Foto: Fotosearch

Dalam memasarkan produk fashion, terutama busana ready to wear, penentuan harga jual memegang peranan sangat penting. Apalagi, konsumen ready to wear tergolong price sensitive, yang berarti perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh harga jual produk. Pengetahuan bisnis ini perlu dipahami oleh tiap calon desainer. Kemampuan menghitung biaya produksi secara cermat, laba rugi, dan membaca situasi pasar.
 
Dalam kunjungan Lomba Perancang Mode 2017 ke Sparks Fashion Academy dan LaSalle College, Jakarta beberapa waktu lalu, topik The Price is Right ini menjadi salah satu bahasan yang disampaikan oleh desainer Gloria Agatha dan CEO Argo Apparel, Melinda Babyanna. Berikut tip terpenting tentang cara menghitung harga untuk bisnis retail saat ini. Bisa menjadi masukan bagi Anda yang sedang memulai bisnis pakaian secara online.

 
Ada 6 pembicara ahli pada acara road show LPM 2017 lalu di dua sekolah mode terkemuka, Sparks Fashion Academy dan LaSalle College, Jakarta. Para pembicara umumnya adalah alumni LPM, seperti Billy Tjong, desainer, alumnus LPM 2005, dan Chossy Latu, desainer. Alumni LPM membahas tentang brand authenticity. Yelly Lumentu, desainer, Creative Director Day & Night, alumnus LPM 2015, berbagi pengalaman menjalankan bisnis fashion secara online. Selain itu, ada Melinda Babyanna, CEO Argo Apparel Group, Gloria Agatha, Creative Director Jii, dan Adhindha Firdausa Ratnasari, Owner of By Dinda Firdausa dan Co-Owner of Deen Hijab yang membagi pengalamannya berbisnis busana muslim secara online.
 
 
 
Tip Gloria Agatha: Masukkan Pengeluaran Ini untuk Menghitung Harga Jual
 

 
1. Material: Harga total seluruh bahan yang digunakan dalam satu potong busana.
 
2. Ongkos produksi: Biaya yang dikeluarkan untuk membayar penjahit.
 
3. Aksesori: Harga pernak-pernik atau detail yang menghiasi baju yang didesain, seperti kancing, pita, manik-manik, dan lain-lain.
 
4. Tags: Ongkos membuat label atau tag identitas merek yang menempel pada tiap potong baju. Tags ada banyak macamnya: swing tags, label tags, care tags.
 
5. Kemasan: Harga amplop, boks, hingga kertas pembungkus.
 
6. Biaya pengiriman: Mengembangkan bisnis online berarti harus mempertimbangkan ongkos pengiriman barang ke konsumen. Masukkan ongkos tersebut ke dalam harga akhir produk.
 
7. Ide/kreatif/konsep: Harga ide atau kreatif atau konsep merupakan harga untuk ide-ide yang telah dikeluarkan si desainer dalam mendesain sebuah rancangan. Harga ini nantinya akan menjadi laba penjualan. Dalam menentukan harga ide itu sendiri tidak ada perhitungan pasti. Bisa Rp20.000, bisa juga Rp100.000 dan seterusnya. Semuanya kembali dari keputusan desainernya.
 
 

Tip Melinda Babyanna: 5 Cara Menentukan Harga Jual

 
1. Harga skimming: Metode yang pertama adalah harga skimming, yaitu bagaimana seorang desainer menentukan harga yang tinggi di awal penjualan, tapi akan turun seiring dengan banyaknya ketersediaan barang dan jumlah kompetitor.
 
2. Harga penetrasi: Harga penetrasi adalah harga yang ditetapkan serendah-rendahnya demi menciptakan loyalitas konsumen.
 
3. Harga kompetitif: Bagi yang jeli melihat pasar dan pesaing, Anda dapat menetapkan harga secara kompetitif.
 
4. Harga mengikuti brand leader: Harga jual produk ditetapkan dengan harga standar brand leader.
 
5. Harga berdasarkan biaya: Harga jual ditentukan dengan cara ongkos produksi ditambahkan dengan nilai keuntungan atau margin yang diharapkan (retail prices & wholesale prices).(f)

Baca juga:
Tip Menentukan Harga Tepat untuk Bisnis Fashion Anda
Pengembangan Produk 100% Indonesia