
Foto: 123 RF, Faunda, Argarini Devi
Semua tergantung pada sudut pandang. Di mana kaki berpijak, di situlah seluruh indra tubuh akan ‘menangkap’ gelombang-gelombang dari alam sekitar. Begitu juga jika Anda menikmati lanskap alam dari ketinggian ratusan meter. Bukan hanya lebih memesona, tetapi juga memberikan sensasi berbeda bagi Anda.
Beberapa negara berikut ini memiliki lanskap yang lebih menawan, jika Anda nikmati dari ketinggian menggunakan balon udara dan helikopter. Meski harus mengeluarkan bujet lebih besar, ini layak dicoba!
(Klik halaman di bawah untuk melanjutkan membaca)

Foto: 123 RF
1. Berkeliling Kota Gold Coast
Kota di pesisir Australia ini menawarkan pemandangan beragam, mulai dari lautan biru yang terhampar serasi dengan pantai berpasir putih, hingga bangunan pencakar langit. Untuk menjelajahi keindahannya, menggunakan helikopter bisa jadi pilihan.
Tur akan dimulai dari kawasan Marina Beach, Gold Coast, menggunakan helikopter berpenumpang tiga orang. Sepanjang perjalanan, pilot akan menunjukkan tempat-tempat terbaik dari Gold Coast, seperti Royal Pines, resor mewah, Jupiter’s Casino, kasino dan hotel terkenal yang terdapat di Broadbeach, Q1 building, gedung pencakar langit ketujuh tertinggi di dunia, main beach, pantai incaran para surfer dunia, dan seaworld, dari ketinggian 250 meter. Perjalanan selama hampir lima belas menit pun tidak akan terasa membosankan.
Harga: mulai dari 95 AUD (Rp1 juta) per orang, untuk durasi 10 menit.

Foto: 123 RF
2. Menatap Himalaya Lebih Dekat
Siapa pun yang berkunjung ke Kathmandu, Nepal, sudah pasti tidak ingin melewatkan pemandangan dari jajaran Pegunungan Himalaya nan megah. Salah satu paket wisata yang banyak ditawarkan di daerah ini adalah melihat Everest dari dekat menggunakan helikopter atau biasa disebut scenic flight. Hampir tiap hari, penerbangan dari bandara domestik Tribhuvan di Kathmandu mengantar wisatawan untuk melihat Pegunungan Himalaya lebih dekat.
Mungkin awalnya akan terasa menegangkan ketika pesawat mulai tinggal landas menuju Pegunungan Himalaya yang selalu tertutup salju putih. Namun, rasa itu akan memudar ketika sajian pemandangan puncak-puncak Himalaya yang gagah satu per satu tersaji. Dari puncak Gunung Makalu, Dhaulagiri, Manaslu, hingga puncak Everest.
Pemandangan indah akan membuat Anda berdecak kagum, dari hamparan rumput hijau hingga salju putih yang menutupi hampir sebagian puncak-puncak gunung tersebut. Perjalanan selama 30 - 45 menit akan terasa lebih cepat. Inilah cara termudah untuk menikmati Everest dari dekat.
Harga: 180 USD (Rp2,1 juta) per orang

Foto: Argarini Devi
3. Gletser di Puncak Pegunungan Selatan New Zealand
Salah satu cara terbaik untuk menikmati lanskap alam New Zealand adalah mengudara dengan helikopter. Rute penerbangan helikopter untuk wisatawan pun tersedia cukup beragam. Salah satunya, naik helikopter di atas pegunungan untuk menikmati keindahan Pegunungan Selatan di New Zealand. Lanskap pegunungan bersalju dan lekuk-lekuk gletser akan memanjakan mata Anda.
Bahkan, helikopter yang Anda tumpangi bisa saja berhenti sejenak di sekitar gletser agar Anda bisa memotret pemandangan lebih sempurna, seperti helikopter yang menawarkan tur Mount Cook dan gletser Franz Josef. Pengalaman tersebut akan menjadi kenang-kenangan tak tergantikan. Atau berhenti untuk makan siang di tepi danau terpencil di tengah pegunungan yang hanya bisa diakses dengan helikopter.
Selain Pegunungan Selatan, ada pula rute Auckland – Lake Taupo. Salah satu danau paling terkenal di New Zealand yang memiliki pemandangan alami nan menawan, terutama jika dilihat dari atas. Beberapa rute lainnya adalah Queenstown, Canterbury, West Cost, hingga penerbangan untuk mengamati paus dari atas helikopter di Kaikoura.
Buat Anda yang tak berani naik helikopter, tapi ingin menikmati keindahan Danau Wakatipu dan Kota Queenstown, Anda bisa menumpang gondola di Skyline Queenstown, yang mencapai ketinggian 450 m hingga mencapai Bob’s Peak. Harga tiket dewasa 33 dolar New Zealand (Rp315.000), anak-anak 21 dolar New Zealand (Rp200.000), dan keluarga 90 dolar New Zealand (Rp860.000).
Harga: mulai dari 250 NZD (Rp2,4 juta) per orang, untuk durasi 30 menit.

