
Foto: www.mofad.org
Makanan selalu menarik untuk diulik. Apalagi di balik setiap makanan ada latar belakang sejarah, budaya, dan ilmiah. Di museum-museum berikut Anda bisa menemukan semua itu:
1/ Museum of Food and Drink Lab (MOFAD Lab, New York
MOFAD Lab yang berdiri di lahan seluas 5,000-square-foot atau 465 meter persegi di Williamsburg, Brooklyn, New York, Amerika Serikat ini, saat ini sedang menggelar pameran berema Chow: Making the Chinese American Restaurant.
Museum yang mulai dibuka untuk umum pada tahun 2015 ini memiliki tema yang berubah-ubah dari waktu ke waktu. Saat pertama dibuka mereka menggelar pameran tentang citarasa makanan.
Museum ini tak sekadar memajang aneka makanan dan minuman tapi juga mengajak bereksperimen. Tujuan mereka adalah untuk memberi pengetahuan pada publik sehingga membuat mereka lebih menghargai sebuah makanan. Mereka ingin menjaga budaya makanan yang mungkin sudah kian langka dan hampir punah, juga mendorong munculnya inovasi inovasi di bidang makanan dan minuman.
Foto: www.frietmuseum.be2/ The Frietmuseum, Brugge
Mereka mengklaim museum yang berada di Belgia ini adalah satu-satunya museum yang didedikasikan untuk kentang goreng. Ternyata Belgia tak hanya terkenal dengan cokelatnya tapi juga kentang goreng. Bahkan mereka mengklaim kentang goreng yang terkenal di dunia dengan sebutan french fries itu berasa dari Belgia.
Tapi mereka tak mengklaim kentang itu dari Belgia, di museum ini dijelaskan umbi kentang itu berasal dari Peru dan bagaimana akhirnya sampai di Belgia. Yang seru Anda bisa menikmati aneka resep makanan dari kentang dari berbagai penjuru dunia. Tentu saja termasuk kentang goreng kebanggaan Belgia.
Foto: dok. lonelyplanet.com3/ Shi-Yokohama Ramen Museum
Museum yang mulai dibuka tahun 1994 ini dibuat seperti taman hiburan bertema makanan. Setelah memahami proses dan sejarah ramen, jangan lupa menikmati olahan aneka ramen dari berbagai dunia, di area yang dibuat menyerupai daerah jajanan pinggir jalan lengkap dengan kedai-kedai makanan bergaya tahun 1958.
Tahun 1958 adalah tahun dimana ramen instan pertama kali ditemukan. Oya, di sini Anda juga bisa belanja aneka ramen.
Foto: coffeemuseum.ae4/ Coffee Museum Dubai
Walau bukan penghasil kopi, tapi di Dubai Anda bisa duduk-duduk sambil menikmati kopi dari Ethiopia dan daerah Timur Tengah lainnya. Terletak di daerah Al Fahidi, Bur Dubai, museum yang terdiri dari dua lantai ini akan mengajak Anda mempelajari perjalanan kopi sejak ditemukan hingga menjadi salah satu komoditi terlaris di dunia.
Walau bukan penghasil kopi, tapi di Dubai Anda bisa duduk-duduk sambil menikmati kopi dari Ethiopia dan daerah Timur Tengah lainnya. Terletak di daerah Al Fahidi, Bur Dubai, museum yang terdiri dari dua lantai ini akan mengajak Anda mempelajari perjalanan kopi sejak ditemukan hingga menjadi salah satu komoditi terlaris di dunia.
Foto: disgustingfoodmuseum5/ Disgusting Food Museum, Swedia
Siapkan perut jika memasuki museum yang berada di Swedia ini. Alih-alih menampilkan makanan yang disukai banyak orang, museum ini mengajak pengunjung mengenal 80 makanan yang disukai oleh masyarakat lokal tapi bisa jadi sulit diterima oleh masyarakat lain. Contohnya, durian yang disukai oleh sebagian besar orang Indonesia, Malaysia,dan Thailand, tapi mengerikan bagi yang lain. Ada juga Cuy, guinea pig panggang dari Peru, Casu marzu, belatung keju dari Sardinia, dan Surströmming, fermentasi ikan herring dari Swedia.
Perasaan jijik sebetulnya adalah menyangkut budaya, kebiasaan, dan berfungsi sebagai pertahanan agar tidak mengonsumsi makanan yang tidak aman dan membahayakan kesehatan. Di museum ini pengunjung diajak menetralkan pikiran untuk mempelajari makanan apa yang sesungguhnya aman dan tak aman, tanpa terganggu oleh persepsi sebelumnya. Tentu saja, ini museum yang menantang keberanian. (f)
Baca Juga:
Jalan-jalan di Eropa Seperti Tom Holland di Spider-Man : Far From Home
Cara mudah Beli Asuransi Untuk Ajukan Visa Schengen
Terlalu Lama Berkunjung Hingga Sandal Jepit Bisa Bikin Anda Didenda di Tempat Wisata Ini
Siapkan perut jika memasuki museum yang berada di Swedia ini. Alih-alih menampilkan makanan yang disukai banyak orang, museum ini mengajak pengunjung mengenal 80 makanan yang disukai oleh masyarakat lokal tapi bisa jadi sulit diterima oleh masyarakat lain. Contohnya, durian yang disukai oleh sebagian besar orang Indonesia, Malaysia,dan Thailand, tapi mengerikan bagi yang lain. Ada juga Cuy, guinea pig panggang dari Peru, Casu marzu, belatung keju dari Sardinia, dan Surströmming, fermentasi ikan herring dari Swedia.
Perasaan jijik sebetulnya adalah menyangkut budaya, kebiasaan, dan berfungsi sebagai pertahanan agar tidak mengonsumsi makanan yang tidak aman dan membahayakan kesehatan. Di museum ini pengunjung diajak menetralkan pikiran untuk mempelajari makanan apa yang sesungguhnya aman dan tak aman, tanpa terganggu oleh persepsi sebelumnya. Tentu saja, ini museum yang menantang keberanian. (f)
Baca Juga:
Jalan-jalan di Eropa Seperti Tom Holland di Spider-Man : Far From Home
Cara mudah Beli Asuransi Untuk Ajukan Visa Schengen
Terlalu Lama Berkunjung Hingga Sandal Jepit Bisa Bikin Anda Didenda di Tempat Wisata Ini