Foto: NF
 
Ibukota Jawa Tengah ini baru saja merayakan ulang tahun ke-470. Puncak selebrasinya adalah perayaan Semarang Night Carnival pada Sabtu, 6 April 2017 lalu. Apa saja yang bisa Anda temukan di kota yang terkenal dengan penganan tahu gimbal ini? Bersama Ezytravel.co.id, femina merekomendasikan lima objek wisata menarik di laman berikut:
 
 

 
Foto: NF

1. Sam Poo Kong
Kompleks kelenteng Sam Poo Kong alias kelenteng Gedong Batu merupakan salah satu tempat wisata paling terkenal di Semarang. Sam Poo Kong, berarti orang yang diagungkan, didirikan di kawasan pecinan Semarang pada abad ke-15 untuk menghormati Laksamana Cheng Ho yang pernah singgah di kota ini. Uniknya, penghormatan tersebut berwujud rumah ibadah bagi penganut Konghucu, meskipun Cheng Ho seorang Muslim.

Hal menarik lainnya di sini adalah ciam si (meramal nasib), yang kerap dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa. Konon, hasilnya sangat akurat dan dapat membantu orang yang diramal untuk menjalani hidup lebih baik. Namun, ciam si tidak bisa dilakukan sembarangan. Bio kong (juri kunci) yang menjadi perantara antara manusia dan dewa mewanti-wanti, untuk melakukan ciam si, seseorang harus sudah punya niat kuat sejak berangkat dari rumah. Ini bukan main-main, karena bio kong harus bertanya pada dewa. Kalau tidak serius, bisa-bisa bio kong dan orang yang diramal malah akan mendapat sial.
 
 


Foto: NF
 
2. Kawasan Kota Lama
Untuk menjaga pelestariannya, beberapa bangunan di kawasan kota lama Semarang kini dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis. Salah satunya, Old City 3D Trick Art Museum. Belum sampai setahun beroperasi, atraksi yang banyak dikunjungi orang muda ini menempati sebuah gedung bekas gudang beras di Jalan Letjen Suprapto no 26, tak jauh dari Gereja Blenduk, ikon Kota Lama Semarang. Hanya bagian dalamnya yang direnovasi, sementara bagian luar gedung tetap dipertahankan karena termasuk bangunan bersejarah  peninggalan Belanda.

Kawasan yang dulunya gelap dan tampak tak menarik kini telah menjadi tempat wisata seru. Untuk berfoto sepuasnya dengan latar belakang lukisan tiga dimensi, Anda cukup membayar tiket masuk Rp50.000. Sesudahnya, Anda bisa duduk-duduk santai di teras bangunan, yang juga berfungsi sebagai kafe.
 
 


 
Foto: Dok. Femina Group
 
3. Lawang Sewu
Bangunan yang terletak di seberang Tugu Muda ini dulu sempat terkenal sebagai ikon wisata uji nyali. Namun, sayang rasanya bila Anda enggan mengunjungi gedung ini karena pamornya sebagai gedung angker. Faktanya, arsitektur gedung milik PT Kereta Api Indonesia yang bergaya Renaissance Revival ini sangat cantik dan menarik. Hal-hal yang menimbulkan mitos seperti pintu dan jendela yang banyak, sebetulnya dirancang oleh dua arsitek asal Belanda, J.F. Klinkhamer dan Oeundag untuk menyesuaikan iklim tropis yang panas.

Ruang bawah tanah, yang kini ditutup untuk umum, sejatinya dialiri air dan berfungsi mendinginkan ruangan di atasnya. Salah satu detail menarik adalah jendela kaca patri di bagian lobi utama gedung. Di siang hari, detail lukisan di kaca patrinya hanya dapat dilihat dari dalam gedung, tapi di malam hari, kita bisa melihatnya dari luar gedung.
 
 


 Foto: NF
 
4. Masjid Agung
Saat paling tepat untuk mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah adalah ketika salat Jumat, saat enam payung raksasa setinggi 20 meter dengan diameter 14 meter terbuka. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk naik ke menara masjid setinggi 62 meter. Di bagian paling atas kita bisa melihat pemandangan kota Semarang dengan sudut pandang 360 derajat.

Terdapat pula museum di lantai dua dan tiga menara, yang menampilkan sejarah pembangunan masjid dan cerita masuknya Islam di Jawa Tengah. Menarik menyimak bagaimana budaya Jawa berbaur dengan ajaran Islam di Jawa Tengah, sehingga melahirkan masjid-masjid kuno seperti masjid Demak dan Kudus yang unik.
 
 


 
Foto: NF
 
5. Kampung Batik
Kampung batik ini terletak di daerah Bubakan. Gapura sederhana bertulisan Kampung Batik berdiri tegak menyambut para pelancong. Di sini toko dan perajin tersebar, Anda perlu blusukan kampung untuk menemukan plang nama toko batik. Di antara jalan-jalan, Anda bisa melihat-lihat mural batik yang menarik. Tak cuma belanja, Anda juga bisa kursus singkat membuat batik di sini.

Sementara itu, batik Semarangan tidak sepopuler batik Solo atau Yogyakarta, padahal batik Semarangan yang tergolong batik pesisir pernah berjaya pada tahun 1919–1925. Sempat luluh lantak pada masa Pertempuran Lima Hari di Semarang, usaha batik kemudian coba diangkat kembali belakangan ini. Motif Semarangan yang khas adalah motif lawang sewu, tugu muda, warak (hewan berkepala naga, bertubuh kuda, bersayap, dan berkaki kambing), serta pohon ataupun daun asem. Warna-warna cerah juga menjadi ciri khasnya. (f)

Baca juga:
3 Spot Seru Di Yogyakarta Bagi Anda yang Hobi Berfoto
8 Destinasi Wajib Kunjung untuk Anda Pencinta Kuliner (Part 1)
8 Destinasi Wajib Kunjung untuk Anda Pencinta Kuliner (Part 2)