
Foto: Dok. Freepik
Virus corona atau COVID-19 saat ini tengah mewabah di dunia dan mengharuskan kita untuk melakukan segala aktivitas dari rumah. Tanpa disadari, rasa bosan dan banyaknya waktu senggang yang ada, membuat Anda kerap membuka situs e-commerce atau online shop langganan lebih sering dari biasanya. Sehingga pakaian Anda semakin hari justru semakin menumpuk.
Tahukah Anda, industri pakaian merupakan salah satu industri yang paling banyak menyumbang polusi di dunia, dengan menyumbang 10% emisi gas karbon di dunia, mengotori laut dengan limbah mikroplastik, dan membuang 15 juta ton limbah pakaian setiap tahunnya. Limbah pakaian, baik itu limbah dari pabrik ataupun pakaian yang tidak terpakai menjadi salah satu sampah terbanyak yang mengotori bumi.
Menjadi smart & responsible shopper adalah salah satu upaya untuk membantu mengurangi sampah dan limbah pakaian. Simak beberapa tip dari Femina di sini!
Baca Selanjutnya: 1. Tetapkan budget dan daftar ketika berbelanja

Foto: Dok. Freepik.
1. Tetapkan budget dan daftar ketika berbelanja
Berbagai penawaran yang menggoda kerap kali menjerumuskan Anda menjadi seorang pembeli yang impulsif. Hal ini kerap membuat Anda membeli barang ataupun pakaian yang tidak dibutuhkan, bahkan mungkin tidak akan Anda pakai sama sekali.
Ada baiknya, sebelum Anda berbelanja tentukan budget yang akan Anda keluarkan, lengkap dengan daftar yang Anda butuhkan untuk dibeli. Tip ini dapat membatasi dan menentukan prioritas untuk pakaian yang akan Anda beli, sehingga mengurangi sampah pakaian yang akan menumpuk sekaligus memperpanjang daya pakai pakaian Anda.
Menyisihkan budget untuk membeli busana sebagai penunjang penamplan memang penting, namun jangan sampai menjadi impulsive buyer dan membeli pakaian yang tidak Anda butuhkan, Jadikan apa yang Anda beli sebagai investasi dalam karir Anda.
Baca Selanjutnya: 2. Mencoba Thrift Shopping

Foto: Dok. Freepik.
2. Mencoba Thrift Shopping
Thrift shopping adalah kegiatan berbelanja busana second hand atau barang bekas yang masih layak pakai. Arti thrift sendiri sebenarnya mengacu pada aktivitas yang mengantur keuangan sekaligus meminimalisir pemborosan, karena biasanya produk yang terdapat di thrift shop dijual dengan harga ‘miring’. Selain murah, thrift shop juga dapat menjadi tempat Anda menemukan berbagai potongan vintage yang terkadang sudah tak ada lagi di pasaran.
Sebelum mencoba thrift shopping, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai thrifting. Pertama, pastikan pakaian atau barang yang Anda beli masih layak pakai dan tidak ada kerusakan. Kedua, ketika membeli pakaian, cuci bersih sebelum digunakan. Dan yang ketiga, pastikan pakaian atau barang yang Anda terima sesuai kebutuhan dan dapat Anda pakai berkali-kali.
Dengan melakukan thrift shopping, selain membantu Anda untuk sedikit berhemat, Anda juga bisa 'membantu’ pakaian tersebut tidak langsung dibuang dan menjadi sampah sandang yang mengotori lingkungan.
Baca selanjutnya: 3. Pilih dan rawat pakaian dengan bijak

Foto: Dok. Freepik.
3. Pilih dan rawat pakaian dengan bijak
Memiliki pakaian dengan warna warna netral seperti coklat, hitam, putih, nude, dan warna netral lainnya bisa termasuk investasi jangka panjang bagi Anda. Karena pakaian dengan warna netral dalam potongan klasik cenderung lebih mudah untuk dipadu-padankan. Tak ada salahnya untuk berinvestasi pada pakaian yang sedikit lebih mahal namun memiliki kualitas baik dan awet untuk dipakai, karena itu pilihlah yang dapat sering Anda pakai, mainkan Aksesori untuk tampil lebih variatif.
Menyusun pakaian Anda dengan rapi dan teratur juga dapat membantu Anda berhemat. dengan susunan busana yang rapih, Anda akan selalu aware dengan pakaian yang Anda miliki, sehingga tak perlu membeli lagi secara impulsif.
Begitupun juga, jika pakaian Anda memiliki kerusakan kecil, seperti kancing yang terlepas atau zipper yang sulit tertutup jangan terburu-buru membuangnya, cukup perbaiki saja bagian yang rusak. Perhatikan pula perawatan pakaian Anda, mulai dari cara penyimpanan hingga pencuciannya. Anda bisa melihat informasi tersebut pada logo pencucian di bagian dalam pakaian Anda.
Secara tidak sadar, hanya dengan memilih pakaian dengan warna netral serta merawat pakaian Anda dengan baik, Anda telah membantu mengurangi sampah dan limbah pakaian yang dapat merusak lingkungan.
Baca Selanjutnya: 4. Upcycle & Donate!

