Foto: unsplashPertemanan sejati tidak memandang isi dompet, tapi bagaimana kalau traveling bareng?
Traveling bareng teman adalah salah satu pilihan favorit untuk melepas stres dan dianggap menyenangkan karena memiliki teman berbagi di perjalanan. Tapi tahukah Anda kalau traveling bersama juga bisa jadi salah satu sebab putusnya pertemanan? Banyak hal terjadi dalam perjalanan yang bisa menimbulkan stres dan konflik. Alih-alih jadi makin akrab dan memiliki kenangan indah bersama, Anda malah bisa kehilangan teman.
Salah satu yang bisa jadi pemicu adalah soal bujet alias biaya perjalanan. Yang seringkali tak disadari, saat memutuskan traveling bersama, kita cenderung mempertimbangkan kedekatan tapi luput mempertimbangkan bujet yang mungkin berbeda. Jangan tunggu sampai terjadi konflik, lakukukan hal-hal berikut:
1/ Jangan ragu untuk bicara soal uang
Tidak semua orang nyaman membicarakan masalah keuangan dengan teman, tapi ini perlu dilakukan setidaknya saat Anda merencanakan traveling selama berhari-hari bersama. Jangan malu untuk mengatakan kondisi keuangan Anda dan anggaran untuk jalan-jalan yang Anda sediakan untuk traveling, kalau perlu sebelum Anda dan teman memesan tiket pesawat. Ini akan mengurangi kemungkinan konflik saat perjalanan.
Meski orang bilang uang bukan segalanya, tapi saat traveling, ini akan memengaruhi keseluruhan perjalanan, lho.
2/ Tetapkan prioritas
Sangat disarankan untuk mendiskusikan tempat-tempat yang akan dikunjungi, termasuk biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati pengalaman di sana. Dengan begitu setiap orang bisa memperhitungkan apakah itu sesuai dengan bujet mereka.
3/ Manfaatkan aktivitas gratis
Selalu cari opsi aktivitas yang bisa dinikmati bersama dengan sedikit atau bahkan tanpa mengeluarkan biaya. Jika ada yang memiliki point dari aplikasi atau bank untuk mendapatkan potongan harga, jangan pelit untuk berbagi.
4/ Buat anggaran bersama
Perhitungkan biaya fasilitas yang akan digunakan bersama, seperti akomodasi, transportasi, dan pocket wifi. Dengan begitu sejak awal sudah ada kesepakatan soal pembagian biaya dan cara pembayarannya. Tetapkan iuran untuk digunakan bersama. Jangan tunggu sampai pulang liburan dan menanti pembayaran dari teman.
Foto: pexels5/ Terbuka untuk kemungkinan beda akomodasi
Enaknya traveling bersama-sama adalah bisa berbagi biaya akomodasi. Tapi perbedaan bujet juga bisa kemungkinan beda pilihan akomodasi. Terbuka saja jika ada yang keberatan tinggal di kamar yang mahal atau ada yang bersedia menanggung biaya akomodasi sebagian atau seluruhnya.
6/ Tak harus selalu bareng
Ingat, meski traveling ke suatu daerah bersama, Anda tak harus selalu melakukan aktivitas dan makan bersama. Rencanakan waktu dimana Anda dan teman bebas melakukan aktivitas masing-masing. Ini juga bisa mengurangi stres dan kemungkinan konflik.
Apalagi jika tahu tujuan dan bujet berbeda. Memaksakan teman untuk menikmati makanan atau aktivitas yang tidak sesuai bujetnya, bisa bikin kesal di dalam hati, lho. Kecuali jika Anda ingin membayarinya, dan tidak menganggapnya utang di masa datang.
7/ Seimbangkan antara pengeluaran besar dan yang bisa diirit
Tak semua harus mahal, tapi tak perlu juga selalu ngirit. Saat liburan Anda toh ingin bersenang-senang. Menikmati resto dan jajanan terkenal, boleh-boleh saja. Tapi sesekali irit dengan sesekali belanja di pasar dan memasak untuk makan malam, atau membeli roti untuk sarapan bisa menekan anggaran sekaligus cara lain untuk bersenang-senang bersama.
8/ Tak selalu membagi tagihan sama besar
Meski makan di resto yang sama atau belanja di toko yang sama, tak semua harus dibagi sama besar. Bisa saja Anda cuma memilih menu dari sayuran yang harganya murah sementara teman Anda memilih menu daging yang harganya lebih mahal. Tidak adil kalau dibagi rata 'kan. Lebih baik masing-masing membayar sendiri-sendiri atau sesuai dengan barang dan makanan yang mereka pilih.
Dan, yang terpenting adalah semangat untuk selalu menomorsatukan pertemanan. (f)
Nuri Fajriati
Enaknya traveling bersama-sama adalah bisa berbagi biaya akomodasi. Tapi perbedaan bujet juga bisa kemungkinan beda pilihan akomodasi. Terbuka saja jika ada yang keberatan tinggal di kamar yang mahal atau ada yang bersedia menanggung biaya akomodasi sebagian atau seluruhnya.
6/ Tak harus selalu bareng
Ingat, meski traveling ke suatu daerah bersama, Anda tak harus selalu melakukan aktivitas dan makan bersama. Rencanakan waktu dimana Anda dan teman bebas melakukan aktivitas masing-masing. Ini juga bisa mengurangi stres dan kemungkinan konflik.
Apalagi jika tahu tujuan dan bujet berbeda. Memaksakan teman untuk menikmati makanan atau aktivitas yang tidak sesuai bujetnya, bisa bikin kesal di dalam hati, lho. Kecuali jika Anda ingin membayarinya, dan tidak menganggapnya utang di masa datang.
7/ Seimbangkan antara pengeluaran besar dan yang bisa diirit
Tak semua harus mahal, tapi tak perlu juga selalu ngirit. Saat liburan Anda toh ingin bersenang-senang. Menikmati resto dan jajanan terkenal, boleh-boleh saja. Tapi sesekali irit dengan sesekali belanja di pasar dan memasak untuk makan malam, atau membeli roti untuk sarapan bisa menekan anggaran sekaligus cara lain untuk bersenang-senang bersama.
8/ Tak selalu membagi tagihan sama besar
Meski makan di resto yang sama atau belanja di toko yang sama, tak semua harus dibagi sama besar. Bisa saja Anda cuma memilih menu dari sayuran yang harganya murah sementara teman Anda memilih menu daging yang harganya lebih mahal. Tidak adil kalau dibagi rata 'kan. Lebih baik masing-masing membayar sendiri-sendiri atau sesuai dengan barang dan makanan yang mereka pilih.
Dan, yang terpenting adalah semangat untuk selalu menomorsatukan pertemanan. (f)
Nuri Fajriati
Baca Juga:
Penting Diingat Jika Ingin Ajak Traveling Untuk Rayakan Hari Ibu
5 Pasar Natal Terbaik di Eropa untuk Tradisi Natal Yang Tak Terlupakan
Ini Dia Maskapai Penerbangan Terbaik 2019