Foto: Yoseptin
Hari ini, 1 September 2017, tepat 19 tahun kemudian dari tanggal yang tertera di epilog buku Harry Potter and The Deadly Hallows, ketika Harry Potter dewasa mengantarkan anak-anaknya naik kereta Hogwarts Express untuk pergi sekolah di Hogwarts. Untuk mengenang kembali kisah ciptaan JK Rowling tentang penyihir yang sudah menyihir penikmat buku sedunia, femina mengunjungi Universal Studios Japan di Osaka, Jepang untuk menikmati dunia Harry Potter.   
 
 

The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studios Osaka merupakan wahana terbaru dan satu-satunya di Asia. Kawasan yang diwujudkan secara nyata adalah desa penyihir Hogsmeade, dengan ujungnya adalah sekolah sihir Hogwarts, dengan menara-menaranya yang tinggi runcing menusuk langit.
 

Sebelum memasuki Hogwarts, kita harus melewati hutan pohon pinus, dengan jalan yang berliku-liku. Terasa konyol, tetapi saya merasa degdegan, campuran antara antusias sekaligus waswas karena merasa berjalan di hutan terlarang. Di salah satu sudut, saya melihat mobil terbang yang dinaiki Harry dan Ron Weasley ke Hogwartd dari Kingcross, London ketika mereka tidak bisa menembus platform ¾.
 

Di jalan utama desa, di kanan kirinya berderet-deret pertokoan dan kafe. Jangan lupa mampir ke Kafe Madam Paddifoot, tempat favorit para penyihir remaja itu pacaran dengan taburan confetti sihir oleh para kerubi. Tea set bermotif bunga-bunga warna pink, baby blue maupun ungu muda ditumpuk-tumpuk dengan artistik. Ada juga pedestal kue aneka bentuk.
    
 

Jangan lupa mampir ke toko Ollivaders Wand, dengan tagline: Ollivanders™, Makers of Fine Wands since 382 B.C. dalam novel harry Potter, Ollivander adalah pembuat tongkat sihir terkenal, termasuk tongkat sihir Harry Potter dan musuh abadinya, Voldemort.  Saya pun teringat satu kalimat Mr. Ollivander yang terkenal untuk Harry, “The wand chooses the wizard, Mr. Potter. It's not always clear why.”  Sebetulnya, toko Ollivanders berada di Diagon Alley di London.
 

Kita juga bisa menemukan kios butterbeer. Minuman ini rasanya manis dan sedikit gurih berkat adanya butter. Pantesan bocah-bocah penyihir itu suka sekali meminumnya, bahkan seringkali dalam gelas superbesar.
 

Setelah menyusuri jalanan, kita akan sampai ke kastil Hogwart di ujung desa. Pengunjung berkerumun di sana untuk mengambil foto. Kastil itu dikelilingi danau buatan, yang memantulkan pucuk-pucuk menaranya di airnya yang bening dan tak beriak. Di dalam kastil, kita bisa menyaksikan film 4 dimensi tentang Harry Potter. (f)