
Foto: Dok. femina
Kuliner kota Pontianak terkait erat dengan komposisi masyarakatnya yang terdiri dari ragam etnis. Ada etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa, yang masing-masing memiliki akar kuliner yang kuat. Berkunjung ke ibu kota Kalimantan Barat ini, satu hal yang menarik dan layak dicoba adalah kebiasaan masyarakat setempat menikmati kopi susu di kedai-kedai kopi yang bertebaran di kota ini.
Kebiasaan ngopi memang menjadi identitas kota yang dilalui oleh garis khatulistiwa ini. Kebiasan ini pun tak lepas dari pengaruh budaya masyarakat Tionghoa yang paling doyan ngumpul bersama teman dan keluarga. Warga lokal bahkan mengenal istilah kopi pancung. Pancung artinya setengah. Jadi, kopi pancung adalah kopi setengah porsi. Maksudnya sih agar tidak kebanyakan minum kopi, karena dalam sehari mereka bisa berkunjung ke lebih dari dua warung kopi.
Ekodony Prayudhi, food anthusiat Pontianak, yang dikenal dengan Dodon Jerry mengungkap bahwa kekayaan kuliner Pontianak juga tak lepas dari budaya Melayu dan Dayak. Keberadaan Keraton Melayu Kadariyah mempengaruhi aneka kuliner yang kaya tradisi Melayu. Sedangkan etnis Dayak turut berkontribusi memperkaya kuliner Pontianak dengan pemanfaatan sayuran dan tanaman hutan.
Berkunjung ke kota Pontianak, jangan lewatkan pilihan kuliner dari Dodon Jerry berikut ini.
Baca Selanjutnya: Chiambie-ie Warung Kemangi

Foto: Dok. femina
Chiambie-ie Warung Kemangi
Nama makanan ini mungkin terdengar unik di telinga. Chiambie-ie biasa di sebut Lo cu pan di Medan. Di Pontianak sendiri, makanan ini semakin langka dan sulit didapat. Bahan dasarnya sama seperti kwe tiaw, terbuat dari tepung beras, namun bentuknya lebih mirip dengan mie sagu atau serupa dengan cendol, pendek-pendek.
Untuk mengolahnya, chiambie-ie bisa dimasak dengan cara digoreng atau direbus menggunakan bumbu yang mirip dengan olahan kwe tiaw. Campurannya bisa berupa sosis babi, udang, atau lainnya.
Satu tempat yang menyajikan menu ini secara halal adalah Warung Kemangi. Chiam bie ie gorengnya disajikan dengan paduan aneka seafood, seperti udang, cumi, dan bakso ikan. Tambahan bumbu berupa saus tiram dan kecap ikan membuat citarasa chiam bie ie dominan dengan rasa manis gurih. Tambahan sawi dan tauge memperkaya tekstur secara menyeluruh.
Alamat: Jalan Sutan Syarif Abdurahman No.10 Pontianak
Buka: pukul 10.00-20.00
Baca Selanjutnya: Sayur Dalca Rumah Makan Sahara

Foto: Dok. femina
Sayur Dalca Rumah Makan Sahara
Ada yang mengatakan bahwa masakan legendaris ini merupakan hidangan khas Keraton Kadariyah, Pontianak. Dari namanya, makanan tradisional ini mendapat pengaruh dari India. Kata ‘dal’, dalam bahasa India berarti kacang hijau kupas. Di India sendiri Dal digunakan sebagai bumbu untuk membuat kuah sayur menjadi kental.
Dipengaruhi oleh ajaran Hindu, sayur Dalca termasuk makanan ramah vegetarian karena berisi macam sayuran dari terong ungu, kacang panjang, wortel, hingga kol dengan bumbu khas garam masala.
Selain di Pontianak, kita juga bisa menemukan sayur Dalca di daerah lainnya seperti Aceh. Bedanya, sayur Dalca versi Aceh ditambahkan tetelan di dalamnya. Banyak orang yang telah mencoba sayur Dalca menyebut masakan ini sebagai kari India rasa Indonesia.
Alanat: Jl. Tanjung Pura No.81, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak
Buka: pukul 08.00-21.00
Baca Selanjutnya: Ayam Pansuh

Foto: Dok. Femina
Ayam Pansuh
Makanan ini berasal dari suku Dayak Iban. Hampir di seluruh Pulau Kalimantan kita bisa menemukan menu ayam pansuh atau manok pansuh. Bahkan, wilayah negara jiran seperti Sarawak pun mengenalnya. Ayam pansuh wajib dicoba karena orisinalitas rasa yang didapat dari cara memasak dan penggunaan bumbu sederhana yang alami. Kata ‘pansuh’ berarti dimasak di dalam bambu. Jadi ayam pansuh adalah ayam yang dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam bambu. Sebenarnya tidak hanya ayam, daging dan ikan juga bisa diolah dengan cara yang sama.
Untuk mengeluarkan rasa nikmat, ayam pansuh ditambahkan berbagai bumbu rimpang seperti jahe, lengkuas, kecombrang, dan daun garam. Ada juga yang menambahkan daun ubi sebagai unsur serat di ayam pansuh. Bumbu dalam makanan Dayak sangat sederhana sehingga rasa asli dari bahan makanan tidak terlalu banyak berubah. Sudah menjadi ciri khas kuliner Dayak, yaitu mengutamakan bahan masakan yang segar.
Saat ini, ayam pansuh termasuk kuliner yang mulai langka dan sulit ditemukan. Bila ingin mencicipinya, kita perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Alamat: Pondok Ale-Ale, Jl. Putri Candramidi, Gg. Podomoroo, Kota Pontianak 78116
Buka: pukul 10.00-22.00
Baca Juga:
Selain Raja Ampat, Ini 5 Tempat Menarik Hati di Papua
3 Kuliner Legendaris Kota Medan Pilihan Leonarce, makanmana.net
Melancong Ke Sawahlunto, Situs Warisan Dunia UNESCO yang Baru