Memandikan gajah, aktivitas seru di Thailand./Foto: Shutterstock

Ada banyak cara untuk membuat acara jalan-jalan jadi lebih berkesan daripada sekadar mengumpulkan foto-foto selfie. Penelitian yang dilakukan perusahaan perjalanan Booking.com, terhadap 21.500 wisatawan di 29 negara, mengumpulkan fakta ini: hampir dua pertiga wisatawan lebih menghargai pengalaman daripada harta benda. Mulai dari pengalaman kuliner, menginap di hotel yang unik, kegiatan di outdoor yang spektakular, menonton konser impian, hingga pertandingan olahraga favorit, menjadi alasan kuat untuk jalan-jalan ke tempat yang jauh.
 
Rumah pohon cara baru menikmati keindahan alam./ Foto: Shutterstock

1/ Harus Seru!

Menurut situs pembanding harga dan ulasan travel, TripAdvisor, tahun lalu hampir 70% wisatawan mengikuti aktivitas seru, seperti scuba diving, mountain biking, atau glacier hiking. Dipastikan, tahun ini akan lebih banyak orang yang ingin merasakan pengalaman autentik, mulai dari yang menantang adrenalin seperti bungee jumping, atau sekadar berguling-guling di salju tebal musim dingin. Apalagi, berbagai tipe hotel dan rumah liburan yang kesannya mustahil untuk ditinggali, akan bermunculan tahun 2019 dan merealisasikan imajinasi tanpa batas. Mulai dari rumah pohon, rumah perahu, hingga igloo, bisa dipesan para wisatawan dari seluruh dunia.
 
Tidur dalam kamar hotel bergaya Iglo./ Foto: Shutterstock

Pergi kemana?
 
Taklukkan rasa takut dan panjat jembatan tertinggi di Sydney, Australia, atau tonton turnamen sumo di Tokyo, Jepang. Memandikan gajah di tempat rehabilitasinya di Chiang Mai, Thailand, atau sarapan bersama jerapah di Nairobi, Kenya, juga seru. Jika ingin yang lebih menantang, makan malam di meja yang tergantung di ketinggian 100 kaki di Doha, Qatar. Menginap di rumah pohon di Ubud atau tidur di igloo kaca di bawah cahaya Aurora Borealis di Narvik, Norwegia, fantastis!
 
 
 
 
 
Menari salsa di Havana, Kuba. /Foto: Shutterstock

2/ Sambil Belajar
 
Selain ingin memenuhi bucket list, banyak traveler juga ingin membawa pulang sesuatu yang lebih berarti daripada oleh-oleh. Lebih dari setengah wisatawan merasa bahwa bepergian bisa mengajarkan banyak hal dan keterampilan baru. Sekitar 54 persennya bahkan tertarik mengikuti kegiatan sukarela agar mereka bisa berinteraksi dengan penduduk setempat, mengenal budaya dan tradisi. Pengetahuan baru dan persahabatan dengan orang lokal dianggap lebih penuh kesan.
 
Belajar musik bersama para musisi lokal./ Foto: Shutterstock
Pergi kemana?
 
Siapa yang tidak bangga, sepulang dari Tuscany, Italia, langsung bisa membuat pasta homemade sendiri. Tidak puas hanya mengagumi keindahan kain tenun, Anda bisa belajar menenun sendiri di Sumba. Ingin lebih banyak bergerak, coba buat agenda liburan yang eksotis dengan belajar menari salsa di Havana, Kuba. Atau, rencanakan makan malam romantis bersama pasangan dengan hidangan khas Hangi sambil belajar tarian dan lagu Maori di Rotorua, Selandia Baru. (f)
 
Baca Juga:

Selain Pesawat, Traveler Indonesia juga Mencari Tiket Bus dan Kereta via Online

Mari Ke Flores

Berlibur Sambil Periksa Kesehatan dan Kebugaran Tubuh