Foto: Dok. Pribadi

Menjejakkan kaki di sebuah kota tak akan lengkap tanpa menjelajah indra perasa Anda. Sebab, denyut kehidupan suatu kota konon bisa tercermin melalui kulinernya. Bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari suasana dan interaksi yang tercipta selama bersantap. Berikut ini adalah bagian kedua dari 8 destinasi wisata lokal yang direkomendasikan oleh redaksi boga femina. Selamat berburu rasa! (untuk bagian pertamanya klik di sini)

(Klik halaman di bawah untuk melanjutkan membaca)

 
 

Foto: Dok. Pribadi

1. Tegal
Meski banyak rumah makan sederhana yang menjual satai kambing di kota Tegal, sesungguhnya mencari satai kambing enak di kota ini cukup menantang. Coba RM Sate Mendo Wendi’s di Jl. Letnan Jenderal Suprapto. Satainya disajikan di atas hot plate untuk menjaga daging tetap hangat. Dagingnya pun sangat empuk, tanpa bau prengus sedikit pun! Rahasia empuk dagingnya ternyata dari pemilihan kambing berusia muda, sekitar 6 - 7 bulan. Selain satai, Pak Wendi juga menyajikan sup kambing dan garang asem kambing. Jangan lupakan secangkir teh poci panas sebagai minuman wajib saat kulineran di Tegal.

Bagi penggemar soto, coba mampir ke Warung Soto Sedap Malam Amir Talang Tegal di Jl. Raya Talang. Di sini, soto disajikan dalam wadah mangkuk kecil, berisikan nasi, potongan daging sapi atau ayam, taoge, irisan bawang daun, taburan bawang merah goreng, dan kuah kaldu daging bercampur taoco gurih. Kalau semangkuk soto kurang mengenyangkan perut, lanjutkan dengan berburu tahu Slawi atau tahu aci di sekitar tempat ini.
 
 

Foto: Dok. Pribadi

2. Bukittinggi-Payakumbuh
Melintasi Jl. Raya Padang- Bukittinggi Km.10, Koto Baru, Bukittinggi, Anda akan menemukan toko kue Bika Talago. Warung di pinggir telaga ini cuma menjual kue bika khas Minang yang dibuat dari tepung beras, gula, dan kelapa parut. Wujudnya seperti serabi, tapi tekstur dan rasanya berbeda, mirip kue wingko babat.

Ada dua jenis bika yang ditawarkan, menggunakan gula pasir dan gula merah. Bika buatan toko ini menjadi lebih spesial karena rasanya gurih manis dan teksturnya lembut. Kayu bakar yang digunakan saat memasak juga memberikan aroma yang sedap. Sekitar 30 menit berkendara dari Kota Bukittinggi, terdapat Kota Payakumbuh yang juga menyimpan kuliner nikmat dari warung pecel lele dan bakso.

Namun, jika ingin bersantap dalam suasana relaks, coba datang ke Pongek ‘OR’ Situjuah di Jl. Khatib Sulaiman, Limbukan. Restoran Padang ini menyajikan ikan bakar paling jempolan. Bumbunya berani dan sedikit pedas. Ikan gorengnya pun tak kalah enak, bertekstur garing sampai durinya bisa dimakan. Yang paling juara, hidangan manis ketan srikaya. Cocok jadi pamungkas acara bersantap. Lokasinya dikelilingi sawah, sangat hijau dan asri.
 
 

Foto: Dok. Pribadi

3. Magelang
Ada banyak sentra kuliner di Kota Magelang, seperti Kuliner Lembah Tidar di Kelurahan Magersari, Kuliner Sigaluh di Jl. Sigaluh (dekat pusat Kota Magelang), dan Kuliner Tuin Van Java di Kemirirejo. Tapi, di luar sentra kuliner ini ada pula warung-warung yang menjual makanan ringan. Coba Kedai Es Semanggi, Jl. Semarang - Yogyakarta No.367, Kramat Selatan. Kedai es yang telah melegenda sejak tahun 1960-an ini menyajikan es resep asli dengan pilihan sirop buatan sendiri, dikombinasikan dengan roti, tapai, dan pleret atau gempol (terbuat dari olahan tepung beras, bertekstur kenyal).

Penggemar bakso juga bisa ikut menggoyangkan lidah di Bakso Tanjakan SMP 8 di JL. Beringin, Rejowinangun Selatan. Terkenal sejak tahun 1990-an, kedai ini menawarkan kuah kaldu gurih dengan tambahan potongan daging sapi. Sebelum disantap, jangan lupa tambahkan acar mentimun dan pothil (penganan yang diolah dari singkong yang digoreng). Pelengkap ini seolah jadi tambahan wajib orang Magelang saat menyantap bakso.
 
 

Foto: Dok. Pribadi

4. Surabaya-Madura
Kota terbesar kedua di Indonesia ini menawarkan banyak rasa asli hingga peranakan seperti sambal udang, abon sapi, lontong balap, dan satai klopo. Mulai dari rasa manis, pedas, hingga gurih! Jika selera makan Anda sedang ingin mencicipi makanan Jawa peranakan, coba bersantap di Dewa- Ndaru Culture Resto di Jl. Mayjen Sungkono 17 – 19. Memiliki arti ‘berkat dari Tuhan’, restoran ini menggabungkan tiga konsep budaya berbeda, yakni Jawa, Bali, dan oriental kuno. Sajian Tjap Cay Nyonya, Lumpia Nyonya Semarang, Lurjuk Sekar Muda, dan Ayam Goreng Tombo Ngidam bisa jadi pilihan.

Pastikan juga Anda menyeberang ke Madura. Selain untuk menikmati pesona Selat Madura melalui Jembatan Suramadu yang megah, juga untuk menyantap sajian bebek khas kota ini. Banyak pilihan, tetapi Anda bisa memulainya dari Bebek Songkem Pak Salim di Jl. Trunojoyo No. 9A, Sampang, Madura. Di tempat ini bebek diolah dengan cara dikukus, setelah dibungkus daun pisang, bersama racikan rempah yang memberi sensasi pedas khas Madura. Dikukus selama 3 jam, tak heran kalau tekstur daging jadi lembut. Tidak biasa menyantap bebek kukus? Tersedia juga bebek goreng yang tak kalah lezat. (f)

Baca Juga: