Sebelum saya, Lenny, menjejakkan kaki di Belanda, melihat tulip atau kincir angin menjadi satu-satunya tujuan. Namun, setibanya di sana, saya tersadar bahwa Belanda tidak hanya memiliki alam yang memesona, tetapi juga menyimpan sejarah dan karya seni yang kaya. Geliat seni dan budaya terasa berdenyut di berbagai tempat, dari Amsterdam, Den Haag, hingga Utrecht. Selama di sana, saya berkesempatan mengunjungi tiga museum di Belanda berikut ini.

(Klik page number di bawah ini untuk melihat rekomendasi museum wajib kunjung di Belanda)
 
 


1. Heineken Museum
Minum bir seakan menjadi bagian tak terpisahkan jika Anda sedang berada di Belanda. Apalagi jika meminumnya sambil mengunyah keju yang juga merupakan salah satu produk unggulan negeri ini. Di Belanda, Heineken merupakan salah satu bir yang cukup mendominasi karena reputasi kualitas dan rasanya. Oleh karena itu, saya merasa tak lengkap jika tidak mengunjungi pabrik pembuatan bir Heineken ini.
Untuk mendapatkan pengalaman menyeluruh, saya mengikuti tur Heineken Experience. Tur yang akan mengantarkan pengunjung melihat sejarah, orang-orang yang berperan di balik pembuatan bir, proses produksi Heineken, hingga perjalanannya menjadi salah satu merek unggulan di dunia. Semua tur itu bisa dinikmati dengan tiket seharga 18 euro (Rp260.000) untuk pengunjung dewasa, 12,50 euro (Rp180.000) untuk anak usia minimal 12 tahun, dan gratis untuk anak berusia di bawah 12 tahun.

Saya sangat menikmati tur yang berlangsung selama 1,5 jam ini. Pemandu wisatanya interaktif, jauh dari rasa bosan. Apalagi, saya dan seluruh peserta tur dapat langsung mencoba bir ini di sesi akhir. Jika membawa anak-anak di bawah 18 tahun harus didampingi orang dewasa dan tidak dapat mencoba bir. Sebagai oleh-oleh, jangan lupa memesan Heineken dengan nama Anda tercetak langsung di botolnya.

Alamat: Stadhouderskade 78, 1072 AE Amsterdam
 
 

 
2. Van Gogh Museum
Bukan rahasia lagi, Amsterdam adalah kotanya para seniman. Namun, dari puluhan museum yang ada, saya memutuskan untuk mengunjungi Van Gogh Museum, museum yang disebut-sebut sebagai salah satu museum populer di dunia. Benar saja, setibanya di sana, seseorang yang tidak terlalu berjiwa seni seperti saya pun langsung terpikat pada koleksi Vincent Van Gogh yang berjumlah lebih dari 200 lukisan!

Tidak hanya hasil karyanya, pengunjung juga bisa menelusuri kisah hidup sang maestro lewat koleksi surat-surat yang disimpan di museum ini. Kehidupan pelukis kelahiran 30 Maret 1853 ini penuh gejolak karena sering kali merasa depresi dengan hasil karyanya, ditambah lagi dengan gangguan kejiwaan yang ia derita. Meski begitu, karya-karya sang maestro hingga kini tetap dicari dan termasuk karya yang dihargai sangat mahal.

Selain karya dan kisah hidupnya, interior museum yang terdiri atas dua bagian ini juga memukau. Rietveld Building, sebagai bagian utama dari museum, menjadi area untuk memamerkan koleksi inti. Di lantai pertama, karya-karya Van Gogh dipamerkan sesuai kronologi kejadian. Di lantai dua, pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang restorasi lukisan. Lantai tiga, pengunjung bisa kembali menikmati karya-karya pelukis yang meninggal pada 29 Juli 1890 itu. Sementara itu, di bagian Kurokawa Wing, pengunjung bisa melihat ekshibisi secara berkala.

Setelah menelusuri museum, saya hanya berdoa semoga Van Gogh dapat   tenang di akhirat karena hidup dan karyanya --yang ia pikir sebagai sebuah kegagalan-- justru menginspirasi banyak orang. Buktinya, jutaan orang datang ke museum ini tiap tahunnya untuk belajar dari karya–karya dan kisah hidupnya. Siapkan 17 euro (Rp245.000) untuk tiket masuk dewasa dan gratis untuk pengunjung berusia di bawah 18 tahun.

Alamat: Museumplein 6, 1071 DJ Amsterdam
 
 


3. Miffy Museum
Miffy atau yang lebih dikenal sebagai Nijntje adalah salah satu karakter kelinci lucu yang sangat menggemaskan dalam buku anak-anak. Karakter kelinci putih ini lahir dari tangan dingin ilustrator kelahiran Belanda, Dick Bruna, pada tahun 1927. Sejak saat itu, kepopuleran Nijntje meroket ke beberapa bagian dunia lainnya. Namun, nama ini masih cukup asing di Indonesia. Saking terkenalnya, Nijntje punya museum yang baru dibuka pada Februari 2016.

Kepopulerannya ikut menarik perhatian saya, meski usia saya sudah bukan anak-anak. Museum yang buka tiap Selasa sampai Minggu, pukul 10.00-17.00 waktu setempat ini memiliki beberapa bagian. Di Miffy’s House, pengunjung bisa bermain puzzle atau menonton film. Di bagian ‘kebun binatang’, pengunjung bisa belajar mengenal binatang. Secara keseluruhan, museum mengajak pengunjung untuk berinteraksi dengan karya-karya seni Dick Bruna. Untuk menikmatinya, siapkan 8.50 euro (Rp122.000) atau 20 euro (Rp288.000) untuk paket keluarga.

Puas bermain-main di museum, saya mengunjungi Centraal Museum yang lokasinya berseberangan dengan Miffy Museum. Di sini adalah pusatnya pernak-pernik Nijntje dalam berbagai wujud. Mulai dari boneka, kartu pos, keramik, hingga peralatan makan untuk bayi dan dewasa. Aksesori imut-imut yang dijual dapat membuat siapa saja jatuh cinta. Dengan berbelanja di sini, para penggemar tidak perlu lagi meragukan keaslian produk yang dibeli.

Alamat: Agnietenstraat 2 3512 XB Utrecht (f)

Baca Juga:
Lenny (Kontributor)
Foto: Dok. pribadi, Dok. van gogh museum/ Jan-Kees Stenman, Dok. holand.com