepang. Bila kita pergi ke taman Jepun atau Japanese garden seperti yang ada di Tenruji Temple yang berada di Arashiyama, Kyoto, kita akan menemukan kolam dengan ikan koi besar-besar yang berenang-renang malas. Ikan koi yang bisa berenang melawan arus, dipercaya sebagai simbol keberanian dan kekuatan akan sebuah keinginan.
Pada festival untuk anak laki-laki –Tano no Sekku- biasanya anak laki-laki dan kaum pria memakai komino bercorak gambar ikan koi. Bendera ikan koi (koinobori) juga dikibarkan di rumah-rumah. Bila kita berkunjung ke Jepang pada akhir April, maka kita akan menemui koinobori yang berkibar-kibar sebagai simbol harapan untuk keberuntungan bagi kaum laki-laki di rumah-rumah tersebut. (f)
Baca juga:
Selain Tokyo, 4 Lokasi Wisata ini Masih Jadi yang Terpopuler sepanjang 2017
3 Lokasi Wisata yang Bisa Anda Kunjungi Saat di Gifu, 'Jantungnya' Jepang
Pesona Tohoku, Jepang