
Foto: RIN
Bagi saya, Betrina Larobu, keindahan Sydney, Australia, bukan hanya dilihat dari keanggunan Sydney Opera House. Tidak pula dari kekokohan Sydney Harbour Bridge yang melengkung dengan sempurna. Meski keduanya menakjubkan, tapi masih ada tempat lain yang tidak kalah indah. Central Coast, saya menyebutnya sebagai desa terindah di Sydney, yang memiliki magnet berbeda.
Sebagai penghubung antara Sydney dan New Castle, Central Coast dimulai dari mulut Hawkesbury River hingga ujung selatan Lake Macquarie. Untuk sampai ke daerah yang dikelilingi banyak pantai ini, hanya membutuhkan waktu tempuh satu jam setengah dari Bandara Udara Kingsford Smith, Sydney, baik berkendara mobil atau kereta.
Di Central Coast inilah pengalaman berpetualang akan ditantang. Gunung, hutan, pantai dengan setiap sudut menawan, sangat kontras dengan kehidupan pusat kota Sydney yang hiruk pikuk. Seperti koin yang berbeda kedua sisi. Jika kota dipadati dengan bangunan menjulang, maka daerah ini kaya dengan ombak dan hutan yang penuh dengan pohon eukaliptus. Begitu pula dengan kanguru dan segerombolan bebek yang bisa tiba-tiba muncul menyeberang jalan.
Berikut ini lokasi dan kegiatan seru yang bisa dieksplorasi di Central Coast.
Foto: RIN
2/ Peninsula yang Berkilau
Peninsula merupakan salah satu tujuan wisata di Central Coast. Daerahnya terbagi menjadi tiga wilayah utama, yakni Woy Woy, Ettalong, dan Umina. Bush walk atau jalan-jalan di hutan sudah jadi kebiasaan orang lokal. Tapi, bukan sekedar bush walk, lho. Tiap sudut dari kekayaan hutan Australia selalu ada tempat look out, kita bisa berhenti dan menikmati keindahan Central Coast.
Salah satunya, di Umina Point look out. Untuk sampai di ketinggian harus berjalan kaki dahulu sekitar lima menit. Sepanjang jalan menapak, ratusan gum tree dengan jenis berbeda seolah menjadi pagar hidup yang menerbangkan wangi eukaliptus.
Belum lagi nyanyian burung Blue Bottle dan Kookoburra seperti mengiyakan kalau tempat itu adalah surga mereka. Keindahan hutan ini pun semakin bertambah saat sudah berada di atas bebatuan kokoh menyerupai kursi raksasa. Saat memandang ke bawah, kita akan disilaukan dengan kemilau Pearl Beach yang tak ada matinya. Sangat menyejukkan hati, seperti sebuah terapi jiwa.
Tak jauh dari sana, ada lagi spot menarik yang bisa dikunjungi. Namanya Patonga, sebuah muara sungai yang sejuk karena letak geografisnya yang tertutup dengan tebing berhutan. Di situ kita bisa piknik sekaligus berenang dan berperahu. Rasanya seperti disuguhkan pemandangan berharga jutaan dolar. Speechless!
Selain sarana piknik yang memadai, seperti toilet umum dan area yang luas untuk karavan, Patonga juga memiliki pub. Menunya pun bervariatif bisa pilih apa saja sembari menikmati pemandangan kapal lalu-lalang.
Foto: RIN
3/ Pusat Belanja & Restoran
Shopping arcade bisa ditemukan dengan mudah di Peninsula. Khususnya, di kawasan pertokoan Ettalong dan Woy Woy. Selain ada hotel, apartemen, supermarket, dan perumahan warga yang terpeta, juga pusat bisnis numplek di sana.
Jika ingin yang lebih luas, lengkap dan ‘berkelas’, kunjungi shopping mall Erina Fair yang berjarak sekitar 30 menit dari Peninsula. Di dalamnya terdapat Myer, Target, ataupun butik-butik fesyen berlabel.
Kalau ingin memuaskan lidah, ada Fisherman Wharf yang berlokasi di Woy Woy dengan menu fish & chips. Tidak hanya menyediakan pilihan seafood yang bervariatif, harga terjangkau, serta porsi yang banyak, tetapi juga pemandangan air dan hutan mangrove yang menawan bisa dinikmati bersamaan. Biasanya saya memilih duduk di dermaga sembari dikelilingi burung pelikan dan camar herring.
Kebanyakan orang Australia juga pecinta masakan Asia. Makanya tidak heran jika banyak menjamur restoran Thailand maupun India. KB Thai Restaurant di Woy Woy merupakan salah satu yang paling terkenal. Selain desain interior resto yang kental dengan nuansa Timur, juga autentisitas rasa masakannya yang jawara. Tak heran kalau tempat ini tak pernah sepi pengunjung.

