Foto: Dok. Freepik

Bagi Anda yang bingung ingin menghabiskan waktu, ataupun ingin turut membantu dalam situasi saat ini, Femina mengajak Anda untuk mendirikan benteng perlindungan untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta di sekitar Anda dengan membuat masker kain Anda sendiri di rumah. selain membantu para tenaga medis yang berjuang di garis depan dalam melawan pandemi COVID-19 dengan tidak membeli stok masker medis, Anda juga dapat memiliki masker kain yang benar-benar sesuai keinginan Anda.
 
Bingung caranya? Jangan khawatir, Femina telah meminta kiat sukses dan pola masker kain dari Wilsen Willim, perancang muda yang juga pernah menjadi pengajar di Indoestri MakerSpace. Wilsen sendiri telah melansir masker kain karyanya yang dapat dipasangkan senada dengan busana rancangannya. Simak di sini caranya!
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 
 

Foto: Dok. Freepik
 
1. Menentukan bahan

Untuk pemilihan bahan sendiri sebenarnya bebas, Namun Wilsen menyarankan untuk menggunakan material seperti linen, katun, katun dengan campuran polyester, atau bahkan polyester. Banyak orang beranggapan kalau polyester terkesan panas dan membuat sesak nafas, tapi hal ini tergantung dari kepadatan salur materialnya sendiri. Bila Anda memilih bahan kain polyester yang standar maka akan nyaman dan aman dipakai. Hindari penggunaan bahan seperti kain parasut, pvc, atau silikon. Memang ketiganya tahan air, namun Udara juga tidak bisa terhirup masuk.

Bila Anda kesulitan mencari material karena banyak toko bahan yang tutup, coba alih fungsikan kemeja lama Anda untuk difungsikan kembali sebagai masker kain, selain ramah lingkungan, motif kesayangan Anda dulu dapat dipakai kembali. Tentunya Anda harus memastikan kualitas kain masih layak untuk digunakan.

Selain kain yang di luar, Wilsen menyarankan agar Anda menambahkan kufner atau bahan pengeras untuk menambah ketebalan dan struktur pada kain sehingga lebih ajeg dan rapi saat dikenakan, namun bila Anda ingin lebih merasa nyaman, Anda dapat menggunakan 2 lapis kain saja. Sementara untuk pelapis dalam yang bersentuhan dengan kulit, Wilsen amat menyarankan untuk menggunakan bahan katun bercampur polyester (poly cotton atau polyblend).
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 
 


Foto: Dok. Wilsen Willim
 
1. Membuat pola awal
 
Wilsen membagi polanya untuk Anda gunakan, pertama lipat dua bahan yang Anda miliki. Agar saat memotong Anda dapat sekaligus mendapatkan bagian kanan dan kiri yang simetris. Pastikan bahan tidak bergeser saat Anda memotong, mengamankan dengan pentul dapat menjadi pilihan.

Buatlah pola di atas dengan ukuran lebar per sisi 7cm - 10 cm dan tinggi pola 10cm - 13cm. tingginya memang lebih panjang,  mengingat masker yang dibuat akan mengikuti lekuk tulang hidung Anda. Bila Anda berwajah mungil, dapat menggunakan ukuran 7cm x 10cm.

Wilsen juga mengingatkan, bila Anda memilih material tahan air panas seperti polyester, katun, atau linen, Anda dapat merebus masker atau disetrika panas agar kuman mati lebih menyeluruh.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 
 

Foto: Dok. Wilsen Willim
 
2. Mulai menjahit
 
Pastikan lipatan pada bagian yang telah ditunjukan pada gambit, sehingga Anda akan sekaligus memotong untuk dua bagian wajah (kanan-kiri) secara simetris, sematkan dengan pentul agar terjaga aman sepenuhnya sebelum dipotong.

Bila Anda sudah mahir dan yakin dengan sematan pentul Anda, dapat sekaligus memotong ketiga bahan yang Anda gunakan, namun bila ingin lebih berhati-hati, potong bahan satu bahan, yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk menjiplak pada bahan kedua dan ketiga.

Kini saatnya menjahit. Anda bisa jahit pada bagian hidung, satu per satu tiap bahan. Hal ini untuk membuat ketiga kain dapat menjadi penyaring kuman yang sempurna tanpa ada celah bagi kuman masuk dari sela jahitan yang langsung ke kulit, dan lebih aman dikenakan.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 

Foto: Dok. Wilsen Willim
 
3. Menyatukan Masker dengan ikatan

Ada dua pilihan untuk menyatukan masker, hal ini tergantung dengan pilihan tali pengikat yang Anda inginkan, bila Anda menginginkan tipe ikatan, Anda dapat menggunakan bahan pita yang biasa dijual per meter. Bisa menggunakan bahan katun, polyester, sutra ataupun Anda dapat menggunakan bahan yang sama dengan pelapis luar agar tampilan lebih menarik.

Anda dapat memulai menyatukan masker jenis ini dengan menjahit bagian yang diwarnai ungu pada gambar, untuk menyatukan kedua sisi agar tertutup aman, baru dilanjutkan dengan pita sebagai kain pelapis sekaligus penyatu (jahitan bis) bagian atas dan bawah masker (bagian yang diwarnai kuning pada gambar) sehingga masker buatan Anda tampak rapi. Meski lebih sulit dibuat dan menuntut kerapihan yang baik, tipe ikatan lebih awet daripada tipe karet, terlebih karena ada beberapa orang yang lebih mudah gatal saat mengggunakan karet.

Wilsen pun menyarakan jenis masker ikat bagi Anda yang berhijab, karena masker jenis ini tidak gampang melar dan menjadi kendur. Dengan tali pita ikatan sekaligus menjadi jahitan bis, memang memakan bahan lebih banyak, namun tampak rapi sekaligus jahitan menjadi lebih kuat.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 

Foto: Dok. Wilsen Willim
 
4. Menjahit masker kain dengan karet

Bila Anda tertarik menggunakan karet yang lebih mudah dibuat, Anda perlu menjahit bagian atas dan bawah terlebih dahulu (bagian yang diwarnai kuning pada gambar di atas) agar menyatu dan tertutup rapi.

Setelahnya Anda dapat menyelipkan bahan karet pada ujung kain diantara bahan pertama dan kedua sekaligus menjahit kedua sisi ujung kanan dan kiri masker (bagian yang berwarna ungu pada gambar). Hal ini ditujukan agar masker terasa lebih nyaman di pipi dan tidak mengganjal saat dikenakan.

Wilsen menyarankan untuk menggunakan karet standar dengan lebar 0.5cm. panjang yang digunakan Wilsen pun 16cm, namun untuk kenyamanan, sebaiknya panjang karet sekitar 14-18cm, tergantung ukuran wajah penggunanya. Anda dapat mengukurnya dan memilih yang dirasa paling aman. Sementara karet yang pipih melebar disarankan agar terasa nyaman dan menempel dengan baik di kulit saat dikenakan.

Anda juga tentunya bisa menggunakan lem, namun selain tidak tahan lama, Wilsen Willim juga tidak menyarankan karena mudah terlepas dan memiliki jenis perawatan yang lebih sulit.

Masker karet sendiri terkadang terasa gatal dan kurang nyaman saat dikenakan dan setelah beberapa waktu akan terasa kendur. Namun, Masker karet cenderung lebih mudah dan ringkas untuk dibuat, selain itu masker kain juga praktis dalam penggunaan dan tak ada resiko terlepas karena ikatan yang kendur.

Bagaimana? Sudah siap mencoba? Mungkin Anda bisa membuat bagi diri Anda, orang tua, atau bahkan sang buah hati. Selamat mencoba! Stay healthy, stay safe, and stay at home! (f)
 
 
 
 
Baca Juga
Menjadi Smart & Responsible Shopper, Simak Tipnya Di Sini!
Laundry Tutup? Ini Tip Merawat Dan Mencuci Baju Sendiri Di Rumah!
10 Cara Selamatkan Sepatu di Musim Hujan dan Banjir