Foto: Yos
 

Sumba kini sudah masuk bucket list  sebagian besar pecinta traveling. Daerah yang namanya kian menjulang setelah menjadi latar syuting film Pendekar Tongkat Emas ini memang menyimpan keindahan. Tidak hanya keindahan alam dengan padang savana yang luas, namun juga adat istiadat masyarakat Sumba yang masih menganut kepercayaan lokal Marapu.

Berikut ini 5 hal menarik yang akan Anda dapatkan saat berkunjung ke Sumba Barat.
 
 
 

Foto: Yos
 
1/ Kampung Adat
Masyarakat Sumba penganut kepercayaan Marapu sebagian masih tinggal di kampung-kampung adat. Karena itu, tak mengherankan bila di tengah kota Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat kita bisa menemukan kampung-kampung adat. Di antaranya adalah kampung adat Tarung dan kampung adat Bondomaroto.
 
Ciri khas kampung adat Marapu adalah dikelilingi pagar batu dengan dua pintu gerbang. Pintu gerbang masuk disebut bina tama dan pintu gerbang keluar disebut bina louso. Rumah-rumah dibangun berjajar mengelilingi natara podu (pelataran tempat upacara adat berlangsung).
 
 
 

Foto: Yos
 
2/ Rumah Adat
Rumah adat Marapu bernama uma. Dalam satu kampung adat, selalu terdapat rumah besar (uma kalada), yaitu rumah yang dibangun oleh nenek moyang pertama kampung tersebut dan dihuni turun temurun oleh generasi selanjutnya. Sedangkan rumah tradisional yang bukan termasuk uma kalada, disebut ana uma yaitu rumah biasa yang ditinggali warga kampung tersebut.
 
Penganut Marapu percaya, di uma kalada berdiam arwah leluhur yang sudah menjadi serupa dewa (Marapu). Rumah ini juga menjadi tempat penyimpanan harta benda warisan keluarga.
 
Arsitektur rumah tradisional Marapu adalah berbentuk panggung, dilengkapi menara yang membumbung tinggi. Hal ini sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia dan Sang Pencipta. Atap rumah terbuat dari rumput yang dikeringkan.
 
 
 

Foto: Yos
 
3/ Batu Kubur dan Budaya Megalitik
Arkeolog menjuluki Sumba sebagai the living megalithic culture. Hal ini karena tradisi megalitik (batu besar) yang muncul sejak 4.500 tahun lalu yang masih dipegang oleh pengikutnya. Bangunan megalitik yang mudah ditemui adalah batu kubur yang dihiasi relief-relief dan arca-arca menarik.
 
Kepercayaan Marapu yang menjunjung tinggi arwah leluhur membuat penganutnya tidak bisa jauh dari kerabat yang sudah meninggal. Karena itu, mereka membuat batu kubur tersebut tepat di depan rumah masing-masing.

Rumah dan batu batu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Rumah adalah tempat bagi yang masih hidup, batu kubur adalah tempat tinggal bagi para almarhum. Batu kubur dibuat dengan besar dan megah sebagai bentuk penghormatan bagi leluhur sekaligus sebagai simbol status.
 
 
 

Foto: Yos
 
4/ Tenun
Seni dan kerajinan yang popular di Sumba Barat adalah tenun. Masing-masing wilayah memiliki ragam motif dan corak tersendiri. Dalam buku Kebudayaan Sumba Barat karya Anisah Umar Bamualim disebutkan, di daerah Kecamatan Wanokaka, Lamboya dan Tana Righu ada kain panggiling, pahikung dan pawora. Sementara di Kecamatan Loli ada kain lambaleko.
 
Pahikung adalah jenis kain tenun yang dibuat dengan teknik ikat. Pawora adalah teknik anyaman yang kemudian diberi pewarnaan alam (wora),sedangkan lambaleko dibuat dengan menggunakan lidi atau bilah bamboo yang disisipkan di sela-sela benang lalu diungkit dan ditekan mengikuti pola-pola tertentu.

Motif kain tenun Sumba Barat umumnya kecil-kecil dan sedikit abstrak. Pada kain laki-laki, berupa garis, titik-titik dan mamoli pada tepinya. Sedangkan pada wanita berupa nelah ketupat (mata kerbau) dan segitiga (ekor kuda).
 
 
 

Foto: Yos
 
5/ Mamoli
Mamoli adalah perhiasan telinga berbentuk belah ketupat dengan lubang di tengah. Mamoli terbuat dari emas, perak atau kuningan. Ada yang polos, tetapi ada juga yang dilengkapi berbagai ukiran. Karena ukuran mamoli cukup besar dan berat, sekarang jarang yang mengenakannya sebagai anting melainkan dijadikan bandul kalung.

Mamoli biasanya diberikan sebagai bagian dari belis (mas kawin) dari pihak calon pengantin pria ke ibu calon pengantin wanita sebagai simbol pengganti anaknya yang akan dibawa pergi. Dari bentuknya, mamoli merupakan lambang rahim wanita. (f)


Baca juga:
Keistimewaan Nihi Sumba Island di Mata Nicholas Saputra
Hotel Terbaik Dunia 2017 ada di Sumba
Jalan-jalan Sumba Barat: Tanah Seribu Kampung