Foto: RIN
4/ Pelicans at The Entrance
Ibarat kata 3 in 1, yaitu shopping, makan dan seni berbarengan, maka The Entrance adalah tempatnya. Hampir setiap bulan sekali, The Entrance selalu menyuguhkan parade musik besar oleh band-band lokal. Dimeriahkan pula dengan karnaval dan bazaar. Kalau sudah begini, bukan main padatnya pengunjung yang ingin cuci mata, menikmati kuliner, serta menyanyi bersama.
Acara spektakuler lainnya adalah saat memberi makan puluhan burung pelikan. Acara ini dimulai pukul 4 sore. Seperti sebuah rutinitas, 30 menit sebelum dikasih makan, burung yang memiliki kantung di bawah paruhnya ini sigap menempati posisi masing-masing. Unik, lucu dan menggemaskan serasa ingin membelai. Tapi jangan sampai kena patok bibirnya yang panjang dan lebar.

Foto: RIN
Shopping arcade bisa ditemukan dengan mudah di Peninsula. Khususnya, di kawasan pertokoan Ettalong dan Woy Woy. Selain ada hotel, apartemen, supermarket, dan perumahan warga yang terpeta, juga pusat bisnis numplek di sana.
Jika ingin yang lebih luas, lengkap dan ‘berkelas’, kunjungi shopping mall Erina Fair yang berjarak sekitar 30 menit dari Peninsula. Di dalamnya terdapat Myer, Target, ataupun butik-butik fesyen berlabel.
Kalau ingin memuaskan lidah, ada Fisherman Wharf yang berlokasi di Woy Woy dengan menu fish & chips. Tidak hanya menyediakan pilihan seafood yang bervariatif, harga terjangkau, serta porsi yang banyak, tetapi juga pemandangan air dan hutan mangrove yang menawan bisa dinikmati bersamaan. Biasanya saya memilih duduk di dermaga sembari dikelilingi burung pelikan dan camar herring.
Kebanyakan orang Australia juga pecinta masakan Asia. Makanya tidak heran jika banyak menjamur restoran Thailand maupun India. KB Thai Restaurant di Woy Woy merupakan salah satu yang paling terkenal. Selain desain interior resto yang kental dengan nuansa Timur, juga autentisitas rasa masakannya yang jawara. Tak heran kalau tempat ini tak pernah sepi pengunjung.
Foto: RIN
Ibarat kata 3 in 1, yaitu shopping, makan dan seni berbarengan, maka The Entrance adalah tempatnya. Hampir setiap bulan sekali, The Entrance selalu menyuguhkan parade musik besar oleh band-band lokal. Dimeriahkan pula dengan karnaval dan bazaar. Kalau sudah begini, bukan main padatnya pengunjung yang ingin cuci mata, menikmati kuliner, serta menyanyi bersama.
Acara spektakuler lainnya adalah saat memberi makan puluhan burung pelikan. Acara ini dimulai pukul 4 sore. Seperti sebuah rutinitas, 30 menit sebelum dikasih makan, burung yang memiliki kantung di bawah paruhnya ini sigap menempati posisi masing-masing. Unik, lucu dan menggemaskan serasa ingin membelai. Tapi jangan sampai kena patok bibirnya yang panjang dan lebar.
Foto: RIN
5/ Peluk Kanguru Di Australian Reptile Park
Mau peluk kanguru atau berbaring di rumput bareng hewan lucu ini? Hanya di Australian Reptile Park tempatnya. Kejinakan satwanya bikin siapa pun yang pernah berkunjung dijamin ingin balik lagi. Selain kanguru, kebun binatang ini juga menjadi rumah bagi berbagai binatang asli Australia dan reptil eksotis dari berbagai belahan dunia.
Menariknya lagi, di sini juga memiliki area bermain dan piknik yang memadai. Siapa pun bisa memanfaatkan panggangan dan gas gratis untuk pesta barbeque. Dengan meja makan yang tersedia, kita bisa menikmati santap siang sambil ditemani kanguru, burung imu, lolongan dingo, serta koala yang asyik bergelayutan di pohon eukaliptus yang menjadi sumber makanannya. (f)
Baca juga:
Road Trip di Australia Barat
6 Hotel dan Hostel Canggih ini Bikin Kagum!
4 Destinasi Wisata Alam di Australia Barat
Mau peluk kanguru atau berbaring di rumput bareng hewan lucu ini? Hanya di Australian Reptile Park tempatnya. Kejinakan satwanya bikin siapa pun yang pernah berkunjung dijamin ingin balik lagi. Selain kanguru, kebun binatang ini juga menjadi rumah bagi berbagai binatang asli Australia dan reptil eksotis dari berbagai belahan dunia.
Menariknya lagi, di sini juga memiliki area bermain dan piknik yang memadai. Siapa pun bisa memanfaatkan panggangan dan gas gratis untuk pesta barbeque. Dengan meja makan yang tersedia, kita bisa menikmati santap siang sambil ditemani kanguru, burung imu, lolongan dingo, serta koala yang asyik bergelayutan di pohon eukaliptus yang menjadi sumber makanannya. (f)
Baca juga:
Road Trip di Australia Barat
6 Hotel dan Hostel Canggih ini Bikin Kagum!
4 Destinasi Wisata Alam di Australia Barat