Foto: Fotosearch
 
Seorang psikopat memang tidak merasa perilakunya menyimpang dan bersikap biasa saja. Namun, akibatnya hubungan malah nggak sehat, orang-orang sekitar nggak nyaman dengan keberadaan kita, dan, ujungnya, kita malah kehilangan si dia. Pahami tanda-tandanya kita punya kecenderungan jadi psikopat cinta.
  • Berdebat di muka umum. Nggak pilih-pilih tempat, malah rajin banget adu mulut atau mengkritik pacar di depan keluarga dan kerabatnya.
  • Cemburu berlebih. Tidak tahan melihat pacar berada dekat dengan perempuan lain, meski temannya sendiri. Bahkan, mengikutinya ke mana pun dia pergi, dengan alasan mendampinginya.
  • Rajin memantau. Setiap jam menelepon, pengen tahu apa yang dia lakukan, bersama siapa, di mana, dan lainnya
  • Memata-matai. Saking ingin tahunya, kita penasaran dan mengecek langsung emailnya, ponsel, sms, bbm, bahkan datang diam-diam ke kantor atau rumah untuk cari informasi-informasi gerak-geriknya.
  • Bohong masa lalu. Ketika ngomongin mantan, kita selalu merasa jadi “korban” yang disakiti dan mantan kita yang bermasalah.
  • Susah ditebak. Tiba-tiba marah-marah padanya tanpa tahu sebab pasti, tapi sedetik kemudian bersikap supermanis
  • Mudah tersinggung. Di mata kita, dia tidak pernah benar. Ada yang membuat kita kesal, langsung menuduhnya nggak sayang sama kita.

Sedangkan ini perilaku normal seseorang. Bandingkan, deh!
  • Respek. Mendengarkan pendapatnya tanpa prasangka, memahami suasana hati dia, dan menghargai setiap perbuatannya tanpa banyak dikritik yang nggak penting.
  • Percaya. Cemburu boleh tapi nggak berlebihan sampai selalu mau tahu apa yang dia lakukan. Bahkan, sampai menguntit ke mana pun dia pergi.
  • Hemat pulsa. Maksudnya, nggak setiap menit mencoba menghubungi si dia cuma pengen tahu apa kegiatan dan lagi sama siapa saat itu.
  • Bukan satpam, yang harus siaga 24 jam disampingnya. Kita nyaman dengan kegiatan masing-masing tanpa selalu mengharapkan dia di samping kita.
  • Terbuka. Bila ada masalah, mau membicarakan berdua tanpa perlu adu mulut. Juga dengan lapang dada mengakui kesalahan masing-masing.
  • Support. Cowok selalu senang dianggap hebat. Itu sebabnya kita nggak segan kasih dukungan. Misal, saat dia dipercaya mewakili perusahaan ke luar kota, kita puji dirinya dan percaya kalau dia nggak macam-macam saat jauh dari kita.
  • Dunia (bukan) milik berdua. Nggak PDA lebay depan umum. Juga nggak keberatan tetap bergaul dengan teman-teman yang lain, tanpa kehadiran si dia.(f)