
Foto: 123RF
Data dari Badan Pengadilan Agama, Mahkamah Agung, menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2016, tepatnya hingga bulan November, terjadi 315.000 kasus perceraian di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 224.240 merupakan gugatan cerai yang dilakukan pihak istri, sementara cerai talak yang dilakukan pihak suami tercatat sekitar 90.000-an kasus saja. Apa yang sebenarnya dirasakan kaum pria saat mereka mendadak menjadi duda? Jangan-jangan, pergulatan batin mereka lebih parah daripada wanita. Atau, malah biasa-biasa saja?
Pengkhianat Cinta (Theo (43), bukan nama sebenarnya)
“Ada dua hal yang membuat saya hancur, pertama karena dia berselingkuh. Kedua, karena saya mesti berjuang untuk mendapatkan Nenden, putri saya,” kata Theo. Kedua hal ini sempat membuatnya terpuruk dan susah bangkit hingga enam tahun lamanya setelah perceraian. Bahkan, kariernya di bidang produksi sinetron dan film Indonesia bisa dibilang tamat.
Pria ini sejatinya cukup gagah. Perawakannya tegap, terkenal berani, punya kemampuan memimpin, dan kariernya cukup baik. Di awal perkenalan hingga akhirnya menikah, Theo sudah menyampaikan risiko menjadi pekerja kreatif kepada sang istri. “Saya bilang, saya harus selalu ‘kejar tayang’ sehingga jarang di rumah, padahal mungkin saja lokasi syutingnya dekat, di Jawa Barat misalnya,” kata Theo.
Meski awalnya menerima, rupanya setelah berjalan empat atau lima tahun, sang istri tak tahan juga. Jarak usia yang cukup jauh, ditambah kebiasaan sang istri yang selalu berada di lingkungan keluarga, yang ayahnya bekerja sesuai jam kantor normal, menurut Theo, membuat kesetiaan istrinya goyah.
“Dia berselingkuh! Meski tidak tertangkap basah, akhirnya Dea (bukan nama sebenarnya) mengaku,” kata Theo. Perasaan Theo bercampur aduk antara kecewa dan marah karena dikhianati. “Jika saja saya tahu siapa selingkuhannya, sudah pasti saya berkelahi melawan pria itu,” tambahnya, geram.

Yang membuat Theo makin terpukul, ia juga kehilangan putri satu-satunya saat proses persidangan. Gadis mungil yang selama ini menyambut kehadirannya tatkala lelah selepas pulang syuting, seolah direnggut tiba-tiba. Dunia yang dibangunnya runtuh. “Nenden adalah alasan saya untuk hidup. Rasanya saat itu saya jadi berubah sedikit gila, emosi tidak terkontrol,” katanya.
Mengingat kasus yang terjadi pada Theo adalah gabungan antara kehilangan anak dan perselingkuhan sang istri, maka mental pria itu goyah sehingga tak ada lagi semangat untuk hidup. Ia hanya memikirkan Nenden sembari mengutuki istrinya yang tidak setia. Sudah tak ada keinginan untuk bekerja, karena kadang-kadang ia berpikir bahwa pekerjaannyalah yang membuatnya hancur.
Lebih dari satu tahun berlalu, Theo nekat berangkat ke kampung halaman sang istri karena tak kuasa menahan rindu pada putri tercinta. Ini terjadi ketika tiap teleponnya untuk Nenden mulai diabaikan oleh sang istri dan keluarganya.
“Saat saya datang, saya ditolak. Mereka benar-benar tak mengizinkan saya bertemu Nenden. Besoknya, saya mengendap-endap untuk melihat Nenden di sekolah. Lalu ketika ada kesempatan, saya lari dan memeluk Nenden sambil menangis. Nenden juga ternyata sangat rindu kepada saya. Dia juga menangis sambil bilang ingin ikut saya saja. Saat itu, saya tidak peduli jadi tontonan orang banyak,” kata Theo.
Pria ini kemudian berjuang mati-matian agar Nenden kembali ke pelukannya. Ia mengabaikan rasa sakit, rasa terhina. Ia mengabaikan harga diri sehingga benar-benar tak peduli lagi pada hidupnya. Hampir tiap bulan ia datang hanya untuk melihat Nenden di sekolahnya, sehingga pada akhirnya kekerasan hati keluarga sang istri luluh. Mereka memberi kesempatan Theo untuk bertemu Nenden di rumah. Pada akhirnya, ketika sang istri memutuskan untuk menikah lagi, Nenden dikembalikan kepada Theo.
“Tuhan Mahabesar!” kata Theo. “Saya bersujud syukur sambil menangis.” Kini Theo adalah seorang ayah yang merangkap menjadi ibu bagi putri tercintanya. Ya, ia memutuskanuntuk tidak akan pernah menikah lagi.(f)
Baca juga:
6 'Mantra' Buat Sembuhkan Patah Hati
20 Tip Untuk Mengobati Sakit Hati
10 Tip Mengobati Hati yang Luka