Foto: Faunda
4. Menyusuri Lembah Goreme di Cappadocia
Termasuk dalam jajaran kota tua yang dilindungi UNESCO World Heritage Site, Cappadocia terkenal karena keindahan alam berupa batuan unik yang terbentuk akibat erosi ratusan tahun lalu. Kota yang namanya berarti land of beautiful horses ini berada di Provinsi Nevsehir. Anda bisa mencapainya dengan pesawat terbang selama satu jam dari Bandara Istanbul Turki.
Dari darat, kondisi geografis Cappadocia tampak seperti kota tua yang berada di lembah dan bukit dengan jajaran bangunan rumah yang menyatu dengan batu-batuan berbentuk fairy chimney dan gua-gua. Namun, jika Anda menikmatinya dari ketinggian ratusan meter, lembah Goreme ini akan tersaji lebih indah dengan fairy chimney tampak menjulang seperti paku-paku bumi.
Agar bisa menangkap seluruh pesona dan sensasinya, balon udara adalah kendaraan terbaik untuk Anda. Sejak dini hari, operator balon udara akan menjemput Anda langsung dari hotel menggunakan mini bus berkapasitas 12–15 orang ke lokasi take off. Setelah pemeriksaan dari pihak pengawas setempat dan pembacaan aturan keselamatan, Anda akan dibawa mengudara ke ketinggian mencapai 1.000 meter.
Semburat cahaya matahari yang perlahan menyapa langit menjadi latar indah bagi puluhan balon udara berisi wisatawan. Selama 45 hingga 60 menit di langit, pemandangan indah silih berganti, dari lembah Goreme, bukit, hingga padang rumput. Embusan angin pagi cukup kencang, menyisakan dingin yang membuat jari-jari tangan membeku. Jika berkunjung di bulan November, suhu udara di pagi hari bisa berada di bawah 10 derajat Celcius.
Harga: 242 USD (Rp2,7 juta) per orang

Foto: 123 RF
5. Melintasi Puncak Ribuan Pagoda di Bagan
Salah satu tujuan wisata yang terkenal di Myanmar adalah Bagan. Situs kota tua ini sudah ada sejak abad ke-13 Masehi dan menjadi asal-usul suku Burma yang kini mendiami Myanmar. Ada sekitar 2.500 pagoda yang tersebar di wilayah ini, beberapa di antaranya masih berdiri kokoh. Pagoda-pagoda yang letaknya menyebar ini memiliki keunikan masing-masing, Anda akan jauh dari jemu saat memandangnya.
Salah satu sensasi yang ditawarkan Bagan adalah matahari terbit dari atas lengkung balon udara. Semburat warna jingga perlahan muncul di langit menggantikan gelap malam, serasi dengan lanskap Bagan yang didominasi warna merah dari pagoda dan hijau pepohonan. Puncak-puncak ribuan pagoda bermunculan dari sela-sela kabut tipis yang perlahan menghilang, membuat kota ini terlihat cantik dari berbagai sisi. Jika alam tengah bersahabat, Anda juga bisa terbang di sore hari menjelang matahari terbenam.
Dipelopori pasangan Brett Melzer asal Australia dan istrinya, Khin Omar Win dari Bagan, balon udara di Bagan pertama kali beroperasi pada tahun 1999. Kini, sudah ada tiga operator balon udara yang melayani para turis. ‘Musim’ balon udara biasanya berlangsung dari Oktober hingga Maret. Waktu terbaik adalah Januari, saat langit terlihat lebih jernih.
Harga: 400 USD (Rp4,8 juta) per orang

Foto: 123 RF
Selain shopping di mal dan berkeliling berbagai theme park-nya yang modern, coba nikmati Dubai. Meski wilayahnya didominasi gurun pasir, pemandangannya tetap memikat. Jika bertualang menyusuri gurun pasir dengan mobil jeep terasa sudah biasa, Dubai menawarkan petualangan baru: menelusuri keindahan gurun pasir dari ketinggian menggunakan balon udara, Dubai Balloon Adventure.
Selama 30 menit, Anda dibawa menikmati pemandangan matahari terbit dan kawanan elang yang berterbangan. Ternyata, menikmati pemandangan burung-burung elang yang berterbangan di antara balon udara dan kembali ke sarang mereka merupakan gambaran dari budaya berburu masyarakat setempat pada zaman dahulu yang menggunakan elang sebagai navigator penunjuk hewan buruan.
Uniknya, kawanan elang yang menemani penerbangan Anda dengan balon udara ini bukan elang biasa. Kawanan ini diternakkan di dataran tinggi Skotlandia dan dilatih di Italia khusus untuk pariwisata. Petualangan pagi tersebut akan ditutup dengan berkendara menggunakan mobil jeep klasik dan sajian sarapan berkelas.
Harga: 1.100 AED (Rp4 juta) per orang (f)
Baca Juga: