Foto: 123RF


Benarkah selingkuh dan pengkhianatan cinta lebih banyak dilakukan oleh pria, dan wanita lebih sering yang jadi korban? Apakah selingkuh selalu melibatkan seks? Mengapa seseorang berselingkuh?
 
Begitu ‘lumrah’ terjadinya perselingkuhan dalam sebuah jalinan kasih, tak heran jika banyak lagu, puisi, cerpen, novel, hingga film yang mengangkat tema tersebut. Namun, di balik tiap perselingkuhan ada banyak fakta menarik, karena persoalan hati ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Belum tentu juga terjadi dan berakhir secara rumit dan sulit.
 
Beda Definisi
Rini, seorang karyawati, sedang gusar. Saat iseng membuka telepon genggam suaminya, ia menemukan percakapan mesra suaminya dengan seorang wanita. Dengan nada emosional dan berlinang air mata, ia langsung melabrak dan menuduh suaminya selingkuh.
 
Suaminya memang minta maaf karena telah mengirim pesan terlalu mesra kepada wanita lain. Namun, ia masih kesal karena sang suami mengatakan bahwa ia terlalu berlebihan. “Saya enggak selingkuh, kok, itu cuma chat iseng. Saya enggak pernah lebih dari ngobrol sama dia,” begitu alasannya. Rupanya, perbedaan pendapat tentang definisi selingkuh bukan hanya dialami Rini dan suaminya.
 
Menurut Adriana S. Ginanjar, psikolog dan konsultan perkawinan, dalam buku Pelangi di Akhir Badai, kebanyakan pria beranggapan bahwa suatu hubungan dikatakan perselingkuhan jika melibatkan hubungan seks. Sementara bagi wanita, saling curhat secara intens sudah bisa dikategorikan selingkuh. Pemikiran itu bukan cuma di Indonesia, lho.Sebuah penelitian yang dilakukan beberapa psikolog dari Texas State University, Amerika Serikat, dan dipublikasikan di jurnal Sexual and Relationship Therapy tahun 2016, menyimpulkan, wanita memiliki definisi lebih luas tentang selingkuh daripada pria.
 
Para peneliti menemukan, pria cenderung menganggap bahwa seseorang baru bisa dikatakan selingkuh kalau sudah melibatkan fisik yang intim, sementara wanita menganggap selingkuh itu segala sesuatu yang melibatkan perasaan: Menonton film porno, dan sexting pun adalah bentuk perselingkuhan.
 
Survei oleh firma hukum yang sering menangani kasus perceraian, Slater and Gordon, menemukan fakta bahwa 49% klien wanitanya menganggap sexting sebagai bentuk perselingkuhan masa kini yang sudah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi komunikasi.
 
Namun, hanya 34% klien prianya yang berpikir sama. Bagi mereka, saling berbagi pesan mesra dan foto-foto yang menggoda sama halnya seperti perselingkuhan yang melibatkan hubungan fisik, yang dapat menyebabkan keretakan hubungan dengan pasangan resmi dan menyakiti perasaan.
 
Sikap Rini tidak bisa dibilang berlebihan, karena pesan-pesan mesra itu bisa jadi adalah awal dari sebuah perselingkuhan. Seperti hasil penelitian yang dilakukan tahun 2016 dan dilansir di Journal of Marital and Family Therapy, yang menemukan bahwa 40% hubungan mesra di dunia maya berlanjut menjadi perselingkuhan di dunia nyata. Tak salah jika kita sebut bahwa kemajuan teknologi bisa membuat yang dekat jadi jauh dan membuat yang jauh terasa lebih dekat. Facebook bahkan sempat disebut sebagai salah satu penyebab perselingkuhan.
 
 


Foto: 123RF
 
 
Beda Alasan
Penasaran, Rini mencari tahu siapa wanita yang bertukar kata-kata mesra dengan suaminya. Hasilnya, ia shock. Ia menemukan fakta bahwa wanita yang kemudian diketahui adalah mantan teman sekantor suaminya itu ternyata tak seperti yang ia bayangkan akan merebut hati pria yang telah 7 tahun ia kenal.
 
“Ia beberapa tahun lebih tua. Secara fisik, saya yakin 90% orang akan mengatakan saya jauh lebih cantik dan lebih ok,” ujarnya, dengan nada geram.
 
Seperti Rini, kebanyakan orang berpikir bahwa seseorang hanya akan tergoda oleh seseorang yang secara fisik ‘lebih’ segala-galanya. Namun, dari pengamatan di ruang konsultasinya selama bertahun-tahun, Adriana menuliskan, itu bukan satu-satunya alasan. Ia menguraikan beberapa alasan di balik perselingkuhan suami, mulai dari cinta yang mendalam, menemukan sosok yang ideal, mencari selingan dari kejenuhan pernikahan, menikmati hubungan seks yang lebih bergairah, mencari wanita yang dapat mengangkat egonya, hingga sekadar iseng.
 
