Foto: Instagram/@visitporodisa, pdm-group.id

Kepulauan Talaud sebagai salah satu wilayah di Indonesia beberapa hari belakangan mendadak makin populer gara-gara sebuah peristiwa yang melibatkan bupatinya, Sri Wahyuni Maralip. Pemimpin wanita pada daerah yang terletak di ujung utara bagian Timur Indonesia itu dinonaktifkan sementara sebagai bupati oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Keputusan pemberhentian sementara tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kemedagri no. 131.71-17 tahun 2018, yang dikeluarkan setelah diketahui bahwa Sri Wahyuni mengadakan perjalan ke luar negeri (Amerika Serikat) tanpa izin dari Kemendagri.  Meskipun memiliki otonomi daerah dan diundang Presiden Donald Trump melalui Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, bukan berarti kepala daerah bisa ‘bergerak’ tanpa seizin Kemendagri.

Kepulauan Talaud atau disebut juga Bumi Porodisa ini merupakan salah satu kabupaten yang menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara dan beribukota di Melonguane. Keunikannya adalah terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao (Filipina) dan merupakan daerah kepulauan terluar (perbatasan) Indonesia, dengan pesona alam dan budaya yang memesona. Mencapai Talaud bisa menggunakan pesawat dari bandara Sam Ratulangi, Manado. 

Keindahan alam Talaud merupakan potensi wisata yang besar karena masih alami dan belum banyak terjamah. Berikut beberapa lokasi wisata di Talaud yang bisa menjadi inspirasi traveling Anda:

(Klik page di bawah untuk melihatnya)
 
 


Foto: Instagram/@visitporodisa

1/ Pulau Sara
Sebagai wilayah kepulauan, Talaud memiliki banyak potensi wisata maritime, seperti terumbu karang yang indah atau pantai-pantai pasir putih. Salah satunya adalah Pulau Sara yang ditetapkan sebagai ikon wisata Talaud. Pulau ini tidak berpenghuni dengan luas 2.03 km persegi. Pasir pantainya yang putih sehalus tepung dan bersih, air lautnya juga jernih, sehingga keragaman biota laut dan terumbu karang terlihat jelas. Cocok untuk snorkeling atau diving.
 
 


Foto: wisata-tanahair.com
 
2/ Air Terjun Ampadoap
Nama air terjun yang terdapat di Beo, Talaud ini bermakna sama-sama berhadap-hadapan. Nama ini sesuai kekhasan air terjun, yaitu ada dua air terjun yang sama-sama bertemu. Air terjun Ampadoap memiliki ketinggian sekitar 5 meter, dengan lebar (masing-masing air terjun) sekitar 20 meter.  Satu keunikan air terjun ini adalah pada lokasinya pengunjung bisa mendengarkan burung Nuri dari Talau berkicau. Burung Nuri Talaud, yang dikenal juga dengan nama Sampiri ini, pernah dinyatakan terancam punah. Namun, berkat usaha pelestaraian, burung ini kembali banyak hidup di habitat aslinya.
 
 
 

Foto: Pdm-group.id

3/ Pulau Miangas
Jika ingin melihat wilayah perbatasan Indonesia dengan negara luar, salah satunya bisa pergi ke Miangas. Pulau paling dekat dengan perbatasan antara Indonesia dan Filipina ini merupakan pulau terluar di utara Indonesia. Pulau ini makin dikenal sebagai daerah perbatasan ketika Presiden Joko Widodo meresmikan bandar udara Miangas yang akan melancarkan aktivitas perekonomian wilayah tersebut. Di sini terdapat tugu patung tapal batas negara Indonesia. Selain itu, pantai pasir putihnya menjadi daya tarik sendiri, seperti pada Pantai Racuna dan Pantai Kubbu. Serta, pelancong bisa melihat budaya Manammi khas masyarakat Miangas, yaitu upacara adat penangkapan ikan.
 
 


Foto: Instagram/@visitporodisa

4/ Pantai Karakelang
Terletak di Pulau Karakelang, pulau terbesar di Talaud--yang juga menjadi lokasi ibukota Talaud, Melonguane. Pantai Karakelang bisa dicapai dari Melonguane dengan mobil (perjalanan darat) selama 2.5 jam. Pantai ini memiliki garis pantai sepanjang 12 km tanpa putus dan saat surut, lebar pantai bisa 90 meter, dengan pasir putih yang bersih. Surga bagi pencinta pantai.
 
 


(Makam raja-raja di desa Bannada)
Foto: zonautara.com

5/ Desa Adat Bannada
Jika gemar bertualang, sempat mampir ke desa yang terletak di Pulau Karakelang ini. Desa ini temasuk sulit dijangkau mengingat harus melewati pantai pasir putih yang jauh, menyebrang sungai, jalan berbatu dengan variasi mendaki dan menurun, juga semak belukar. Namun, Anda bisa menemukan keaslian Kerajaan Porodisa—asal mulanya Talaud—di sini. Sesuai dengan namanya, desa ini masih memegang teguh hokum adat, seperti dilarang berbuat onar, mabuk, mencuri, dan hal tidak terpuji lainnya. Konon, mitosnya, jika pengunjung berniat jahat, mereka tidak akan menemukan desa ini. Meski begitu, masyarakatnya sangat ramah pada pengunjung.
 
 


Foto: Zonautara.com
6/ Monumen Patung Yesus Memberkati
Monumen setinggi 33 meter ini baru diresmikan oleh bupati nonaktif Sri Wahyuni Manalip pada tahun 2017 lalu dan diharapkan menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Talaud.  “Patung Yesus Memberkati merupakan identitas warga Talaud. Dalam pengertian, dengan hanya melihat ada Patung Yesus yang dibangun kokoh di Bukit Melonguane, setiap pengunjung yang datang bisa langsung mengetahui bahwa Kristen menjadi agama mayoritas warga Talaud," ucap Sri Wahyuni saat peresmian dilansir dari Manado Post Online.(f)


Baca juga:
Wisata Lokal Masih Menjadi Destinasi Liburan Favorit Orang Indonesia
Terpesona Keindahan Belitung
Mengenal Tongkonan, Rumah Adat Toraja