
Dok. Shutterstock
Di tengah pandemi COVID-19 ini, tentu saja tak mungkin melangsungkan pernikahan dengan mengundang banyak tamu. Namun bagaimana jadinya jika kita sudah merencanakan pernikahan sejak jauh-jauh hari?
Jika dibatalkan, akan membuat Anda rugi besar. Pun jika tetap dilangsungkan dengan menghadirkan banyak tamu, justru akan jadi malapetaka bagi kesehatan banyak orang.
Jika Anda tidak ingin membatalkan dan tetap mengharapkan pernikahan di tengah pandemi COVID-19, mungkin ini saatnya beralih ke pernikahan virtual. Apa saja yang perlu direncanakan?
Siapa yang harus diundang ke pernikahan virtual?
Ketika tak banyak tamu undangan yang bisa Anda undang di tengah pandemi ini, maka pertanyaannya adalah 'untuk siapakah pernikahan ini?' Dengan begini, kita bisa kembali merenungkan siapa yang akan kita undang untuk menyaksikan upacara pernikahan.
Ini adalah kesempatan yang baik untuk membuat pernikahan Anda lebih inklusif daripada rencana awal Anda, karena tak ada lagi batas fisik untuk bisa menghadiri upacara pernikahan virtual.
Apa yang dapat Anda lakukan jika ingin menikah pada tanggal tertentu?
Walau nantinya pernikahan virtual terasa berbeda dari pernikahan yang Anda harapkan, tetapi Anda masih bisa menikah pada tanggal yang sudah direncanakan sejak lama. Misal, Anda ingin menikah di tanggal cantik karena memiliki makna yang berarti bagi Anda dan pasangan, maka tetap lakukan seperti rencana awal.
Tanggal yang Anda tetapkan tak perlu berubah. Hal yang berubah hanyalah daftar tamu, tempat pernikahan, hingga susunan acara. Anda pun masih tetap bisa menikah di hari yang istimewa.
Lanjut ke halaman berikutnya untuk membaca : Apa yang harus dilakukan untuk mengubah susunan acara?
BACA JUGA :
LDR Di Masa COVID-19 Tak Selamanya Menyedihkan
Pandemi Corona Mengubah Cara Berkencan Para Lajang
6 Momentum Bersama Pasangan Yang Layak Dirayakan

Dok. Shutterstock
Apa yang harus dilakukan untuk mengubah susunan acara?
Upacara pernikahan pada umumnya terdiri dari akad nikah, resepsi yang penuh dengan deretan tradisi, makanan-makanan, dimeriahkan dengan live music hingga sesi foto bersama. Maka dengan diadakannya pernikahan virtual, susunan acara perlu ada perubahan.
Sebagai contoh, deretan tradisi yang panjang, yang umumnya dilakukan pada upacara pernikahan, dipangkas menjadi lebih sederhana. Atau Anda bisa berinovasi dengan menginformasikan kepada tamu undangan untuk memberikan pesan kepada kedua mempelai, yang nantinya bisa dibacakan beberapa di antaranya saat live berlangsung.
Intinya, Anda bisa mengubah susunan acara sefleksibel dan seinovatif mungkin sesuai yang Anda harapkan. Hanya saja jangan sampai melibatkan pertemuan langsung yang menyebabkan adanya keramaian.
Bagaimana membangun kedekatan dan kekompakkan secara online ketika tamu-tamu tidak saling kenal?
Mungkin akan sulit mengenalkan semua tamu undangan satu persatu secara online, terlebih jika tamu yang akan hadir dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk menghadirkan kekompakkan dalam pernikahan virtual, Anda bisa membuat sesuatu yang bisa dilakukan bersama-sama saat pernikahan berlangsung.
Misalnya, Anda bisa meminta para tamu undangan mengenakan baju dengan warna senada, yang sebelumnya telah Anda tetapkan. Atau, dalam susunan acara, Anda bisa meminta semua tamu undangan untuk menyanyikan lagu (yang tentu saja sudah ditentukan terlebih dahulu sebelumnya) secara online bersama-sama untuk kedua mempelai.
Cara-cara seperti ini akan membuat pernikahan virtual terasa lebih menarik dan hangat. Dan tentu saja memberikan kesan yang tak akan terlupakan. (f)
BACA JUGA :
LDR Di Masa COVID-19 Tak Selamanya Menyedihkan
Pandemi Corona Mengubah Cara Berkencan Para Lajang
6 Momentum Bersama Pasangan Yang Layak Dirayakan