Saat melakukan penelitian untuk bukunya The Truth about Cheating: Why Men Stray and What You Can Do to Prevent It, konsultan pernikahan, M. Gary Neuman, menemukan fakta bahwa 92% pria mengatakan, seks bukan alasan mereka melakukan perselingkuhan. Kaum adam ini malah mengaku alasannya sering kali karena hal-hal yang berkaitan dengan perasaan, seperti merasa tidak lagi ‘nyambung’ dengan pasangannya atau merasa tak dihargai oleh pasangannya.
 
Gary mengungkapkan bahwa penampilan fisik juga bukan alasan utama selingkuh. Sekitar 88% pria tidak selingkuh dengan seseorang yang berpenampilan lebih menarik dan keren daripada istri mereka. Tapi, lewat surveinya, Gary membuktikan bahwa pria yang memiliki sesuatu yang membuatnya merasa lebih menarik –baik itu penampilan fisik, uang, kekuasaan, atau ilmu-- cenderung lebih mungkin melakukan
perselingkuhan.
 
Ditambahkan oleh Adriana, bagi pria, cinta dan kesetiaan sering kali tidak harus berjalan bersamaan sehingga membuka peluang selingkuh lebih besar. Ia juga menjelaskan, bagi seorang istri, mencintai berarti juga bekerja keras untuk setia.
 
Di Indonesia mungkin survei tentang perselingkuhan belum dilakukan. Namun, bukan berarti wanita tak mungkin melakukan perselingkuhan. Karena nyatanya, Anda juga sering menjadi tempat curhat teman wanita yang terlibat dalam perselingkuhan, bukan?
 
Uniknya, tak hanya berbeda pendapat tentang definisi saja. Alasan seorang wanita selingkuh juga agak berbeda dari pria. Onlinedoctor.superdrug.com, toko obat daring untuk masalah fungsi seksual seperti Viagra, melakukan survei terhadap 2.000 orang di Amerika Serikat dan Eropa untuk mengetahui alasan seseorang berselingkuh. Hasilnya, alasan tertinggi yang dikatakan wanita adalah berkurang atau hilangnya perhatian pasangan terhadap mereka. Sementara pria beralasan, pasangan selingkuhnya lebih ‘hot’.
 
Sementara, yang jadi alasan wanita adalah pasangan selingkuh yang dirasa lebih dekat secara emosional, merasa bosan, merasa ragu dengan pasangan resminya, selingkuhannya yang lebih menggairahkan, dan ingin merasa lebih seksi.
 
Sebenarnya, pria pun merasakan hal yang sama ketika berselingkuh dengan wanita lain. Namun, ada alasan lain yang membuat pria melakukan perselingkuhan, yaitu mereka tak lagi berhubungan seksual dengan pasangan resmi, sementara pasangan selingkuhnya lebih menggoda.
 
Sebuah survei yang dilakukan Gleeden, situs kencan asal Prancis, menemukan fakta menarik. Ternyata, 73% responden wanitanya mengatakan terdorong melakukan perselingkuhan karena pasangannya tidak mau melakukan pekerjaan rumah seperti mengeluarkan pakaian dari mesin cuci dan membersihkan kamar mandi.
 
Wajar, sih, halhal kecil seperti ini memang kerap memicu perselisihan di antara pasangan. Dengan banyaknya alasan yang bisa membuka peluang perselingkuhan terjadi, berarti makin besar  kemungkinannya seseorang bisaberselingkuh. Lalu, bila hal itu terjadi, apakah itu berarti hubungan pasangan itu tak lagi bisa diselamatkan?
 
Konsultan perkawinan Robert Weiss, LCSW, CSAT-S, dan penulis buku Closer Together, Further Apart: The Effect of Technology and the Internet on Sex, Intimacy and Relationship(2014), menyarankan untuk mencari cara memperbaikinya. “Rasa percaya bisa kembali tumbuh jika seseorang mau mengusahakannya. Faktanya, sebuah hubungan bisa lebih jujur, intim, atau sebaliknya lebih rapuh saat rahasia-rahasia sudah terungkap,” katanya. Jika Anda menyadari alasan di balik perselingkuhan, mungkin Anda bisa menahan diri, dan mencegah pasangan mengkhianati cinta Anda.
 
 


Foto: 123RF
 
Walau definisi selingkuh bagi tiap orang bisa berbeda, Adriana menjabarkan dalam bukunya bahwa sebenarnya ada tiga ciri utama selingkuh.
 
>> Pertama, keintiman emosional, yaitu saling membuka diri, saling memberikan dukungan, dan berkomunikasi secara intens.
 
>> Kedua, kerahasiaan, artinya hubungan itu dirahasiakan dari pasangan resmi karena diyakini akan memicu pertengkaran dan larangan untuk diteruskan.
 
>> Ketiga, ketertarikan secara seksual, yaitu adanya getar-getar hati dan gairah yang tinggi bila bertemu dengan teman istimewanya. Jadi, walaupun tidak (belum) melibatkan hubungan seks, sudah muncul khayalan melakukannya. (f)
 

Baca juga:
8 Perbedaan Alasan Selingkuh antara Pria dan Wanita
Cara Mendeteksi Pasangan yang Selingkuh
Semua Bentuk Hubungan yang Dirahasiakan dari Pasangan Adalah Selingkuh