
Foto: Dok. Pribadi
Menjejakkan kaki di sebuah kota tak akan lengkap tanpa menjelajah indra perasa Anda. Sebab, denyut kehidupan suatu kota konon bisa tercermin melalui kulinernya. Bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari suasana dan interaksi yang tercipta selama bersantap. Berikut adalah bagian pertama dari 8 destinasi wisata lokal yang direkomendasikan oleh redaksi boga femina. Selamat berburu rasa! (untuk bagian keduanya klik di sini)
(Klik halaman di bawah untuk melanjutkan membaca)

Foto: Dok. Pribadi
1. Lampung
Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, Taman Nasional Way Kambas, Lembah Batu Brak, dan berbagai pantai serta curug merupakan pesona alam Lampung yang jadi incaran wisatawan. Ditambah seduhan sederhana kopi Lampung, hmmm… rasanya perjalanan sudah lengkap.
Kopi Lampung jenis kopi robusta yang dibudidayakan oleh petani kopi di Waytenong, Sekincau, dan Air Hitam ini memang banyak diminati. Bahkan, biji kopi dari dataran tinggi Lampung ini banyak diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Tidak heran kalau kedai-kedai kopi, baik tradisional maupun modern, banyak bermunculan di Lampung. Tinggal pilih yang sesuai selera.
Tapi, jangan cepat puas dengan pesona alam dan kopi, karena Lampung juga punya hidangan laut yang khas. Salah satunya hidangan yang ada di Jumbo Seafood Restoran yang terletak di Kompleks Naga Intan. Di restoran ini, pengunjung bebas memilih ikan air laut, seperti kerapu, kepiting, dan kerang tiram, serta ikan air tawar, seperti gurami dan nila. Seru, karena kita bisa memilih ikan langsung dari deretan akuarium yang terdapat di dekat pintu masuk. Coba Steam Kiamboi (ikan kerapu kukus bumbu bawang putih), Udang Balado Pete, dan lengkapi dengan minuman segar, seperti Es Timun Serut atau Es Rumput Laut yang manis segar. Setelah makan di sini, siap-siap tubuh dan pakaian Anda bau asap masakan.

Foto: Dok. Pribadi
2. Bangka
Di balik hamparan pantai-pantai berpasir putih yang memikat, ternyata pulau yang terletak di selatan Sumatra ini juga menyimpan sejuta pesona kuliner. Beberapa di antaranya adalah otak-otak, mi, kerupuk kemplang, susu kedelai Tai Fu Sui, dan aneka kue basah.
Belum lengkap ke Bangka, kalau belum mencoba mi koba. Salah satu yang terkenal enak adalah Mi Koba Iskandar di Gedung Nasional Taman Sari, Pangkal Pinang. Mi bertekstur superhalus dan lembut ini disajikan dalam kuah panas cacahan ikan tenggiri. Sajian khas Kota Koba, Bangka Tengah, ini biasanya didampingi telur rebus saat disantap. Rasanya makin sedap dengan tambahan kucuran air jeruk kunci, potongan daun seledri, dan bawang goreng. Sensasi rasa manis kaldu dan asam jeruk menghadirkan rasa segar pada hidangan sederhana ini. Cocok dinikmati kapan saja.
Coba juga lempah, hidangan favorit khas Bangka lainnya. Kuahnya berwarna kuning dan rasanya segar berkat penambahan nanas dan asam gelugur. Biasanya lempah berisi kepala ikan tenggiri, mayong, atau kuwe. Hidangan ini cocok disantap dengan kepulan nasi hangat dan sambal rusip (sambal yang dibuat dari ikan teri yang difermentasi, lalu disimpan dalam botol untuk diawetkan). Warung Yuli bisa jadi pilihan. Lokasinya berada di Jl. Kampung Dul Pangkalan Baru, berdekatan dengan Bandara Depati Amir. Tersedia pula asinan buah kelubi untuk camilan di perjalanan.

Foto: Dok. Pribadi
3. Yogyakarta
Geliat wisata Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa tahun belakangan ini memang kian seksi. Tempat-tempat kuliner baru pun bermunculan. Meski begitu, di antara banyaknya restoran baru yang membawa atmosfer modern, kesederhanaan kuliner Yogyakarta yang mempertahankan tradisi selalu ngangenin dan mengajak siapa pun untuk kembali.
Salah satu tempat makan yang masih mempertahankan menu sederhana adalah Warung Mie Bu Asih di Jl. Kresna (sebelah timur Lapangan Mancasan), Wirobrajan. Di sini, Anda bisa menikmati nasi goreng, mi godok, nasi Magelang-an, dan ayam rica-rica. Semua pesanan dimasak satu per satu menggunakan anglo mungil. Mi racikan Bu Asih rasanya pas di lidah. Mi godoknya berkuah segar dengan aroma bawang putih dan gurih ebi, tidak ada bau amis telur bebek. Ayam ricaricanya bercita rasa manis, tetapi juga pedas menohok.
Sempatkan juga ke Warung Pohon Omah Sawah di Jl. Parangtritis Km.6, Sewon, Bantul. Tempat ini menyajikan ayam ingkung yang dimasak utuh dengan bumbu opor dan santan. Menyantapnya paling cocok dengan Sego Sarang yang disajikan dalam wadah seperti sarang burung. Tak lupa tambahan sayur trancam.

Foto: Dok. Pribadi
4. Cirebon
Kuliner Cirebon cukup kaya. Mulai dari nasi lengko, docang, empal gentong, hingga aneka kue jajanan pasar. Salah satu kue yang menarik untuk dicoba adalah kue tapel. Kue seperti crepe ini terbuat dari tepung beras yang dicampur parutan kelapa. Isinya gula merah dan pisang yang dipenyet. Wujudnya memang sederhana, tapi Anda bisa ketagihan setelah gigitan pertama.
Kue ini bisa diperoleh di gerai sederhana Kue Tapel Ibu Lena. Berdiri sejak tahun 1959, kedai ini berada di Pasar Kanoman, dekat Keraton Kanoman. Walau yang berjualan sudah bukan Ibu Lena lagi, cara pembuatannya masih mempertahankan ciri khasnya, yakni kuali diletakkan di atas kayu bakar untuk langsung memasak kue saat pesanan datang. Adonan kue yang seperti bubur sumsum dioleskan dengan lipatan daun pisang di atas wajan panas, lalu ditempelkan nasi ketan.
Terakhir, taburan gula merah dan pisang raja yang dipenyet. Setelah matang, santap segera karena bagian kulitnya masih renyah dan ada aroma kayu bakar. Untuk mendapatkannya, Anda harus bersabar karena antreannya lumayan panjang. (f)
Baca Juga: