
Foto: Shutterstock
Tiap pekerjaan dan perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda perihal aturan berbusana di jam kantor. Tentunya ada alasan di baliknya, yang pada umumnya adalah untuk membuat para karyawannya berpenampilan profesional karena mereka adalah representasi perusahaan. Menurut Gloria Dewi C. Pangaribuan, pakar karier dari Experd, karyawan adalah brand ambassador dari perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga, penting untuk berbusana sesuai aturan demi menjaga citra baik perusahaan, termasuk kemajuan kariernya sendiri.
“Walau kemampuan kerja adalah poin utama yang menentukan kemajuan karier seseorang, setuju atau tidak, cara berbusana juga sedikit banyak berpengaruh pada bagaimana peningkatan karier di masa depan. Penampilan memengaruhi bagaimana orang lain menilai kita. Apakah kita orang yang rapi, profesional, dan lain sebagainya. Cara berbusana yang tepat jadi penting bagi kita yang sering bertemu dengan klien,” jelas Gloria.
Menurut Gloria, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pekerja mengenai etika umum berbusana di kantor. Setidaknya, ada tiga kaidah dasar berbusana kantor, yaitu sopan, bersih, dan rapi.
“Sopan, dengan tidak mengenakan busana terlalu ketat atau menerawang. Bersih, dengan tidak mengenakan baju yang kumel atau terdapat noda. Dan rapi, dengan mengenakan padu padan busana yang pas, tidak berlebihan,” tambahnya.
Mengingat pekerja muslim yang berhijab tidaklah sedikit, seperti apa etika dan kaidah dasar yang harus diperhatikan para karyawan, termasuk pekerja muslim yang mengenakan hijab, saat berbusana di kantor? Berikut ini 5 poin penting yang menurut Gloria perlu diperhatikan, plus tip dari Editor Mode femina, Fiqi Banafsaji, untuk tampilan profesional.
1/ Model Busana yang Tepat
Pada busana muslim, yang menjadi perhatian utama tentu adalah pada model busana yang menutupi aurat. Walau tren mode saat ini banyak menghadirkan busana-busana dengan ukuran over size --terlebih di pasar busana muslim-- Gloria mengingatkan untuk mengenakan busana dengan ukuran yang sesuai bentuk tubuh pemakainya: tidak terlalu kekecilan dan tidak terlalu kebesaran.
Untuk rok sebaiknya tidak menggunakan yang terlalu besar atau terlalu panjang. Selain karena terlihat tidak pas, juga akan mempersulit penggunanya lalu-lalang saat sedang di kantor. “Untuk rok lebih baik pilih model lurus atau A-line saja,” sarannya. Dalam memilih bentuk atau model busana perlu dipikirkan fungsi dan kenyamanan dalam menggunakannya.
tip :
Agar nyaman bergerak, disarankan mengenakan rok jenis A-line, yang dapat dipadupadankan dengan atasan yang tidak terlalu kebesaran. Sementara, jjika lebih suka mengenakan celana panjang, jenis palazzo bisa jadi pilihan karena selain membuat penggunanya lebih mudah bergerak, juga terlihat proporsional. Untuk pemilihan kemeja, pastikan tidak terlalu ketat di bagian dada. Jika lebih suka mengenakan rok lurus atau celana yang ramping, bisa juga dipadankan dengan long coat atau long vest sepanjang lutut, untuk memberikan tampilan profesional yang lebih modis.
2/ Permainan Warna
Busana dengan warna-warna monokromatik, seperti hitam, putih, abu-abu, dan biru tua, umumnya akan dipilih banyak orang untuk membuat penampilan terlihat lebih profesional. “Tapi, kita juga tetap bisa tampil profesional dengan busana yang bermain warna. Hanya, sebaiknya padu padannya tidak lebih dari 3 warna dalam satu tampilan,” ujar Gloria, mengingatkan. Misal, jika menggunakan satu warna yang bold, maka busana pelengkap lainnya menggunakan warna yang lebih tone down. Contoh lain, jika hijabnya sudah menggunakan warna yang berani atau terang, maka busananya lebih baik dengan warna yang aman.
tip :
Jika ingin padu padan yang tepat, tentukan dulu warna hijabnya seperti apa. Sedangkan warna busananya, mengikuti warna hijabnya. Sementara, jika ingin bermain motif, pemilihan warna jangan melenceng dari warna hijabnya. Jika ingin tampilan yang lebih berwarna, bermainlah dengan warna-warna pastel atau earth tone, seperti green olive, beige, atau pastel. Untuk busana monokromatik, jangan kenakan hijab dengan warna yang melenceng dari tone warna monokrom.
3/ Sepatu Nyaman dan Profesional
Jika bicara penampilan profesional secara keseluruhan, maka pemilihan sepatu juga jadi penting. Selalu perhatikan model, kebersihan, dan tentunya kenyamanan saat dikenakan.
“Standar umum sepatu yang bisa digunakan adalah model yang tertutup. Tapi, evolusi model sepatu zaman sekarang sudah bagus-bagus, sehingga lebih banyak pilihannya. Sepatu model peep toe dan sepatu wedges juga bisa digunakan selama tampilannya formal,” tambah Gloria.
tip :
Untuk Anda yang menggunakan bawahan sepanjang mata kaki (ngatung), bisa menggunakan jenis sepatu yang tidak terlalu tinggi, seperti flat, chunky heels, atau sepatu jenis lainnya dengan hak yang tidak lebih tinggi dari 3 cm.
Jika ingin menggunakan sepatu yang lebih tinggi, pastikan busana bawahannya memiliki panjang yang melewati mata kaki, untuk memberikan tampilan yang lebih modis.
4/ Aksesori Sebagai Pemanis
Penggunaan aksesori dalam berbusana berfungsi sebagai pemanis. Untuk tampilan profesional, sebaiknya penggunaan aksesori tidak berlebihan. “Fokuskan maksimal di 3 titik saja. Bisa di anting, gelang, atau kalung,” katanya, mengingatkan. Padanannya pun harus serasi. Misalnya, untuk hijab yang menggunakan bros, pastikan untuk tidak membuatnya terlihat berlebihan.
tip :
Jika hijabnya polos, tak masalah menggunakan bros. Untuk hijab yang memiliki corak ramai, sebaiknya hindari menggunakan aksesori pada bagian hijab. Untuk model hijab yang meliliti bagian leher, bros bisa dikenakan di bagian dada untuk memberikan aksen pemanis tambahan.
Karena sudah menggunakan hijab, sebaiknya hindari penggunaan kalung. Jika pun ingin tetap menggunakannya, pilih jenis kalung yang tipis dan tidak terlalu besar, untuk menghindari perhatian orang ke bagian dada. Pilih aksesori gelang, jam tangan, atau cincin saja untuk memberikan tampilan yang lebih aman.
5/ Perhatikan Bahan dan Motif Kain
Untuk memberikan tampilan profesional dalam bekerja, pilih motif sederhana. “Eksplorasi busana boleh, tapi jangan lantas menggunakan busana dengan motif yang terlalu abstrak dan memberikan kesan terlalu ramai,” jelasnya.
Untuk pemilihan bahan busananya, hindari jenis kain yang akan menampilkan lekuk tubuh. Busana berenda sedang jadi tren mode kekinian, tapi pastikan untuk hanya menggunakannya sebagai aksen. “Jika kebanyakan renda, akan jadi tampak berlebihan,” tambah Gloria.
tip:
Untuk memberikan tampilan busana yang profesional, bahan-bahan kain dengan sentuhan flashy memang sebaiknya dihindari, misalnya satin atau sequins. Namun, Anda tetap bisa bermain dengan kain bahan jenis velvet, tapi pilih warna-warna yang gelap. (f)
Inspirasi Gaya Tudung Feminin
Inspirasi Gaya Tudung Nyaman
Inspirasi Gaya Tudung Fashionable