Foto: Shutterstock
Beberapa tahun belakangan kemunculan hiu paus (rhincodon typus) di perairan Gorontalo menjadi magnet wisata provinsi di Sulawesi ini. Apalagi, untuk menemuinya terbilang gampang.

Pantai tempat kita bisa bertemu dengan ikan berukuran besar ini berada di desa Botubarani, yang dapat dicapai hanya setengah jam menggunakan mobil dari pusat kota Gorontalo. Menuju ke sana, belum-belum mata kita dimanjakan pemandangan pesisir pantai dengan deretan pohon kelapa. Plang bertuliskan Wisata Hiu Paus yang berada di pinggir jalan tidak berukuran besar, menjadi penanda kita sudah sampai tujuan.

Wisata hiu paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango ini dikelola oleh masyarakat setempat sejak tahun 2016. Cukup membayar Rp75 ribu, kita akan diantar menggunakan perahu katingting, sebutan untuk perahu bercadik, maksimal 3 orang penumpang dan satu tukang perahu, untuk bertemu dengan ikan hiu paus.

Perahu ini tidak menggunakan motor, hanya didayung. Tak sampai 20 meter dari bibir pantai, perahu berhenti dan disangkutkan dengan tali.  Di sini wisatawan bisa mulai berenang ke air atau menunggu di atas perahu. Wisatawan yang ber-scuba diving tinggal jalan dari bibir pantai. Yang ingin snorkeling juga sebetulnya bisa berjalan dari bibir pantai dan berenang, namun menggunakan perahu, akan lebih aman.

Saking dekatnya, petugas di menara pengawas di tepi pantai bisa memantau dengan jelas kemunculan hiu paus dan gerak-gerik wisatawan di perahu.

Untuk memancing hiu paus tukang perahu  mengetuk-ketuk perahu menggunakan dayung. Sayang, berlawanan dengan Pedoman Wisata Hiu Paus Kawasan Konservasi Perairan 2014, yang tidak memperkenankan memberi makan hiu paus, tukang perahu justru memberi udang dan ikan-ikan kecil untuk memikat hiu paus agar mendekat.
 
 

Pantai Botubarani-Gorontalo
Foto : NF

Saat Femina datang, dari bibir pantai pengawas mengumumkan hari itu, ada tiga hiu paus yang muncul. Beruntung, hiu paus tidak setiap saat bisa terlihat. Hiu paus biasanya datang sesuai dengan keberadaan ikan-ikan kecil makanannya.

Tahun 2018 ia mulai terlihat di Botubarani sejak bulan Mei. Jumlahnya pun tidak sama, kadang hanya terlihat satu ekor, kadang dua, empat, atau lima. Tercatat pada tanggal 11 Juni 2018 ada 8 ekor ikan hiu paus terlihat di sini.

Meski semangat untuk bertemu, tapi begitu ikan besar itu ada di depan mata, rasanya ngeri juga. Perasaan ini ada lebih karena nama depannya hiu dan ukurannya yang besar. Tapi begitu melihat matanya yang kecil, tubuh besarnya yang berwarna biru gelap dengan totol-totol putih, bergerak anggun di bawah air, siapa pun akan tahu kalau hewan besar ini jinak.

Bahkan jika Anda sedang datang bulan, tetap aman berenang bersama hiu paus. Tak heran kalau beberapa wisatawan tak tahan untuk menyentuhnya. Tapi, jangan lakukan itu. Selain karena sisik hiu paus itu sebetulnya bisa melukai jari, ini juga bisa mengusik hiu paus.

Walau kondisi air hari itu tak terlalu jernih, namun sama sekali tidak menghalangi untuk mengamati hiu paus. Pasalnya, jarak kami mungkin hanya satu atau dua meter saja. Dua buah bulatan kecil seperti terumbu karang bahkan bisa terlihat menempel di sisi bawah mulut salah satu hiu paus yang muncul di depan Femina. Insangnya pun terlihat jelas. Melihat bentuknya dari dekat, bisa dipahami asal nama ikan ini. Dilihat dari perut ke  ekor bentuknya seperti hiu, tapi bagian kepalanya seperti paus.

“Waktu ideal untuk mengamati hiu paus adalah antara jam 7 sampai 10 pagi, dan antara jam 4 hingga 5.30 sore,” ujar Agus, warga yang menjadi pemandu.
 
 
Foto: Pixabay

Ia berpesan, jangan panik saat hiu paus yang tiba-tiba muncul di depan kita, sebisa mungkin menghindar, atau diam saja, ia akan berenang menghindari kita. “Jika berhadap-hadapan, tolak saja pelan menggunakan tangan,” saran Agus. Jika ingin berenang bersama hiu paus, posisikan diri kita di sisi kepala, dan hindari ekornya.

Di zaman media sosial begini, tak sedikit yang rekaman foto dan video pelancong yang berenang santai bersama hiu paus mungkin mengundang banyak like. Namun perlu diingat, hiu paus adalah hewan yang dilindungi penuh, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/KEPMEN-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Hiu Paus (rhincodon typus).  Jika ingin memotret sang hiu paus, jangan gunakan lampu kilat. (f)

Baca Juga:

Menggoda "Singa Gunung" di Sri Lanka
Tonton 70 Ribu Atraksi Kelas Dunia Tanpa Antre
Menyaksikan Festival di Thimphu, Bhutan