
Foto: Dok. Pribadi
Menurut survei Ipsos-Tripadvisor 2016, dalam hal traveling, generasi millennial selalu ingin mencoba pengalaman baru. Sebanyak 28% memilih wisata yang mengundang petualangan menantang. Berikut ini lima destinasi wisata tanah air, khusus Anda pencinta wisata air, rekomendasi para travel enthusiast.

Foto: Dok. Pribadi
Saya sangat menyukai daerah dataran tinggi dan pegunungan. Tapi, baru-baru ini saya mendapat pengalaman baru di daerah pantai. Alam Indonesia bagian timur ini memiliki keindahan yang unik. Lanskap alam yang bagus, kebudayaan, dan nilai tradisi yang masih kuat.
Di pantai bertebing Mawanna, Sumba Barat Daya, saya dibuat takjub oleh kombinasi ombak dan tebing-tebingnya yang indah banget. Apalagi menjelang senja, semburat warna jingga dan kuning terlihat jelas. Daerahnya masih sepi. Cocok untuk Anda yang sedang ingin berkontemplasi, atau yang memiliki jiwa seni tinggi dan butuh mencari inspirasi.
Selain Mawanna, saya juga mengunjungi desa adat Ratenggaro. Di sini terdapat rumah adat (uma kelada) dengan menara yang menjulang tinggi mencapai 15 meter. Ratenggaro juga terkenal dengan 304 buah kubur batu dan 3 di antaranya berbentuk unik yang terletak di pinggir laut dan merupakan kuburan bersejarah.
Masyarakatnya masih mempraktikkan tradisi marapu dan adat istiadat peninggalan leluhur seperti kampung-kampung lain pada umumnya yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Adapun, lokasi situs Kampung Ratenggaro berdekatan dengan situs kampung Wainyapu yang juga terletak di pinggir pantai dan muara Sungai Waiha dengan bentangan pantai berpasir putih.

Foto: Dok. Pribadi
Saya merasa beruntung bisa menginjakkan kaki di tempat ini, setelah memenangkan sebuah kontes. Lokasinya cukup terpencil, sehingga belum menjadi destinasi yang mainstream. Kepulauan Takabonerate ada di Laut Flores bagian utara. Butuh 18 jam perjalanan dari Kota Makassar untuk sampai ke sana. Dari Makassar menuju Tanjung Bira, Bulukumba, lewat jalur darat selama 5 jam.
Dari Bira, ada kapal yang berlayar ke Pulau Selayar, dan membutuhkan waktu di laut selama 2 jam. Dari Pelabuhan Pamamata, Selayar, lanjut lagi perjalanan darat ke Kota Benteng, lalu ke Pelabuhan Patumbukan, sekitar 2-3 jam. Dari Pelabuhan Patumbukan inilah, perahu yang membawa kami menuju ke Takabonerate menanti, dan butuh waktu 6 jam lagi menyeberangi laut.
Perjalanan yang jauh ini terbayar sudah dengan pemandangan alam luar biasa yang saya temukan. Gradasi warna laut, pasir putih, airnya yang jernih tembus pandang, dan ombaknya yang tenang, sungguh menenangkan!

Foto: Dok. Pribadi
Akhir pekan yang pendek saya manfaatkan untuk traveling ke tempat yang lokasinya tidak jauh dari Jakarta. Pengalaman luar biasa saya alami saat mengunjungi Geopark Ciletuh. Terletak di Kecamatan Ciemas, Sukabumi, rutenya melewati Pelabuhan Ratu dan Ujung Genteng.
Di sepanjang jalan menuju ke sana, kita bisa menemukan pemandangan 10 air terjun pegunungan, antara lain Panenjoan, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Puncak Darma, Pantai Palangpang, Pulau Kunti, dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Belum lagi, pemandangan pantai-pantai selatan di sepanjang jalan.
Geopark Ciletuh menawarkan pemandangan hamparan batu karang laut serta air terjun. Kita juga bisa menyusuri sungainya yang berair jernih dan merasakan suasana pedesaan khas Jawa Barat. Benar-benar pengalaman singkat yang amat berkesan bagi saya.

Foto: Dok. Pribadi
Maluku menyimpan banyak sekali pantai dan destinasi menyelam yang indah. Belum terlalu banyak turis yang datang berkunjung ke Maluku, sehingga tempat-tempatnya masih tak terjamah. Saya hanya sempat menginap satu malam di Ambon, lalu menyinggahi Pantai Pintu Kota dengan tebingnya yang unik, dan Pantai Liang yang airnya begitu jernih.
Keesokannya, saya berangkat ke Pulau Seram menggunakan feri dari Pelabuhan Hunimua, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menginap di Pulau Ora selama dua malam. Penginapannya berada di atas laut, berpadu dengan panorama pegunungan hijau, birunya langit, dan jernihnya air laut.

Foto: Dok. Pribadi
Berangkat via bandara Bali, menuju bandara Tambolaka, selama 7 hari 6 malam, kami mengeksplorasi sudut-sudut Sumba, dari Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur. Salah satu yang mengesankan adalah Danau Weekuri. Danau ini sebetulnya adalah laguna yang berbatasan dengan laut. Dikelilingi tebing, lokasi danau ini terbilang masih sepi, seolah berada di kolam pribadi.
Pantai-pantainya yang indah, air terjun, padang rumput dengan kuda-kudanya, serta perbukitannya, memberikan rasa yang berbeda ketika menjelajahi Sumba. Selain landscape yang mengundang decak kagum, orang-orang yang saya temui dalam perjalanan begitu ramah dan menyenangkan. Petualangan selama 7 hari di Sumba ini juga saya dokumentasikan di vlog Youtube. (f)
Baca Juga: Ficky Yusrini (kontributor)