Foto: Dok. Freepik.
4. Upcycle & Donate!
Di luar sana masih banyak orang yang dengan senang hati menerima donasi pakaian yang sudah tidak minat untuk Anda gunakan kembali. Namun harus ingat, ketika ingin mendonasikan pakaian bekas kita, pastikan pakaian tersebut masih layak pakai dan bersih.
Selain disumbangkan, Anda juga bisa menerapkan prinsip upcycle pada pakaian yang tidak Anda gunakan lagi. misalnya, karyakan kembali baju bekas Anda dengan mengubahnya menjadi masker kain, tas belanja kain, selimut quilting, sarung bantal, hingga pouch riasan.
Sudah saatnya kini kita lebih bijak dalam berbelanja, untuk bumi dan masa depan yang lebih baik. Stay healthy, stay wise, stay at home! (f)
Baca Juga
Laundry Tutup? Ini Tip Merawat Dan Mencuci Baju Sendiri Di Rumah!
10 Cara Selamatkan Sepatu di Musim Hujan dan Banjir
Secangkir Kopi Penuh Gaya Dari Barista Tampan, Mikael Jasin
Memiliki pakaian dengan warna warna netral seperti coklat, hitam, putih, nude, dan warna netral lainnya bisa termasuk investasi jangka panjang bagi Anda. Karena pakaian dengan warna netral dalam potongan klasik cenderung lebih mudah untuk dipadu-padankan. Tak ada salahnya untuk berinvestasi pada pakaian yang sedikit lebih mahal namun memiliki kualitas baik dan awet untuk dipakai, karena itu pilihlah yang dapat sering Anda pakai, mainkan Aksesori untuk tampil lebih variatif.
Menyusun pakaian Anda dengan rapi dan teratur juga dapat membantu Anda berhemat. dengan susunan busana yang rapih, Anda akan selalu aware dengan pakaian yang Anda miliki, sehingga tak perlu membeli lagi secara impulsif.
Begitupun juga, jika pakaian Anda memiliki kerusakan kecil, seperti kancing yang terlepas atau zipper yang sulit tertutup jangan terburu-buru membuangnya, cukup perbaiki saja bagian yang rusak. Perhatikan pula perawatan pakaian Anda, mulai dari cara penyimpanan hingga pencuciannya. Anda bisa melihat informasi tersebut pada logo pencucian di bagian dalam pakaian Anda.
Secara tidak sadar, hanya dengan memilih pakaian dengan warna netral serta merawat pakaian Anda dengan baik, Anda telah membantu mengurangi sampah dan limbah pakaian yang dapat merusak lingkungan.
Baca Selanjutnya: 4. Upcycle & Donate!

Foto: Dok. Freepik.
4. Upcycle & Donate!
Di luar sana masih banyak orang yang dengan senang hati menerima donasi pakaian yang sudah tidak minat untuk Anda gunakan kembali. Namun harus ingat, ketika ingin mendonasikan pakaian bekas kita, pastikan pakaian tersebut masih layak pakai dan bersih.
Selain disumbangkan, Anda juga bisa menerapkan prinsip upcycle pada pakaian yang tidak Anda gunakan lagi. misalnya, karyakan kembali baju bekas Anda dengan mengubahnya menjadi masker kain, tas belanja kain, selimut quilting, sarung bantal, hingga pouch riasan.
Sudah saatnya kini kita lebih bijak dalam berbelanja, untuk bumi dan masa depan yang lebih baik. Stay healthy, stay wise, stay at home! (f)
Baca Juga
Laundry Tutup? Ini Tip Merawat Dan Mencuci Baju Sendiri Di Rumah!
10 Cara Selamatkan Sepatu di Musim Hujan dan Banjir
Secangkir Kopi Penuh Gaya Dari Barista Tampan, Mikael Jasin